Mobil Motif Batik Mercedes Benz Milik Gitaris PADI Piyu, Mewah dan Elegan

Bagaimana kita membayangkan kalau mobil kita bermotif batik Indonesia? Sudah pasti keren, apalagi hanya ada satu Mercedes yang bermotif batik spesia untuk Indonesia, pasti bangga sekali. Sekarang mobil ini bukan hanya imajinasi kita, namun sudah ada dan dimiliki oleh salah satu musisi terkenal Indonesia yaitu Piyu, itu gitaris yang lagu bandnya Kasih Tak Sampai. Bagaimana mobil tersebut bisa memiliki motif batik, dan bagaimana spesifikasinya, langsung saja kita bahas.

Beberapa tahun lalu saat Mercedez Benz merayakan aniversary 50 tahun keberadaannya di Indonesia. Untuk merayakan itu, Mercedez Benz mengeluarkan mobil khusus bermotif batik yang hanya diproduksi satu unit di dunia. Mercedes Benz C 250 CGI tahun 2010.

Mesin menggunakan unit 4 silinder 1.796 cc dengan asistensi turbo. Walau kapasitasnya kompak, tapi tenaganya mencapai 204 dk dan torsi 310 Nm. Saat dites akselerasi, mobil ini dalam keadaan baru sanggup menyelesaikan 0-100 km/jam dalam 8,04 detik. Hebatnya, di parameter efisiensi BBM C 250 CGI termasuk irit karena bisa meraih 9,26 km/l untuk dalam kota dan 13,7 km/l untuk rute tol.

Sebagai produsen mobil mewah yang elegan, mercedes berani mengambil langkah untuk “membatik” mobilnya menjadi salah satu ikon budaya Indonesia, batik. Langkah tersebut menjadi sejarah baru perkembangan motif batik untuk berbagai kreatifitas dan inovasi baru dunia batik.

Rudi Borgenheimer,  Presiden Direktur PT.Mercedes Benz Indonesia mengungkapkan, versi batik ini dirancang oleh perancang busana ternama di Indonesia yaitu Carmanita yang ditunjuk sebagi Brand Mercedes untuk industri batik. Rancangan batik Mercy itu khusus ditampilkan dalam rangka memperingati 40 tahun keberadaan Mercedes Benz di Indonesia  . Sekaligus mengangkat budaya batik melalui sebuah karya batik yang dilukis pada kendaraan Mercedes Benz C 250 CGI.

Satrio Yudhi Wahono atau lebih dikenal dengan panggilan Piyu, pentolan band “Padi”, memenangkan lelang Mercedes-Benz C250 Avangarde yang dibatik oleh Carmanita. Menurut sumber terdekat yang ditelusuri Kompas.com, harga lelang terakhir dari mobil sport terbaru Mercedes-Benz Sport ini adalah Rp 1,5 miliar. Selisih harga asli mobil ini dengan harga lelang akan disumbangkan oleh MBI. Dengan harga Rp 609 juta (off the road) atau Rp 670 juta, sekitar Rp 330 juta akan disumbangkan untuk kegiatan amal.

Piyu mengaku  bangga karena menjadi pengguna mobil kelas premium ini dan dapat memiliki satu-satunya mobil yang bercorak batik.  ”Awalnya saya kagum, kok ada mobil Mercy yang diberikan corak batik. Apalagi dari dulu saya pengguna sejati Mercy. Rasanya klop bisa mendapatkan Mercy dengan motif batik ini,” kata Piyu.

Bagaimana, keren bukan mobil batik mercedes satu-satunya di dunia, elegan dan eksotis dikendarai. Semoga nanti ke depannya akan muncul mobil-mobil keren bermotif batik buatan anak Indonesia sendiri dan terkenal di seluruh dunia.

Terima Kasih Mercedes, Terima Kasih Piyu Padi

Salam Hangat, Indonesian Batik

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article, Tokoh Batik and tagged , , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *