8 Motif Kawung Gaya Surakarta, Batik Indonesia dari Abad ke-9

Selamat hari Senin Indonesian Batik lovers, sudah mulai bosan bahas batik kelihatannya. Semoga jangan cepat bosan seperti mantannya kalian ya. Kita tetap membahas batik ke depannya, karena namanya saja Indonesian Batik, kalau membahas yang lain nantinya dikira selingkuh. Tik..tok..tik..tok..Garing banget becandanya…

Hari ini masih artikel serius tentang motif batik yang ada hubungannya dengan wayang kulit purwa, yaitu motif kawung. Bagi yang baru membaca dan tahu motif kawung ini Batik Kawung adalah motif tua yang berasal dari tanah Jawa yang berbentuk seperti kolang-kaling disusun pada empat sudut persegi. Motif ini menurut catatan penelitian sudah ada sejak abad ke-9 dulu. Namun konon batik Kawung baru mulai berkembang pada jaman Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, yaitu tahun 1755 pada abad ke-18.

Karena kami juga belum lahir waktu itu, kita mencari sumber yang kredibel, dan sampai 3 artikel. Kita bahas dulu dari yang pertama, 8 Motif Kawung yang bergaya Surakarta dan dipisahkan berdasarkan jenisnya yaitu sebagai berikut.

Terdapat beberapa jenis motif kawung gaya Surakarta yang memiliki unsur motif, sebagai berikut:

1. Unsur motif Kawung Sari

Terdiri dari ornamen utama yang berbentuk bulatan lonjong, dan pada setiap bagian motif kawungnya. diberi bentuk garis yang membelah menjadi dua bagian seolah-olah menyerupai bentuk buah kopi pecah. Sehingga motif kawung ini sering juga disebut dengan istilah Kawung Kopi. Ornamen utama yang terdiri dari empat bulatan lonjong disusun berdasarkan garis miring yang silang atau garis diagonal miring, juga disusun dengan bentuk garis lurus yang horizontal maupun vertikal. Bentuk garis-garis tersebut seolah-olah seperti tanda silang pada bentuk visual dari motif kawung. Komposisi warna pada bentuk motif kawung ini terdiri dari warna putih, putih kekuningan, pada ornamen utama, merah soga sebagai warna konturnya, sedangkan warna hitam untuk memberi warna latar dalam motif Kawung Sari.

2. Bentuk Kawung Sekar Ageng

Terdiri dari unsur ornamen utama berbentuk empat bulatan lonjong yang telah mengalami perubahan menjadi bentuk agak persegi atau bujur sangkar. Pada setiap ornamen utamanya terdapat tiga buah garis (sawut) serta diikuti tiga buah titik (cecek). Bentuk tersebut dalam istilah batik sering disebut dengan istilah cecek sawut. Unsur motif kawung ini juga terdapat isen motif berupa empat bentuk belah ketupat kecil sebagai variasi dalam komposisi bentuk visualnya. Sedangkan komposisi warna terdiri dari warna putih, putih kekuningan sebagai warna pada ornamen utama, merah soga untuk memberi warna kontur motif dan isen motif, serta warna hitam merupakan latar pada motif Kawung SekarAgeng.

3. Bentuk Kawung Sen

 terdiri dari ornamen utama yang berbentuk empat bulatan lonjong yang dikomposisikan utama disusun dengan arah sudut miring berbentuk diagonal yang seolah- olah motif Kawung dibatasi oleh garis lengkung. Komposisi warna pada motif Kawung Sen terdiri dari warna putih, putih kekuningan sebagai warna pada ornamen utama, hitam sebagai warna kontur serta merah soga untuk memberi warna latar pada motif Kawung Sen.

4. Bentuk Kawung Pecis

Terdiri dari ornamen utama berbentuk bulatan lonjong, dan ukurannya lebih kecil apabila dibandingkan dengan ornamen utama pada Kawung Sen serta bentuk motif batik pada Kawung Pecis agak persegi lonjong. Isen motif Kawung Pecis terdiri dari dua buah titik (cecek) yang terdapat di dalam ornamen utama. Motif Kawung Pecis disusun berdasarkan garis miring silang atau berbentuk jajaran genjang diagonal, seolah-olah komposisi motif Kawung Pecis dibatasi oleh garis-garis silang pada keempat bentuk ornamen 5. Bentuk Kawung Beton terdiri dari unsur ornamen utama yang berbentuk bulatan lonjong seperti bentuk biji pada buah nangka. Biji buah nangka dalam masyarakat Jawa disebut dengan istilah Beton, sehingga motif ini dinamakan Motif Kawung Beton. Bentuk ornamen pada motif ini dengan ukuran sangat besar apabila dibandingkan dengan Kawung Pecis maupun Kawung Sen, serta agak bulat, tetapi masih dalam keadaan lonjong. Isen motif yang terdapat pada ornamen utama berupa cecek (titik) dengan ukuran yang besar serta di tengah-tengahnya terdapat bentuk lingkaran kecil. Bentuk lingkaran ini membelah menjadi empat bagian seolah-olah ornamen utamanya dilalui garis silang. Komposisi warna pada motif Kawung Beton terdiri dari warna putih, putih kekuningan sebagai warna pada ornamen utama, hitam sebagai warna kontur, sedangkan merah soga untuk latar motif Kawung Beton.

5. Bentuk Kawung Semar

terdiri dari unsur ornamen utama yang berbentuk empat bulatan lonjong dengan ukuran besar seperti pada Kawung Beton, tetapi di dalam ornamen utamanya terdapat bentuk bulatan lonjong dengan ukuran yang lebih kecil. Isen motif pada Kawung Semar terdiri dari bentuk cecek (titik) yang terdapat pada lingkaran di dalam bulatan Kawungnya. Di tengah-tengah ornamen utama terdapat isen motif yang berbentuk belah ketupat yang diisi dengan cecekcecek (titik-titik) serta beberapa titik berbentuk sederetan yang melingkar. Komposisi warna pada motif Kawung Semar terdiri dari warna putih, putih kekuningan sebagai warna pada ornamen utama, merah soga untuk latar warna motif serta warna hitam sebagai kontur.

6. Bentuk Kawung Buntal

 Terdiri dari ornamen utama yang berbentuk campuran dari Kawung Pecis dipadu dengan motif bunga. Motif bunga yang terdapat pada Kawung Buntal berupa bunga kenikir, sehingga bentuk dari campuran motif tersebut menjadi ciri khas pada motif Kawung Buntal. Isen motif batik pada Kawung Buntal terdiri dari bentuk bulat lonjong kecil yang terbagi menjadi dua bagian diletakkan dalam ornamen utamanya, serta bentuk belah ketupat dengan ukuran kecil, sedang, dan agak besar diletakkan pada tengah-tengah ornamen utama. Komposisi warna pada motif Kawung Buntal terdiri dari warna putih, putih kekuningan sebagai warna kawung, merah soga untuk warna latar pada Kawung Buntal serta hitam sebagai warna kontur dan latar pada motif bunga kenikir.

7. Bentuk Kawung Kembang

 Terdiri dari ornamen utama yang berbentuk empat bulatan lonjong dibuat menyerupai bentuk bunga (kembang), sehingga motif ini dinamakan Kawung Kembang. Ornamen utama yang terdiri dari bulatan lonjong terdapat isen motif berbentuk garis diletakkan pada setiap ujung bulatan kawung. Di tengah-tengah antara bulatan kawung satu dengan yang lainnya terdapat isen motif yang berbentuk deretan titik dengan arah melingkar, serta membentuk lingkaran yang kecil dan empat titik yang berada di luar lingkaran tersebut. Komposisi warna pada motif Kawung Kembang terdiri dari warna putih, putih kekuningan sebagai warna ornamen utama, merah soga sebagai warna kontur dan hitam untuk warna latar pada motif Kawung Kembang.

8. Bentuk Kawung Seling

 Terdiri dari ornamen utama yang berbentuk hampir sama dengan Kawung Kembang, yaitu bentuk bulatan lonjong diselingi dengan bentuk bunga. Tetapi ukuran serta variasi kembangnya tidak sama serta dibuat dengan perbedaan warna yang menyolok. Isen motif pada Kawung Seling terdiri dari isen titik yang dibentuk seperti garis (sawut), diletakkan pada motif kembang. Sedangkan di dalam motif utama di beri isen dua titik pada tiap-tiap bulatan (kawung]. Komposisi warna pada Kawung Seling terdiri dari warna putih sebagai warna pada ornamen utama, hitam sebagai warna motif bunga dan kontur, merah soga untuk warna latar pada motif Kawung Seling.

Batik Motif Kawung merupakan salah satu yang memiliki banyak variasi sejak zaman dahulu kala. ditambah lagi dengan adanya batik kontemporer yang lebih memiliki warna dan detai yang beragam. Batik Kawung gaya Surakarta masih terjaga motifnya sampai sekarang namun sedikit susah untuk menemukan motif yang benar-benar original.

Demikian bagian satu tentang motif klasik kawung berdasarkan jenisnya yang terbagi menjadi 8 jenis, mungkin ada variasi dari daerah lain yang memiliki nama yang berbeda. Namun semua itu adalah warisan kebudayaan yang diwariskan sejak zaman dahulu di negara kita tercinta Indonesia. Semoga kita dapat menjaga keaslian dari motif-motif batik klasik yang sedikit demi sedikit mulai dilupakan.

Terima Kasih Sudah Berkunjung dan Membaca di Indonesian Batik

Salam Hangat, Selamat Petang

-prajnaparamita-

Posted in Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *