Batik Jawa Hokokai, Batik Indonesia yang Bersatu dengan Kebudayaan Jepang

Batik Indonesia tidak pernah ada habisnya untuk dibahas dan ditelusuri lebih dalam mengenai sejarah dan filosofinya. Setaip motif batik memiliki arti dan sejarah yang sangat menarik untuk terus diikuti dan diteliti. Sebagaimana Yang akan kita bahas hari ini mengenai batik kesukaaan kami yaitu, Batik Jawa Hokokai. Benar sekali, batik ini mendapatkan pengaruh dari Jepang yang pada waktu itu sempat menjajah negeri kita Indonesia, namun kita lihat sisi baiknya, motif baik istimewa yang membuat Indonesia memiliki satu lagi motif batik yang langka.

Batik Jawa Hokokai muncul sejak adanya pengaruh Jepang yang membawa dampak sangat besar bagi perkembangan pendewasaan sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Hal ini nampak pada perkembangan batik di pesisir utara pulau Jawa. Pada masa pendudukan Jepang dengan kondisi politik yang berubah-ubah, namun semangat masyarakat Pekalongan untuk tetap membuat batik tetap bertahan, bahkan melalui organisasi ekonomi Hokokai yang digerakan oleh Jepang telah dikembangkan batik dengan nama batik yang sesuai dengan nama organisasi tersebut yaitu Jawa Hokokai.

 Adapun dari pengalaman Hokokai tersebut setelah era kemerdekaan muncullah koperasi batik Pekalongan. Kemudian, dari koperasi inilah ide kreatif dari para pengrajin muncul untuk memenuhi tuntutan pasar yang ada. Ragam batik yang dihasilkan merupakan pengaruh lingkungan dan budaya. Batik di Pekalongan sendiri mencerminkan gambaran zaman yang melahirkan batik tersebut pada zamannya. Hal ini jika dibandingkan dengan batik yang berkembang di daerah Jawa Tengah seperti dari Surakarta dan Yogyakarta, batik Pekalongan memiliki pangsa pasar tersendiri dalam perkembangan batik Indonesia.

Pada umumnya masyarakat Pekalongan memiliki sikap terbuka dalam menerima pengaruh dari luar dan jauh dari pengaruh liberalis, sehingga keadaan ini berdampak pada motif batik Jawa Hokokai yang berkembang di Pekalongan. Batik Jawa Hokokai memiliki warna yang lebih variatif dengan penerapan pada obyek motif yang lebih kecil, sehingga jika dibandingkan dengan batik gaya Surakarta maupun Yogyakarta, gaya batik Jawa Hokokai nampak lebih rumit. Oleh karena kerumitannya memiliki tingkat

kesulitan yang lebih tinggi, maka tidak heran apabila batik Jawa Hokokai oleh sebagian orang berpendapat bahwa batik Jawa Hokokai sebaiknya diproduksi dengan menggunakan teknik printing, agar lebih cepat dalam proses produksinya. Di samping itu, tinggi rendahnya harga satu potong kain batik dapat dinilai dari beberapa segi, diantaranya adalah dari teknik pembuatannya, bahan yang digunakan maupun dari nilai historinya. Oleh karena teknik pembuatan batik Jawa Hokokai tergolong rumit, maka jumlah warna yang digunakannyapun ikut mempengaruhi nilai dan haga jualnya. Adapun kini dengan beragamnya warna dan motif kain batik yang sangat variatif, serta beragamnya fungsi kain batik tersebut namun batik Jawa Hokokai tetap memiliki peran tersendiri pada beberapa event salah satunya seperti pada peragaan busana.

Kain batik bermotif Hokokai ini dipasaran berkisar antara Rp 4.000.000-Rp. 7.500.000 lebih, tergantung dari motif dan pewarnaan yang digunakan. Harga tersebut terutama dipengaruhi oleh tingkat kerumitan motif, bahan, dan teknik pembuatan yang sangat rumit dan lama yang memakan waktu 1-3 bulan bahkan sampai 1 tahun. Dengan demikian, bila sudah menjadi sebuah baju tentu harga tersebut akan lebih tinggi. Karena konsumen tentu akan memilih penjahit yang terpercaya.

Bagaimana, masih penasaran mengenal lebih jauh tentang Batik Indonesia Jawa Hokokai? Sabar dulu ya, kita lanjutkan pembahasan tentang Batik Jawa Hokokai di artikel selanjutnya, biar lebih penasaran. Hehehe.

Terima Kasih Sudah Berkunjung dan Membaca, Selamat Berakhir Pekan.

Salam Hangat, Indonesian Batik

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , .

One Comment

  1. Pingback: Bangsa Yang Besar adalah Yang Mau Menghargai Pahlawan dan Kebudayaannya - Indonesian Batik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *