Motif Batik Desa Girilayu Ceplok Kinasih, Batik Untuk yang Terkasih

Haloo para pasangan yang sedang dimabuk asmara termasuk yang dimabuk pertalite juga. Salam hangat salam rindu dari kami prajnaparamita, para pejuang batik yang sedang jomblo. Kasian, iya kasian.

How do you do?

Fine-fine saja kan?

Pacar aman?

Sembunyiin nanti kena tikung admin. Eh

Lagi-lagi kita akan menuju lereng lawu, Desa Batik Girilayu, iya itu yang banyak gadis cantiknya. Kabupaten Karanganyar ke utara ke arah Matesih, nah abis itu baru ke arah makam Para Raja Mangkunegara. Ketemu deh kita disini. Jangan dicari, nanti kalau ketemu jadi sayang. Sayang pengen nimpukin. Hahaha.

3

Back to topic, motif batik Desa Girilayu berkembang pesat dengan pengembangan ke arah motif kontemporer. Tetapi tetap saja motif tradisional sebagai acuan utama pengembangan berbagai motif itu. Salah satu motifnya adalah ceplok kinasih. Bukan nama official, semata-mata karena pembuatnya tidak tahu mau diberikan nama apa.

Batik motif Ceplok pada dasarnya adalah motif yang terdiri dari pengulangan bentuk-bentuk dasar geometri, seperti segi empat, empat persegi panjang, oval, atau bintang yang disusun teratur. Hampir mirip seperti motif Kawung tetapi memiliki pola lebih besar. Dengan pewarnaan klasik khas batik tradisional yaitu sogan cokelat dan hitam, menambah aura sejuk bagi para pemakainya.

Dengan motif bunga di tengah motif segi empat, dan diselingi dengan motif burung yang juga berada di tengah posisi segi empat tersebut. Kemudian pengulangan motif yang terlihat rapi dan elegan. Di sekitar motif bunga, diberikan cecekan yang melengkapi segi empat tersebut.

Selesai dengan fisik batik tersebut kita melangkah menuju filosofi batik tersebut.

2

Seperti yang kita ketahui motif ceplok tradisional menunjukkan empat penjuru arah mata angin, dengan artian bahwa manusia hidup harus memiliki arah dan tujuan yang benar. Menjadi manusia yang tahu arah, tahu diri, mawas diri dan berhati hati kepada setiap tingkah lakunya. Bisa juga diartikan bahwa sebagai pusat dari empat penjuru arah harus seimbang dalam menjalani kehidupan.

Sedangkan kinasih sendiri berarti sangat dikasihi, berarti bahwa motif ini bertujuan untuk mengingatkan bahwa kepada setiap makhluk hidup harus memiliki rasa belas kasih. Tidak kurang dan tidak perlu berlebih. Diharapkan pemakainya menjadi seseorang yang berbelas kasih dan bisa diterima orah semua kalangan. Bukan terus jadi jimat pengasihan juga loh ya. Keep positive.

Batik ini merupakan salah satu koleksi kami, salah satu yang menjadi favorit untuk dimiliki, baik itu untuk dipakai, ataupun untuk sebagai gift kepada yang paling kalian kasihi, entah orang tua, atau calon istri kalian.

Semoga dengan adanya sedikit penjelasan ini menambah khasanah budaya batik Indonesia, dan mengembangkan batik mulai dari sini, di Desa ini, Desa Girilayu.

 Terima Kasih Telah Berkunjung dan Membaca

Salam hangat, Indonesian Batik

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *