Bapak Soeharto, Presiden Indonesia yang Membatik Dunia

Sebagai negara yang memiliki kebudayaan yang beraneka ragam dari pakaian, adat dan tradisi yang sudah turun temurun dari dahulu kala harus terus menerus dipertahankan. Bukan hanya mantan yang dipertahankan, tetapi salah satunya adalah batik tulis. Jauh sebelum kita berada pada zaman milenium ini, kita back to the future untuk melihat tokoh yang melestarikan batik bahkan memperkenalkan ke seluruh penjuru dunia.

Sebelumnya, karena pembahasan kita tentang perkembangan kebudayaan batik pada era Presiden Soeharto, untuk itu tidak perlu untuk membahas selain yang berhubungan dengan batik, terutama politik. Karena tidak bisa kita mencampur adukkan kebudayaan dengan substansi yang lain yang kita sendiri tidak paham.

 

Perkenalkan, Bapak Presiden Soeharto, presiden ke-2 Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang selama 32 tahun memimpin Indonesia. Bagi sebagian orang memang hanya karier politiknya yang terkenal, namun dibalik semua itu ada hal yang menurut kami sangat membanggakan. Terserah pendapat kalian, dalam pandangan kami beliau adalah pahlawan batik. Untuk membuktikan bahwa beliau adalah seorang yang juga jatuh cinta dengan batik, sampai membatikkan sebagian besar dunia, lets check it out.

Beliau mulai memakai batik ketika menyambut kunjungan dari luar negeri dan kunjungan kenegaraan dari negara tetangga. Karena beliau dan Ibu Tien Soeharto adalah keturunan Jawa yang sangat dekat dengan budaya batik. Seperti saat menjamu kedatangan Perdana Menteri Australia Gough Whitlam di Jogjakarta tahun 1974. Saat itu Bapak Whitlam merupakan sahabat dekat Presiden Soeharto, dan Istri beliau Ibu Tien Soeharto membuatkan baju batik khusus untuk Mr. Whitlam dan pembantu Ibu Tien yang mengawasi pembuatan batik itu berkata “Eksklusif!”

083857100_1443757501-6

Batik itu spesial, mengapa? Bagaimana tidak tubuh Mr. Whitlam yang setinggi 2,4 meter itu sangat tinggi sehingga bukan karakter orang indonesia yang tidak sampai setinggi itu sedikit susah untuk dibuatkan baju batik. Mr. Whitlam memakai yang berlengan panjang ketika mengunjungi Candi Borobudur, dan lengan pendek  ketika meninggalkan Jogja untuk pulang. Dan pembuatannya ketika lengan panjang membutuhkan kain 5 meter, sedangkan lengan pendek membutuhkan batik 3,5 meter, ketika kain batik hanya sekitar 2,5 meter.

Begitu pula dengan presiden Amerika Serikat Ronald Reagan dan ibu negara Lady Nancy Reagan pada 29 April sampai 2 Mei1968, Presiden Soeharto juga memakaikan batik kepada beliau bersama istrinya ketika berkunjung ke Bali. Selain itu banyak pejabat negara tetangga yang juga Presiden Soeharto sarankan untuk menggunakan batik ketika berkunjung ke Indonesia. Seperti ketika beliau memberikan cinderamata kepada Perdana Menteri Kanada Pierre Elliot Trudeau. Atau Perdana Menteri Australia saat itu juga sering datang ke Indonesia untuk melakukan kunjungan atau hanya pembicaraan tidak resmi dengan Presiden Soeharto. Sejah saat itu batik mulai terkenal dan dikenal dunia sebagai budaya khas Indonesia meskipun sebelum itu batik memang sudah menjadi budaya tradisi turun temurun.

Did You Know?

Motif batik yang dipakai oleh Presiden Reagan adalah motif batik Sidoluhur

 

Meskipun begitu, Presiden Soeharto belum memakai batik saat kunjungan ke luar negeri. Namun ketika menjadi tuan rumah di negara sendiri, hampir semuanya “dibatiki” oleh presiden Soeharto, seperti para astronot peluncur satelit palapa, dan hampir semua pemimpin ASEAN juga pernah dibatiki oleh beliau.

Dan pada puncaknya ketika tahun 1994, di Bogor Jawa Barat. Dengan bantuan desaigner batik terkenal Iwan Tirta membuat 17 kepala negara peserta APEC semuanya memakai batik. Dengan motif sesuati negara masing-masing dengan kombinasi corak sentuhan etnis Jawa menjadikan konferensi itu semakin berkesan bagi masyarakat Indonesia. Termasuk Presiden Amerika saat itu Mr. Bill Clinton sebagai presiden kedua Amerika yang “dibatiki” oleh Presiden Soeharto. Selain itu ada juga Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew yang merupakan sahabat dekat Presiden Soeharto ketika kunjungan ke Indonesia memakai batik dan terlihat sangat elegan.

Indonesia's President Suharto shakes hands with Singapore's Prime Minister Lee at Halim Perdana Kusuma Airport in Jakarta

Sejak itu, atas jasa dan ide Presiden Soeharto, telah menjadi tradisi di setiap KTT APEC berikutnya di Indonesia semua kepala negara yang hadir akan memakai pakaian nasional tuan rumah saat foto bersama saja, tetapi tidak saat melakukan pembicaraan resmi. Beda dengan batik yang dipakai pada KTT APEC II di Bogor itu, yang dikenakan saat acara serius sekaligus pada acara foto bersama.

PakHartoBatik3

Secara tidak langsung Presiden Soeharto telah mencoba mempromosikan batik sebagai identitas asli masyarakat Indonesia yang beliau perkenalkan kepada seluruh dunia. Bukan sesuatu hal yang kecil menurut kami karena perkembangan batik apabila pemerintah yang melihat sebelah mata, percuma saja. Dengan begitu tradisi baru sebagai negara yang berbatik sudah sewajarnya apabila kunjungan kenegaraan bangsa lain akan mendapatkan pengalaman baru memakai batik sekaligus mendapatkan cinderamata asli Indonesia.

Presiden Soeharto tidak menggunakan batik ketika kunjungan ke luar negeri, mungkin agar bisa menghormati budaya negara lain yang sudah pasti memiliki kebudayaan tersendiri. Baru nantinya Presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela yang ikut jatuh cinta dengan batik sampai ke seluruh dunia yang akan kita bahas selanjutnya.

Sekarang Presiden Kedua Bapak Soeharto dan Istri yaitu Ibu Tien Soeharto sudah beristirahat dengan tenang di Astana Giribangun. Namun semangat memperkenalkan batik menjadi icon Internasional akan terus kita bawa sampai ke generasi selanjutnya.

Terima Kasih sudah meluangkan membaca, semoga kita juga bisa melestarikan dan mempromosikan batik Indonesia di mata dunia.

Jadi tetaplah bangga, tetap memakai batik meskipun tidak ada kondangan di sekitar kita.

Salam Hangat, Indonesian Batik

-prajna paramita-

 

 

Posted in Tokoh Batik and tagged , , , , , , , , , , , , , , , .

2 Comments

  1. Pingback: Nelson Mandela dan Batik, Kisah Cinta Pada Batik Indonesia - Indonesian Batik

  2. Pingback: Budaya Batik Praja Mangkunegaran di Desa Batik Girilayu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *