Mengenal Iwan Tirta, Designer Motif Batik Indonesia Klasik untuk Dunia

Sekitar 150 batik dan lebih dari 6000 desain batik indonesia dan kerajinan tangan koleksi karya asli dipamerkan di Museum Tekstil, Jakarta, dari 21-25 Juni 2013. Benar sekali, koleksi itu adalah milik maestro batik terkenal bernama Iwan Tirta. Iwan Tirta lahir di Blora, Jawa Tengah, 18 April 1935. Adalah seorang perancang busana asal Indonesia yang sangat dikenal melalui rancangan-rancangan busanannya yang menggunakan unsur-unsur batik.

Iwan yang memiliki nama lengkap Nusjirwan Tirtaamidjaja lahir dari pasangan Sunda dan Minangkabau. Ayahnya, Mohamad Husein Tirtaamidjaja, adalah mantan anggota mahkamah agung. Setamat dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Iwan mengambil gelar master hukum di Yale University, Amerika Serikat, dan kemudian di London School of Economics.

Ketertarikannya kepada batik muncul disaat Iwan menerima dana hibah dari John D. Rockefeller the Third untuk mempelajari tarian keraton Kasunanan Surakarta. Sejak itu hingga akhir hayatnya, Iwan mengembangkan batik khas Indonesia, mulai dari pendidikan batik, penelitian hingga promosi ke mancanegara. Iwan juga mengembangkan filsafat batik Indonesia.

Desain batik Iwan Tirta adalah desain yang memiliki detail dan kualitas yang sangat tinggi. Ketelitian dan ketekunan yang membuat motif batiknya menjadi sangat terkenal. Pada tahun 1996, Iwan Tirta mendapat tugas merancang 18 desain batik untuk dikenakan sebagai kemeja 18 Kepala Negara Anggota APEC sewaktu konfrensi di Jakarta. Kemudian masih di tahun yang sama, pada tanggal 7 Juni, Irwan Tirta menerbitkan sebuah buku berjudul “Batik A Play of Light and Shades” yang diterbitkan oleh Gaya Favorit Press di Jakarta. Hingga tahun 2000, Iwan Tirta banyak diminta untuk membuat rancangan desain hotel terkemuka, bahkan interior pesawat Garuda dan seragam pramugarinya juga pernah didesain oleh Iwan.

Selain di dalam negeri, Iwan Tirta juga sering diminta menyelenggarakan pameran batik pada kunjungan kepala negara asing ke Indonesia, seperti Ratu Juliana dari Belanda, Ratu lizabeth II dari Inggris, Raja Husein dari Jordania, Presiden dan Nyonya Reagan dari Amerika, dan negara-negara lainnya.

Dalam rentang tahun 2000 – 2003 bekerja sama dengan dinas perindustrian, beliau datang ke berbagai tempat pembatikan di seluruh indonesia dan mendokumentasikannya. Beliau juga memberikan bimbingan dan pelatihan untuk mengembangkan batik indonesia agar semakin dikenal masyarakat baik nasional maupun internasional.

Pada tahun 2003, dia mulai mendirikan perusahaan baru dengan nama PT Iwan Tirta Private Collection. Beberapa koleksinya hadir di mal dan berkembang jadi produk komersial. Berbagai desain batik yang dia buat sangat berkualitas hingga membuat namanya banyak dikenal masyarakat luas.

Pada tahun 2007, Iwan sempat terpuruk dan sakit. Dari ceritanya, diketahui kalau Iwan mulai menyadari dirinya sudah tua dan seorang diri. Tahun 2007, Iwan Tirta mengadakan sebuah pagelaran dengan judul “Retropeksi Iwan Tirta-Tading Gendhing.” Dalam pagelaran ini Irwan Tirta ingin meletakkan kembali posisi batik ke dalam konteks kebudayaan bahwa batik tetaplah menjadi sebuah jati diri Indonesia. Irwan tirta mengingatkan kita semua akan kekayaan budaya Indonesia yang sering kita abaikan, batik.

Presiden Joko Widodo atas nama negara memberikan Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma kepada Nusjirwan Tirtaamidjaja. Acara penyematan berlangsung di Istana Negara. Jakarta, 13 Agustus 2015.

Pada tanggal 31 Juli 2012, Iwan Tirta menghembuskan nafas untuk yang terakhir kalinya. Namun demikian, Iwan Tirta telah banyak meninggalkan karya-karya batiknya. Iwan Tirta telah melalang buana ke seluruh penjuru dunia dan mengharumkan nama Indonesia dengan membawa nama batik sebagai suatu karya seni kebanggaan bangsa. Ini merupakan suatu amanah bagi kita, rakyat Indonesia, untuk terus melestarikan batik.

Berbagai desain batik karya Iwan tirta masih bisa kita nikmati dan kita dapatkan di situs resmi milik beliau. Meskipun beliau telah meninggal dunia, namun desain dan karya batiknya menjadi inspirasi kepada generasi muda untuk tetap berkarya dan mengembangkan batik sampai seluruh dunia.

Terima Kasih Sudah Berkunjung dan Membaca

Salam Hangat, Indonesian Batik

-prajnaparamita-

Posted in Fashion Batik, Tokoh Batik and tagged , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *