Menelusuri Mitos Keberadaan Putri Solo dengan Kecantikan dan Keanggunannya

Beberapa hari yang lalu seorang teman di luar negeri bertanya kepada kami tentang sebuah ungkapan atau panggilan kepada kebanyakan perempuan Solo. Sebagian besar menilai bahwa perempuan solo itu mendapat julukan “mlakune kaya macan luwe”, berjalannya seperti harimau lapar. Harimau yang anggun, kuat, galak, tetapi sekaligus lemah lembut.

Merujuk kepada status seorang putri, bahwa memang kemungkinan besar seorang putri Solo itu adalah putri dari keraton Kasunanan atau Mangkunegaran. Putri keraton merupakan trah keturunan Mataram yang terkenal anggun dan lemah lembut.

Melihat lebih jauh ke dalam lingkup keraton, perkenalkan Gusti Raden Ayu Siti Nurul Kamaril Ngasarati Kusumawardhani. akrab dikenal dengan nama Gusti Noeroel (lahir di Surakarta, pada tahun 1921, meninggal tanggal 10 November 2015 dalam usia 94 tahun) adalah putri tunggal dari Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Mangkunegoro VII (tujuh), dari permaisurinya, Gusti Kanjeng Ratu Timoer.

Gusti Nurul adalah salah seorang putri Solo dalam pengertian yang sebenarnya, dan sekaligus benar-benar menjadi image putri Solo karena kecantikannya. Dari mulai Presiden Soekarno, Sutan Syahrir, bahkan Sri Sultan Hamengku Buwono IX pernah jatuh hati kepadanya meskipun semuanya harus patah hati ditolak sang putri.

Kecantikan Gusti Nurul yang termasyhur ini juga dibarengi dengan kepiawaiannya menari. Suatu kali, di usianya yang masih 15 tahun, Gusti Noeroel diminta datang secara khusus untuk menari di hadapan Ratu Wilhelmina di Belanda. Tarian tersebut dipersembahkan sebagai kado pernikahan Putri Juliana.

Menariknya, saat itu rombongan dari Mangkunegaran tidak membawa gamelan untuk mengiringi tarian Gusti Nurul. Tarian itu diiringi alunan gamelan yang dimainkan dari Pura Mangkunegaran dan dipancarkan melalui Solosche Radio Vereeniging, yang siarannya bisa ditangkap dengan jernih di Belanda.

Setidaknya itu yang kami tangkap dari putri Solo dalam arti yang sebenarnya. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, mitos bahwa sebagian besar perempuan Solo itu memang memiliki sifat yang anggun. Dengan ditambah kepribadian yang lembut dengan pandangan sayu namun merayu.

Seperti sebuah lirik lagu keroncong Putri Solo yang terkenal pada tahun 1972.

putri Solo, yen ngguyu dhekik pipine

ireng manis kulitane

dasar putri Solo.

lakune kaya macan luwe, sandal jinjit penganggone, ciyet – ciyet swarane

Lagu itu sukses membawa mitos romantisme bahwa seorang putri Solo secara khusus dan perempuan Solo pada umumnya sebagai perempuan yang benar-benar anggun. Ketika tersenyum ada lesung pipit mendalam sedalam Laut Banda, dengan kulit hitam manis tanpa polesan bedak, dan ketika berjalan seperti harimau lapar dengan pandangan merayu.

Penggambaran yang membawa kita menuju dunia imajinasi romantis yang membawa sebuah misteri tersendiri bagi kaum lelaki. Karena setiap gerak dari seorang putri Solo seperti membawa kita membayangkan betapa anggunnya seorang putri Solo itu.

Agar lebih dekat imajinasi kita, ketika menemukan sebuah resepsi pernikahan yang menggunakan adat Solo Basahan, lihatlah mempelai putri. Tidak akan ada mempelai putri salto atau jingkrak-jingkrak, karena mereka telah menjadi seorang putri Solo. Dalam acara panggih sampai sungkeman selalu terlihat anggun dan benar-benar menunjukkan aura kecantikan trah Mataram yang sudah turun temurun.

Kalau menurut kami secara pribadi menggambarkan, seorang putri Solo adalah seorang yang anggun memakai sanggul dengan batik bermotif truntum dan kebaya yang menghitam. Pandangannya tertunduk tetapi lirikannya tajam ke depan, senyumnya tipis menerkam, lesung pipinya akan selalu menenggelamkan imajinasi kami.

Apabila kalian telah menemukannya, jadilah lelaki yang mampu menjadi kebanggaan seorang putri Solo, karena tidak mudah membuat mereka jatuh hati kepadamu. Seorang putri Solo mampu membuat luluh lantak hati kalian, mereka menyimpan aura kecantikan yang benar-benar mampu membius setiap lelaki.

Putri Solo bukanlah sebuah mitos, mereka benar-benar ada dalam kehidupan kita, karena mungkin kita belum bisa menemukannya. Mungkin kita belum bisa melihatnya secara langsung, hanya dalam imajinasi. Tetapi mereka nyata dan benar diciptakan dengan keanggunannya.

Memang sedikit terlihat berlebihan, tetapi setidaknya begitulah yang kami ceritakan tentang seorang putri Solo. Mungkin kalian akan memiliki pandangan yang berbeda tentang seorang putri Solo, dan tentu saja itu bukan masalah.

“karena kita jatuh cinta pada perempuan yang sama perempuan anggun yang selalu disebut Putri Solo”

-prajnaparamita-

[admin-ardy]

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *