Nelson Mandela dan Batik, Kisah Cinta Pada Batik Indonesia

Setelah kita membahas Presiden Kedua Indonesia Bapak Soeharto dan kisah cintanya dengan batik, kita move on ke tokoh yang sangat luar biasa menginspirasi. Tidak tanggung-tanggung seorang tokoh terkenal yang anti apartheid, pejuang perdamaian dan anti diskriminasi ras, Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela. Dengan bangga akan kita bahas sebagai inspirasi dan true story bagaimana seorang Nelson Mandela jatuh cinta kepada batik Indonesia.

Berbeda dari Presiden Soeharto, Mandela totalitas dalam menggunakan batik di segala kunjungan kenegaraan, sampai ke kunjungan PBB beliau juga menggunakan batik sebagai pakaian kebesaran dan kesayangan beliau.

68382.ngsversion.1422284004261.adapt.1900.1

Kisah Soeharto dan Nelson Mandela

Seorang Nelson Mandela adalah pejuang anti apartheid yang terkenal, beliau bahkan sempat dipenjara karena menentang diskriminasi ras. Ketika beliau keluar dari penjara di Pulau Roben. Saat itu beliau masih harus terus berjuang untuk menghilangkan diskriminasi ras yang masih sering terjadi di Afrika Selatan. Dan beliau bermaksud untuk meminta dukungan kepada Pemerintah Indonesia untuk perjuangannya menghilangkan apartheid di negerinya. Pemerintah Indonesia langsung menyetujuinya, ketika itu Presiden Soeharto yang masih berkuasa.

Kecintaan seorang Nelson Mandela berawal ketika beliau berkunjung ke Indonesia sebagai wakil kongres Nasional Afrika pada tahun 1990, dan disambut oleh Presiden Soeharto. Sebagai cinderamata atas kedatangan Nelson Mandela, pemerintah Indonesia memberikan batik sebagai cinderamata. Dukungan Indonesia kepada Nelson Mandela dan anti apartheid membuat Mandela tersanjung dan kembali berkunjung ke Indonesia pada tahun 1997, ketika itu beliau sudah menjabat sebagai Presiden Afrika Selatan.

Yang menarik, Presiden Nelson Mandela memakai batik sebagai pakaian kenegaraannya, yang pada waktu itu bahkan Presiden Soeharto terkejut karena beliau sendiri memakai setelan jas lengkap untuk menyambut Mandela. Sejak saat itu Nelson Mandela selalu memakai batik untuk kunjungannya ke berbagai negara. Menurutnya proses dan pembuatan batik yang rumit  merupakan sebuah hal yang sama dengan bagaimana Mandela berjuang.

1386287035000-MANDELA-1080

Batik dan Afrika Selatan

Sejak saat Mandela menggunakan batik sebagai pakaian kenegaraan, masyarakat afrika selatan cenderung enggan memakai batik karena segan dengan seorang Nelson Mandela yang dianggap orang besar yang berjasa bagi perjuangan membebaskan Afrika Selatan dari apartheid. Maka batik disebut oleh mereka sebagai Madiba’s Shirt, karena masyarakat menyebut Nelson Mandela sebagai Madiba.

Pada saat itu Nelson Mandela menggunakan batik rancangan Iwan Tirta, maestro batik asal Indonesia yang juga jatuh cinta pada batik dan mewujudkan cintanya lewat motif-motif batik yang sangat elegan dan teliti. Dan untuk Mandela pun Iwan Tirta hanya membuat satu motif yang spesial untuk seorang Nelson Mandela.

Dalam perkembangannya para designer Afrika Selatan mulai membuat desain batik untuk Mandela karena jauhnya jarak untuk sekedar berburu batik di Indonesia. Saat ini batik sudah berkembang di Afrika Selatan, meskipun proses dan pembuatannya tidak serumit di Indonesia dan motifnya kebanyakan disamakan dengan budaya setempat.

Sebagai orang besar, yang bahkan sangat besar, Nelson Mandela adalah tokoh Internasional yang memperkenalkan batik kepada dunia. Tanpa disuruh dan tanpa perlu di endorse. Beliau adalah contoh nyata bagaimana sayangnya beliau kepada batik Indonesia sehingga pada saat beliau meninggal dunia, baju batik terakhir yang ia kenakan adalah baju batik Indonesia. Simbol kedekatan Indonesia dan Afrika Selatan dengan batik kesayangan Mandela.

Apabila dibandingkan dengan pejabat Indonesia atau masyarakat Indonesia sendiri yang memakai batik hanya ketika ada acara besar, ke kondangan atau pernikahan. Nelson mandela memakai batiknya sehari-hari. Merupakan tamparan keras kepada masyarakat Indonesia sendiri yang enggan memakai batik karena idealisme pribadi atau bahkan malu disebut kuno.

Mainmu kurang jauh nak, kopimu kurang pahit.

Ini juga sebagai inspirasi dan motivasi untuk kami sendiri yang mungkin hanya masih mencintai batik lewat omong kosong.  Kaya admin.

Dari sini paling tidak kita tahu bahwa di luar sana, Indonesia adalah negara yang besar, jangan sampai perjuangan Nelson Mandela hanya menjadi dongeng ketika anak kita tidur, namun jadikan itu sebagai semangat baru untuk lebih mencintai budaya sendiri dan melestarikan batik lewat bukti nyata.

Thank You Nelson Mandela, respect for you and South Africa from Indonesia

Regards, Indonesian Batik

-prajnaparamita-

Posted in Tokoh Batik and tagged , , , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *