Mengenal dan Memahami Motif Batik Babon Angrem, Warisan Budaya yang Sudah Diakui Dunia

Motif Batik Indonesia begitu beragam dan bervarisasi, bahkan memiliki filosofi yang berbeda-beda tergantung motif batik tersebut. Dan pada tanggal 2 Oktober 2009, Batik Indonesia telah memperoleh pengakuan dari UNESCO dalam Daftar Representatif sebagai Budaya Tak-benda Warisan Manusia (Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity) dalam Sidang ke-4 Komite Antar-Pemerintah tentang Warisan Budaya Tak-benda di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Kedua motif batik yang diakui dalam pertemuan itu adalah motif Babon Angrem dan Udan Liris. UNESCO mengakui batik Indonesia bersama dengan 111 nominasi mata budaya dari 35 negara, dan memasukkannya dalam Daftar Representatif 76 mata budaya.

Motif batik Babon Angrem adalah motif klasik, tidak banyak yang tahu siapa yang menciptakan motif tersebut. Namun diduga ini adalah salah satu warisan kerajaan Mataram yang turun temurun diwariskan selama berbagai generasi.

Dalam adat Jawa, setiap batik memiliki nilai filosofis tersendiri yang berbeda-beda, bahkan sang pembatik kadang harus menjalani laku nyepi dan bermeditasi untuk mendapatkan inspirasi motif yang akan mereka buat. Seni membatik bukan hanya sekedar melukis malam ke kain putih kemudian dijual. Seni membatik lebih ke kesabaran dan ketelitian sang pembatik untuk menghasilkan karya yang luar biasa.

Seperti juga motif batik Babon Angrem ini, filosofinya adalah menurut orang Jawa, Babon adalah induk ayam dan Angrem berarti sedang mengerami telurnya. Berati motif Babon Angrem menurut etimologisnya adalah Induk Ayam yang sedang mengerami telurnya. Dan untuk filosofinya, ketika induk ayam sedang mengerami telurnya, maka  siapapun yang mendekat induk ayam akan berubah menjadi lebih protektif demi melindungi telurnya. Sama dengan ketika seorang Ibu mengandung anaknya, maka sepenuh hati dan sekuat tenaga melindungi anaknya agar tidak sampai terjadi apa-apa. Selain itu makna dari Motif Babon Angremini adalah sebuah permohonan keturunan sebagai penyambung sejarah. Digambarkan dari seekor ayam yang membutuhkan waktu yang cukup lama agar telurnya menetas sempurna.

Maka dari itu dalam adat Jawa Motif Batik babon angrem biasanya digunakan ketika acara mitoni atau ketika acara kelahiran. Batik ini memiliki pola geometris dengan tambahan flora dan fauna, dan berkembang pada abad XVIII. Dalam motifnya terdapat ilustrasi dua unggas yang berhadap-hadapan dan ada isen-isen ukel sebagai motif tambahannya. Batik ini termasuk semenan latar hitam yang cocok untuk dipakai orang dewasa.

Dalam acara mitoni, batik ini menunjukkan kasih sayang seorang ibu dalam adat jawa yang rela bertaruh nyawa untuk kelangsungan hidup anaknya yang masih berada di dalam kandungan. Motif batik ini masuk dalam kategori medium untuk corak dan motif pembatikannya.

Sebagai salah satu warisan budaya dunia, setidaknya kita sebagai generasi selanjutnya paling tidak melestarikan sejarah batik dan filosofinya agar tidak hilang dan tidak luntur dimakan usia dan modernisasi.

Sekian mengenai Motif Batik Babon Angrem, Terima kasih Sudah Berkunjung

Salam, Indonesian batik

-prajnaparamita-

Posted in Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

2 Comments

  1. Pingback: Unik, Melihat Kembali Kenangan Pernikahan Adat Jawa Tahun 80-an - Indonesian Batik

  2. Pingback: Melihat Indonesia Lebih Dekat Bersama Berbagai Motif Batik Klasik - Indonesian Batik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *