Penggunaan Batik Indonesia Motif Kawung dalam Lingkup Keraton

Kami sendiri heran ketika mengerjakan skripsi, menulis satu paragraf saja terasa harus bertapa dulu dan semedi selama berpuluh hari. Tetapi ketika membuat artikel untuk Indonesian batik, dalam sekejap tangan serasa bergerak sendiri mengikuti pikiran. Semoga yang belum selesai skripsinya segera diselesaikan trus langsung menuju ke KUA. Kami ikut berdoa semoga dosen pembimbing kalian nanti waktu menguji sedikit ngantuk. Eh.

Hari ini kita masih membahas motif batik Kawung yang merupakan Batik Indonesia asli. Serius, asli Batik Indonesia. Kali ini kita akan membahas mengenai penggunaan motif batik Kawung di lingkungan keraton. Namun mungkin tidak semua keraton memiliki aturan yang sama. Karena sekarang motif kawung bisa dipakai oleh siapa saja.

Penggunaan motif kawung dikenakan atau yang berhak mema-kainya adalah para abdi kraton (abdi yang kinasih dan dekat dengan raja serta keluarga raja). Abdi dalam hal ini adalah seseorang yang memiliki derajat rendah (emban, punakawan pengiring para ksatria), motif kawung juga digunakan oleh orang yang memiliki derajat tinggi atau tingkat punggawa kraton (tumenggung) dalam lingkup keraton. Adapun penggunaan tiap-tiap motif kawung adalah, sebagai berikut:

1. Kawung Sari

Sari memiliki arti inti, pokok atau dalam bahasa Jawa disebut dengan istilah “pathi”. Motif kawung Sari ini yang berhak menggunakan adalah abdidalem kraton yang kinasih, terutama abdidalem perempuan yang disebut dengan istilah emban. Dalam dunia pewayangan motif kawung sari digunakan oleh abdi dalem yangbernama Cangik dan Limbuk, dua tokoh abdi dalem bisa muncul untuk mengiringi para permaisuri dan putri raja.

2. Kawung Sekar Ageng

Kawung ini dinamakan Sekar Ageng, dikarenakan motifnya berbentuk bunga (kembang, sekar) yang berukuran besar (ageng). Motif kawung Sekar Ageng digunakan oleh abdidalem perempuan yang kinasih dan dekat dengan raja serta keluarga raja. Abdidalem perempuan yang disebut emban di dalam tokoh pewayangan adalah Cangik dan Limbuk.

3. Kawung Sen

Disebut juga dengan nama Kawung Gidril atau Bribil, yaitu mata uang logam terbuat dari bahan nekel, yang bernilai lima sen. Sen merupakan mata uang Indonesia ketika dijajah Belanda. Motif kawung sen biasa digunakan oleh abdidalem kraton yang memiliki tingkat kepangkatan tumenggung, digunakan dalam upacara atau kegiatan misalnya untuk menghadap raja.

4. Kawung Picis

Picis memiliki arti diiris-iris, arti lain dari picis adalah suatu tempat (wadah) seperti “cis” yang terdapat pada punggung gajah. Motif kawung Picis hanya digunakan oleh abdidakm yang kinasih, yaitu abdi kraton dari tingkat derajat rendah yang selalu dekat dengan raja dan keluarga raja. Pakaian tersebut hanya digunakan pada waktu menghadap raja atau keluarga raja. Dalam pewayangan kawung picis dipakai oleh para abdidalem ksatria, seperti Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong, serta Togog, Bilung.

5. Kawung Beton

Motif kawung beton digunakan oleh para abdi dalem kraton kinasih yang dekat dengan para putra raja (ksatria), terutama abdidalem laki-laki. Di dalam pewayangan digunakan oleh tokoh-tokoh punakawan yang artinya empat saudara, yaitu Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong.

6. Kawung Buntal

Digunakan oleh para abdidalem perempuan yang tingkatannya di atas para abdidalem derajat rendahan, dalam pewayangan motif kawung buntal dikenakan oleh tokoh emban yang selalu mengiringi raja.

7. Kawung Kembang

Kawung Kembang dipakai oleh para abdidalem perempuan yang lebih tinggi tingkatannya dari pada emban, yaitu dipakai oleh abdidalem juru rias kraton.

8. Kawung Seling

Motif kawung seling dipakai oleh para abdidalem perempuan yang tingkatannya lebih tinggi dari pada abdidalem rendahan

Penggolongan Batik Indonesia sangat banyak dan berbeda-beda, sulit untuk menentukan apakah ini termasuk motif kawung ataukah parang. Disamping itu motif klasik banyak yang beralih dan dimodifikasi menjadi motif kontemporer. Meskipun sulit menentukan sebuah motif batik, namun pasti ada perbedaan dan ciri khas yang ada pada setiap motif batik yang dibuat.

Itulah 8 penggunaan motif kawung pada lingkungan keraton, sayangnya tidak semua motif memiliki sample gambar yang menunjukkan penggunaannya, barangkali teman atau siapa saja bisa melengkapi di komentar di bawah, dengan senang hati kami persilahkan.

Sekian dulu, sampai bertemu besok dengan masih membahas motif batik kawung. hehehe.

Salam Hangat Indonesian Batik dari dinginnya lereng Lawu.

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *