Ketika Seorang Perempuan Terlihat Lebih Cantik Memakai Batik

Heii, sudah pada kangen apa belum ya? Selamat hari lagi-lagi senin, disini mendung, dan nih admin lagi ngga pake batik hari ini. Kita bahas yang slow dulu saja. hehehe

Anyway, kami ucapkan terima kasih banyak bagi kemarin yang tanggal 1 april 2018 menyempatkan diri membaca, menyempatkan diri melihat dunia kami dari seberang layar. Apresiasi dari kami untuk kalian dengan taburan topping cokelat karamel spesial untuk kalian. hehee

Kali ini sama Thya, kita mau membahas fashion batik, terutama perempuan, lelaki boleh baca tetapi tidak boleh memakai kebaya batik. Skip.  Barangkali banyak yang bilang kalau memakai batik itu excuse me “ndeso” atau “kampungan” or anything else. Berarti kalian baru berada di halaman paling belakang sebuah majalah fashion tanpa pernah membaca isinya.

Okay fine, bukan masalah, memang sepengetahuan Thya, fashion anak muda indonesia didominasi dari style Eropa America yang modern. Ditambah lagi pengaruh dari public figure yang mereka idolakan juga membuat mereka mengikuti selera fashion sekarang ini.

Tetapi tahukah kalian, di Eropa, orang eropa sangat menghargai batik, menghargai bagaimana proses membuatnya, dan menghargai Indonesia seperti batik. Belum lagi Jepang, yang begitu mengagumi batik sampai datang ke Indonesia untuk belajar. Ngga usah jauh-jauh, tetangga kita yang ingin sekali menjadikan batik sebagai budaya mereka.

Tapi, ada apa dengan Indonesia, ketika bangsa lain iri dengan kebudayaan kita, kenapa kita malah seolah-olah “bodo amat” dengan budaya sendiri. Dan kenapa kita malah cenderung mengikuti fashion mereka.

Ketika kita ingin terlihat luar biasa, bukan berarti harus mengikuti trend fashion sekarang. Karena kita sudah dilahirkan di negeri yang luar biasa fashionable, Indonesia dengan batiknya. Dan kami sudah membuktikannya, memakai batik itu tidak akan mengurangi level kecantikan kalian, malahan sebaliknya, batik itu menunjukkan sebuah karakter, jati diri kalian sebagai perempuan.

Karena dalam dunia fashion, bukan masalah darimana itu berasal atau terbuat dari apa pakaian kalian, tetapi, pakaian yang mampu menunjukkan jati diri kalian, itulah fashion menurut kami.

Tidak perlu merasa takut dibilang kampungan, karena batik bukan menunjukkan kita “ndeso”. Tetapi menunjukkan kita sebagai orang yang apa adanya, rendah hati. Karena kita percaya, cantik itu bukan hanya dari yang kita pakai, tetapi cantik itu dari cara kita melihat dunia lebih dekat, melihat dunia lebih luas.

Itu saja dulu sepertinya, jangan takut menjadi Indonesia. Jangan takut memakai batik. Tunjukkan pada dunia kecantikan perempuan Indonesia dalam batik.

Terima Kasih

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *