Menguak Motif Kain Batik yang Dipakai Sang Lelananging Jagad

Rahajeng nyanggra rahina Nyepi caka 1940 (Selamat menyambut hari Nyepi Caka 1940)

Selamat Hari Raya Nyepi untuk saudara kita yang merayakan. Halo para penunggu situs ini apa kabar kalian hari ini. Terima Kasih sudah memberikan donasi untuk situs kita tercinta yang kesana-kesini membahas batik melulu. Dari hati, terima kasih banyak.

 

And then, siapa yang tidak kenal Raden Arjuna? Seorang ksatria playboy dengan paras tampan dan bersahaja, tenang, cerdas, kalem, pemberani. Intinya semua sifat yang diinginkan perempuan ada padanya. Perfect man untuk dijadikan suami, selingkuhan, maupun menjadi pacar figuran.

Arjuna merupakan salah satu anggota elite Pandawa, anak ketiga dan menjadi panengah Pandawa. Tidak seperti admin yang jomblo, Arjuna tidak perlu tebar pesona agar para wanita cantik terpesona. Cukup melirik tipis perempuan tersebut dan besoknya langsung ke KUA, berbeda dengan admin yang melirik perempuan kemudian di lempar sendal, kasian.

Sudah-sudah, untuk lebih lengkap kalian bisa mencari tentang Arjuna di situs lain. Kita menuju ke fashion Raden Arjuna yang elegan dan tidak berlebihan. Kalau ibaratnya pakaiannya adalah dodot kampuh zaman sekarang. dengan perut sixpack [bener ngga tulisannya], membuat wanita langsung meminta no handphone sang Arjuna.

Arjuna juga memiliki pakaian yang melambangkan kebesaran, yaitu Kampuh atau Kain Limarsawo, Ikat Pinggang Limarkatanggi, Gelung Minangkara, Kalung Candrakanta dan Cincin Mustika Ampal (dahulunya milik Prabu Ekalaya, raja negara Paranggelung).

Dalam beberapa versi pewayangan, Kain Limarsawo merupakan motif seperti songket Sumatra, lebih mirip kepada motif Kawung. Seperti motif sawo yang dibelah lima dan berulang. Dalam berbagai versi juga menyebutkan bahwa kain batik yang dikenakan Arjuna adalah Motif Batik Parang Rusah Gendreh. Salah satu variasi motif parang, motif paling tua di Jawa.

Sudah kita bahas dalam artikel kemarin bahwa motif parang rusak memiliki filosofi seorang ksatria yang bijaksana, pemberani dan memiliki makna petuah untuk tidak pernah menyerah, ibarat ombak laut yang tak pernah berhenti bergerak. Batik Parang juga menggambarkan jalinan yang tidak pernah putus, baik dalam arti upaya untuk memperbaiki diri, upaya memperjuangkan kesejahteraan, maupun bentuk pertalian keluarga.

Sehingga motif Batik Parang menjadi paduan yang khas untuk seorang Raden Arjuna dengan sifat ksatria yang dimilikinya. Bukan berarti motif lain tidak menjadi pantas dipakai Arjuna. Untuk seorang ksatria dibutuhkan motif batik yang benar-benar menunjukkan keberanian, baik itu sebuah motif batik atau sebuah filosofi cerita pewayangan.

Disebutkan bahwa dengan style fashion Arjuna ini mampu mendapatkan 40 istri, yang bukan hanya dari kalangan manusia, tetapi juga bidadari ikutan jatuh cinta dengan Dilan, eh, Arjuna maksudnya. Namun jangan salah paham dulu, memiliki 40 istri bukan berarti “asal wanita mau”, dengan pengertian bahwa sang Arjuna mampu diterima oleh kalangan mana saja.

Penokohan wayang tidak semerta-merta hanya asal membuat seorang pahlawan, tapi bagaimana mengemasnya agar karakter wayang ini bisa menginspirasi kehidupan manusia pada umumnya. Tentu saja bukan terus mencari istri sejumlah 40, tetapi, menjadi pribadi yang memiliki karakter kuat untuk menjadi seorang ksatria yang sesungguhnya dalam kehidupan.

Kalian tentu bertanya, emang dasarnya ganteng, mau Chelsea Islan juga pasti mau sama Arjuna. Jangan salah, karakter Arjuna pada masa mudanya juga sombong dan egois, hanya dengan bertapa dia bisa menjadi manusia yang lebih ksatria sehingga para bidadari menerima Arjuna sebagai satu-satunya lelananging jagad.

Did You Know?

“Nama Arjuna berarti Cahaya yang putih bersih menyilaukan”

Eitss, tenang bagi kalian atau admin sendiri tidak perlu takut, soalnya pernah ada yang bisa mengalahkan sang lelananging jagad ini. Penarasan siapa yang mengalahkannya? Tunggu saja di artikel selanjutnya. Hehehe.

Terima Kasih Sudah Berkunjung dan Membaca. Tetap Cintai Batik dan Wayang Indonesia.

Salam Hangat, Indonesian Batik

-prajnaparamita-

Posted in Wayang Kulit and tagged , , , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *