Mengenal Batik Toraja, Motif Klasik Salah Satu Suku Tertua di Indonesia

Masih menjadi sebuah perdebatan kecil darimana sejarah pertama motif batik ditemukan di Indonesia, setelah sebelumnya muncul pada arca prajnaparamita. Kali ini muncul dari saudara kita di Toraja, Sulawesi Selatan.

Sebelum kedatangan para pedagang Gujarat dan India, ternyata Suku Toraja sudah lebih dulu memiliki motif batik. Namun tidak untuk batik melainkan ukiran pada kayu. Mengutip Heringa (1996), konon batik baru diperkenalkan oleh orang India, pada saat Raja Lembu Amiluhur menikahkan putranya dengan putri India, sekitar tahun 700. Dalam bagian lainnya, disebutkan kalau batik dalam bentuk yang lebih primitif justru sudah dimiliki oleh orang Toraja (Tana Toraja, Sulawesi Selatan).

Sebuah catatan penting bahwa daerah Indonesia yang tidak terkena pengaruh Hindu seperti Toraja pernah berkembang batik yang dibuat dengan teknik wax-resist dyeing. Cikal bakal batik dapat ditelusuri dari kain simbut dari Banten dan kain ma’a dari Toraja di Sulawesi Selatan yang memakai bubur nasi sebagai perintang warna.

Oleh karena posisi geografis Toraja terisolasi di pegunungan, maka para ahli menduga kemungkinan besar batik itu asli dari sana, tidak dipengaruhi India sebagaimana sejarah batik Jawa yang ditengarai dikenalkan pada jaman Raja Lembu Amiluhur (Jenggala), sehingga batik Toraja ini memunculkan teori boleh jadi Indonesia juga melahirkan batik pertama.

Salah satu kreasi baru yang muncul adalah batik Toraja yang merupakan hasil karya Fothel Art. Menurut Arfol, motif batik Toraja ini beramacam-macam. Masing- masing motif mempunyai nama yang mengandung arti tertentu. Seperti motif Pare Allo yang berarti matahari dan bentuk bulat menyerupai matahari yang bersinar. Ada yng disebut Pa’teddong yang berarti kepala kerbau dan menjadi lambang kebesaran di daerah Toraja Kemudian ada yang dinamakan Poya Mundudan yang dalam bahasa Indonesia berarti burung belibis.

Warna khas batik Toraja adalah hitam, merah, putih dan kuning. Untuk warna kombinasi setelah kain dicap, kemudian di celup dengan pewarna dan selanjutnya beberapa garis motif ditutup dengan warna yang berbeda,”ungkap Arfol. Bahan yang digunakan dalam pembuatan batik ini ada tiga macam, yaitu katun, sutera super dan sutera ATBM.

“Jangan Mati Sebelum ke Toraja”

Menarik sekali, rasanya kita perlu travelling ke sana untuk melihat langsung bagaimana motif batik Toraja. Semakin banyak saja motif batik yang ada di Indonesia, semakin menarik juga ketika menelusuri sejarah batik yang berkembang di Nusantara.

Terima Kasih Sudah Berkunjung dan Membaca

Salam Hangat, Indonesian Batik

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article.

2 Comments

  1. Pingback: Batik Sulawesi : Batik Toraja, Motif Klasik Suku Tertua

  2. Pingback: Mengenal Batik Sulawesi, Batik - Batik Kuno Zaman Prasejarah - Indonesian Batik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *