Batik Priangan, Tradisi Seni Kerajaan Tarumanegara

Secara umum, batik Priangan menunjuk pada identitas karya batik yang berkembang di wilayah Priangan, Jawa Barat, dan Banten. Rumpun batik ini bercirikan corak atau ragam hias yang kaya, yang terinspirasi peristiwa sejarah, flora – fauna, dan tata nilai sosial budaya. Warna – warnanya cerah, cenderung terang pancarannya.

Kerajaan Tarumanegara di Jawa Barat dianggap sebagai salah satu kerajaan tertua di Indonesia. Nama kerajaan itu diambil dari nama tanaman perdu yang menghasilkan warna biru indigo, yaitu pohon tarum.

Karena batik Priangan sejak awal menggunakan warna indigo, maka diduga batik sudah ada pada zaman itu, yaitu sekitar 1.000 tahun yang lalu. Batik asal Tasikmalaya secara umum memiliki karakter yang kuat dan berbeda dengan batik asal Jawa tengah. Batik Tasikmalaya lebih menggunakan warna yang cerah, seperti merah, hijau, dan biru. Motif batik Tasikmalaya punya tiga motif yang terkenal versi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Batik Sukapura, Batik Sawoan, dan Batik Tasik.

Batik-tasikmalaya-merak-ngibing
Masih banyak  motif  batik Tasikmalaya lainnya, seperti akar, antanan, balimbing, guci latar batu, lancah tasik, sente, rereng daun, peuteuy papangkah, tsunami udey, gunung kawi, kadaka, lamban samping, lancah sawat ungu, rereng orlet, rereng sintung, manuk rereng peutey selong, manuk latar sisik, merak latar haremis, parang, sidomukti payung, sisit naga, taleus sukaraja, dan turih wajit.

Suatu teknik batik unik dipraktikkan orang Sunda pada awal abad ke-20. Untuk upacara adat yang dinamakan “simbut”, ditenunkan khusus kain yang diberi motif batik. Bagian – bagian kain yang ingin dijaga tetap putih,  ditutup adonan kental beras ketan dan air gula. Adonan kental ini ditorehkan ke kain dengan sebatang bambu atau jari tangan untuk membentuk motif – motif. Proses ini disebut “nulis”.

Setelah torehan kering, cairan zat pewarna alami merah atau biru dioleskan pada permukaan kain. Begitu kerak adonan dikerok, terjadilah motif – motif putih pada kain adat yang digunakan juga sebagai maskawin.

Para pembatik Jawa Barat berkonsentrasi di beberapa tempat yang hingga kini tetap dihormati sebagai sentra – sentra penggiat batik khas Priangan, yaitu : Garut, Tasikmalaya, Sukapura, Indramayu dan Cirebon.

Motif – motif yang sudah menjadi ciri karya pembatik Priangan antara lain : Merak Ngibing, Merak Menari, Mojang Geulis, Kutaraja, Doblang, Buluhayam Jagad, Curat Manggu, Lereng Tuding, Limar Isen, Sidang Belut, dan Pegatmaru.

 

Salam Indonesian Batik

-prajnaparamita-

https://web.facebook.com/indonesianbatik.id/

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *