Dibalik Filosofi Berbagai Jenis Motif Batik Parang

Setelah kita membahas intro mengenai batik parang dan filosofinya secara umum, selanjutnya kita move on menuju berbagai jenis motif batik parang. Sebenarnya ada lebih dari 10 perkembangan motif batik parang karena perkembangan batik juga semakin menunjukkan performa yang positif.

Langsung saja kita bahas 8 klasifikasi motif batik parang dan sedikit filosofinya.

  1. Motif Batik Parang Rusak

motif-batik-parang-rusak

Salah satu motif batik parang yang paling terkenal karena merupakan warisan dari Panembahan Senopati saat bertapa di pantai selatan. Terinspirasi dari deburan ombak yang terus menerus dan berkelanjutan.

Filosofinya adalah melambangkan kekuasaan dan kekuatan. Karena dalam pembuatannya butuh kesabaran tinggi agar nilai filosofisnya semakin mendalam dirasakan. Agar lebih menarik, motif batik parang rusak ini akan kita bahas khusus di artikel selanjutnya.

  1. Motif Batik Parang Barong

motif-batik-parang-barong

Merupakan pengembangan motif parang namun memiliki ukuran motif yang lebih besar daripada motif parang pada umumnya, kombinasi warna putih dan hitam gelap yang gagah.

Pada zaman dahulu hanya boleh dipakai oleh Raja, dan Parang Rusak Barong mempunyai makna bahwa Raja sebagai pemimpin harus selalu hati-hati, dapat mengendalikan diri (lahir dan batin) sehingga menjadi pemimpin yang bertanggung jawab, berwatak dan berperilaku luhur.

  1. Motif Batik Parang Klithik

motif-batik-parang-klitik

Motif parang tetapi memiliki ukuran yang lebih ringkas dan rapi, terlihat lebih kecil daripada motif parang lainnya.

Banyak digunakan oleh ksatria yang memiliki perawakan halus dan bijaksana, salah satunya adalah kembar Nakula dan Sadewa dalam tokoh pewayangan memakai motif batik jenis ini.

  1. Motif Batik Parang Kusumo

motif-batik-parang-kusumo

Dikutip dari infobatik, Motif ini berasal dari dua suku kata yakni Parang yang berarti lereng, dan kusumo yang berarti bunga atau kembang. Pada jaman dulu motif batik Parang Kusumo hanya boleh dikenakan oleh kalangan keturunan Raja bila berada didalam kraton. Pada era sekarang kain batik motif parang kusumo digunakan pada saat tukar cincin.

Makna yang terkandung dalam motif ini adalah bahwasanya hidup harus dilandasi oleh perjuangan untuk mencari keharuman lahir dan batin sebagaimana wangi harumnya bunga. Bagi orang Jawa keharuman yang dimaksud adalah keharuman batin dan perilaku, keharuman pribadi, taat pada norma-norma yang berlaku dan bisa membawa diri agar dapat terhindar dari berbagai bencana.

  1. Motif Batik Parang Tuding

motif-batik-parang-tuding

Motif parang yang satu ini menunjukkan lambang jari telunjuk yang berkesinambungan dan rapi berjajar. Masih dengan warna khas batik klasik.

Memiliki makna bahwa pemakai batik ini diharapkan mampu menjadi pengarah, atau penunjuk untuk kehidupan yang lebih baik.

  1. Motif Batik Parang Curigo

motif-batik-parang-curigo

Motif batik ini terlihat unik dan rapi. Selain itu tajam dan bersahaja dari fisiknya, Parang Curigo berasal dari kata parang dan curigo. Kata curigo sendiri adalah nama lain dari bilah keris tanpa warangka. Bentuk keris bisa dilihat pada bentuk motif-motif geometrik-parang yang menyerupai luk keris. Adapun ciri khas dari pola batik parang curiga adalah hiasannya yang disusun sejajar dengan sudut 45 derajat. Kemudian selalu ada ragam hias berbentuk belah ketupat yang juga sejajar dengan ragam hias utama pola parang, ragam hias ini disebut sebagai mlinjon.

Motif batik ini banyak digunakan untuk menghadiri pesta. Dengan memakai kain batik motif ini, pemakai batik diharapkan dapat memiliki kecerdasan, kewibawaan, serta ketenangan.

  1. Motif Batik Parang Centung

parang-centong-atau-centung

Motif Parang Centong atau juga disebut Centung merupakan ragam hias Parang yang memiliki bentuk seperti centong (alat mengambil nasi). Ada juga yang berpendapat bahwa parang centong (centung) artinya “wis ceta macak” (sudah pandai merias diri).

Jika ditilik dari arti kata sudah pandai merias diri, maka motif batik ini sangat cocok untuk wanita yang sudah menginjak dewasa, sehingga dia akan lebih terlihat cantik. Motif batik ini biasanya banyak dipakai untuk menghadiri acara pesta pernikahan dan juga digunakan untuk acara Pitonan, yakni upacara tujuh bulanan pada janin saat hamil.

  1. Motif Batik Parang Pamor

parang-pamor

Parang Pamor berasal dari kata Parang dan Pamor, Kata Pamor sendiri dalam bahasa jawa berarti aura atau energi yang terpancar dari diri seseorang. Dengan mengenakan batik ini, harapannya orang yang menggunakan motif batik Parang Pamor maka auranya akan keluar atau memancar (wis pecah pamore).

Sebenarnya masih banyak klasifikasi dari jenis motif batik parang tersebut seperti parang gendreh dan parang srimpi. Namun sebagian besar memiliki filosofi yang sama dan memiliki makna yang kurang lebih sama.

Jadi, demikian pembahasan kita mengenai jenis motif parang, semoga bisa menambah khasanah budaya batik kita. Tetap lestarikan Batik indonesia sebagai warisan budaya yang tidak akan lekang di makan zaman.

Terima Kasih Sudah Membaca dan Berkunjung.

Salam Hangat, Indonesian Batik

-prajnaparamita-

Referensi : https://infobatik.id/motif-batik-parang-ini-makna-dan-jenisnya/

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , .

2 Comments

  1. Pingback: 5 Motif Batik yang Mudah Untuk Dibuat Menjadi Kain Batik Tulis - Indonesian Batik

  2. Pingback: Selamat Hari Kartini 2018, Batik Bermotif Parang Bukti Ketangguhan Kartini - Indonesian Batik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *