Motif Batik Indonesia, Mengenal Motif Parang yang Berjiwa Ksatria

Dalam berbagai motif batik, motif parang adalah salah satu motif yang sangat tua. Dengan berbagai macam klasifikasi tersendiri motif parang merupakan motif yang elegan dan mewah. Disamping itu motif ini merupakan salah satu motif klasik yang bisa dipadukan dengan motif batik lain.

Mengutip sumber dari infobatik, Kata Parang berasal dari Pereng atau lereng atau tebing yang memiliki bentuk garis diagonal sebagaimana yang ada dalam motif batik ini. Dengan lekukan seperti huruf S dan seperti senjata parang yang tajam.

Sedangkan menurut mbah wikipedia, pola batik parang mempunyai ciri khas tertentu yang motifnya terkenal dengan kelompok motif garis miring yang tersusun membentuk garis-garis yang sejajar dengan sudut kemiringan 45%, sedangkan motif batik parang terdiri dari satu atau lebih parameter ragam hias sehingga menghasilkan motif batik parang yang cukup banyak sehingga pola yang dihasilkan sangat beraneka ragam.

Sedangkan menurut sumber lain, di masa lalu, motif parang sangat dikeramatkan dan hanya dipakai oleh kalangan tertentu, serta dalam acara – acara tertentu saja. Misalnya digunakan oleh senapati keraton yang pulang dari berperang dengan membawa kemenangan. Batik Parang digunakan untuk memberikan kabar gembira kepada raja.

Parang berasal dari kata Motif parang termasuk ragam hias larangan, artinya hanya raja dan kerabatnya yang diijinkan memakai. Besar kecilnya motif parang juga menyimbolkan status sosial pemakainya di dalam lingkungan kerajaan. Parang Barong, merupakan parang paling besar, diatas 20 cm ukuran besarnya garis putih. Raja, permaisuri, dan putra mahkota bebas memakai ukuran parang berapa pun. Para putra putri permaisuri diijinkan memakai ukuran 10 cm, sedangkan para selir raja dibawah ukuran tersebut (8 cm). Para bupati hanya diperkenankan memakai parang ukuran 4 cm.

Untuk pemakaian motif batik parang antara Yogyakarta dan Surakarta cenderung berbeda, yaitu :

Untuk gaya putri Jogja           : arah parang dari kiri atas ke kanan bawah

Untuk laki laki jogja               : arah parang dari kanan atas ke kiri bawah

Untuk gaya surakarta (laki laki dan putri sama arahnya), yaitu dari kanan atas ke kiri bawah.

Filosofi Batik Parang adalah menunjukkan kesinambungan, jalinan yang tidak pernah putus. Dalam artian lebih dalam, bahwa manusia harus berusaha terus menerus berjuang untuk kesejahteraan umat manusia. Mampu membedakan mana yang benar dan yang salah.

Selain itu, motif tersebut juga melambangkan seorang ksatria yang jujur, yang bijaksana dalam mengemban tugas sebagai abdi masyarakat. Seorang yang jauh dari kata sombong dan angkuh dalam kehidupan sehari-hari dan mampu diterima seluruh lapisan masyarakat.

Garis lurus diagonal melambangkan rasa hormat dan keteladanan, serta kesetiaan pada nilai – nilai kebenaran. Aura dinamis dalam motif parang juga menganjurkan kecekatan, kesigapan, dan kesinambungan antara satu pekerjaan dengan pekerjaan lainnya. Artinya tidak ada berhenti. Begitu menyelesaikan satu pekerjaan, segeralah berlanjut kepada pekerjaan berikutnya. Motif  ini sangat baik dikenakan ksatria karena menyimbolkan usahanya dalam mempertahankan negara dari ancaman musuh.

Hanya saja, parang pantang dipakai mempelai ketika prosesi panggih. Sangat jarang motif Parang digunakan untuk menghadiri upacara pernikahan. Apalagi digunakan sebagai busana pengantin. Konon, kalangan masyarakat Jawa menganggap, menggunakan motif Parang sebagai busana pernikahan akan menyebabkan rumah tangganya nanti dipenuhi percekcokan (perang).

Begitulah penjelasan sedikit mengenai motif batik parang yang dewasa ini banyak digunakan untuk memberikan sebuah pernyataan bahwa Indonesia masih berjuang. Masih membutuhkan banyak ksatria-ksatria yang bijaksana memimpin Negara kita tercinta Indonesia.

Semoga para pemimpin bangsa ini diberikan kekuatan dan kebijaksanaan untuk membawa Indonesia lebih baik ke depannya. Tentang klasifikasi jenis motif batik parang akan kita bahas pada artikel selanjutnya.

Terima Kasih Sudah Berkunjung dan Membaca

Salam Hangat, Indonesian Batik

-prajnaparamita-

Referensi : https://infobatik.id/motif-batik-parang-ini-makna-dan-jenisnya/

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *