Canting, Alat Membatik Tradisional [ Bagian II ]

Seperti lanjutan Film Seri Walking Dead yang selalu Same Day At The US, maka kami dengan senang hati akan melanjutkan membahas tentang canting untuk sub bagian penggunaan dan fungsinya. Terima kasih telah membaca bagian pertama disini, apabila belum paham atau ingin menuliskan sesuatu silahkan pm admin. Jangan lupa subscribe kita di youtube atau di sini juga boleh asal ikhlas dan tidak meminta bayaran, karena saya yakin kalian bukan pembaca bayaran. :p

Ok, Skip..skip..

Setelah kita membahas definisi canting dan cara pembuatanntya di bagian 1, selanjutnya kita bahas pembagian canting berdasarkan fungsi dan pemakaiannya, langsung to the point saja keburu ada makhluk astral berkeliaran.

“Mas..mas..saya ikutan bahas lagi mas…”

“Noh kan muncul, pantesan bau menyan dari tadi”

Canting Menurut Fungsinya

Canting Reng-rengan

Reng adalah pola pertama yang dibuat dalam pengerjaan batik. reng rengan juga dapat diartikan sebagai kerangka utama. Orang yang membuat reng disebut ngerengreng. biasanya canting reng digunakan untuk membuat pola awal. Batikan awal hasil mencontoh pola desebut polan. Canting reng bercucuk tunggal.

Sebagai ilustrasi adalah gambar di bawah ini..Owh gambarnya sudah di atas…hehehe.

Canting Isen

Canting isen adalah canting yang digunakan untuk mengisi bidang batik, maupun mengisi pola utama (polan). Canting isen biasanya bercucuk kecil baik tunggal maupun rangkap.

Canting Blok

Canting blok adalah canting yang biasanya digunakan untuk ngeblok atau nembok. Biasanya memiliki diameter cucuk yang lebar sehingga malam yang keluar banyak dan dapat mempercepat proses pengeblokan malam..

 Baik canting isen maupun canting reng biasanya terdiri dari jenis maupun menggunakan canting yang sama. Semuanya tergantung kepada pembatik dan pola awal yang akan dibentuk batik.

Dari sekian banyak canting menurut fungsinya dapat kita simpulkan bahwa beragam alat yang digunakan untuk membuat berbagai macam motif batik, baik yang kontemporer maupun klasik. Dengan canting yang berbeda makan akan mendapatkan motif batik yang berbeda sesuai pakem atau pola yang sudah lebih dulu dibuat.

“Mas, kalo pake Canting di telinga kan ya mas ya?”

“Itu anting woii, besok periksa ke Mangunjayan aja deh yok..”

canting 3

Canting Menurut Ukuran Cucuknya 

Canting Cucuk Besar

 Canting cucuk besar memiliki diameter cucuk ujung yang besar sekitar 0.8-1 mm. Canting ini biasanya digunakan untuk ngeblok. Ngeblok berarti sebagian besar dari motif memiliki luas yang lebih besar daripada titik-titik yang berada pada motifnya.

Canting Cucuk Kecil

 Canting cucuk kecil memiliki diameter cucuk ujung yang besarnya sekitar 0.4-0.2 mm. Canting ini biasanya digunakan untuk isen karena bentuknya yang kecil. Namun terkadang canting cucuk kecil juga digunakan untuk membuat pola pada jenis batik yang memiliki tingkat kerumitan yang tinggi. Yang membuat kami heran, orang tua dan para pembatik sangat telaten dalam membuat motif yang rumit, dengan waktu yang lama mereka menyelesaikan sebuah batik.

 Canting Ukuran Sedang

 Canting cucuk sedang memiliki diameter cucuk ujung yang besarnya sekitar 0.5-0.7 mm. Canting ini biasanya digunakan untuk molani maupun isen. Penggunaan yang berbeda menuntut para pembatik untuk teliti dalam mengerjakan sebuah pola agar tidak terjadi kesalahan ketika menggunakan Canting.

“ Mas kalo salah nanti bisa di tip-ex ya mas?” 

“ Dikira ini bikin ujian nasional apa mas, ini karya seni..karya seni…”

Oke, selanjutnya kita bahas mengenai Canting berdasarkan banyak cucuknya, cucuk yang dimaksud adalah ujung canting yang mengeluarkan malam sebagai tinta membatik.

canting 6

Canting Menurut Banyaknya Cucuk

Canting Cecekan

 Canting cecekan bercucuk satu, biasanya memiliki ujung cucuk yang kecil. Canting ini digunakan untuk membuat cecek (titik). Selain untuk membuat cecek, canting ini juga digunakan untuk membuat garis-garis yang kecil.

Canting Loron 

Canting loron berasal dari bahasa jawa loro yang artinya dua. Canting ini memiliki mata cucuk dua yang bentuknya berjajar atas dan bawah. Canting ini digunakan untuk membuat garis rangkap. Di beberapa daerah, canting loron digunakan untuk membuat pinggiran (pola di ujung kain).

Canting Telon

Telon berasal dari bahasa jawa telu yang artinya tiga. Canting ini memiliki susunan bentuk mata cucuk segitiga sama sisi. Canting ini biasanya digunakan untuk membuat isen.

Canting Prapatan

Apabila dianalogikan, prapat – papat – empat. Prapat juga berasal dari bahasa jawa. Canting ini memiliki empat mata cucuk yang membentuk bujursangkar. Canting ini biasanya digunakan sebagai isen.

Canting Liman 

Liman untuk lima, canting ini bercucuk lima. Canting ini memiliki bentung bujur sangkar dengan satu titik di tengah. Biasa digunakan sebagai isen juga.

Canting Byok

Canting byok adalah canting yang memiliki ujung cucuk berjumlah tujuh atau lebih dari tujuh. Biasanya mempunyai bentuk lingkaran kecil yang terdiri dari titik-titik. Canting byok biasanya memiliki jumlah cucuk yang ganjil.

Canting Galaran / Canting Renteng 

Galaran berasal dari kata galar yang artinya tempat tidur dari bambu yang bentuknya membujur. Canting galaran biasanya memiliki ujung cucuk berjumlah genap, membujur dari atas ke bawah. Canting galaran biasa disebut dengan nama canting renteng.

Dengan demikian, tidak salah untuk UNESCO memberikan penghargaan kepada batik Indonesia karena berbagai kerumitan dan proses yang secara turun-temurun diwariskan kepada generasi selanjutnya. Sejenak saja kita berharap bahwa kita mampu mempertahankan dan memperluas penyebaran budaya batik agar menjadi lebih variatif, inovatif dan membanggakan Indonesia di mata dunia.

Akhirnya selesai juga dengan sub bagian canting saja yang seabrek, belum nanti tentang motif batik dengan berbagai motif dan daerah masing-masing. Akan kita bahas juga nantinya, Cuma pelan-pelan saja seperti lagunya Kotak. Kita nanti yang akan bahas berdua bersama makhluk dari dimensi lain yang lupa saya kenalkan bernama Mas Paijo.

“Saya Paijo, jomblo 29 Tahun, mencari jodoh yang kaya, cantik, dan baik hati…pm admin..”

 

“Waduh, saya juga ikutan nanti kalo ada, mau jadi istri kedua, yang kaya Chelsea Islan kalo ada, pm…”

 

Salam Hangat, Terima Kasih telah membaca.

 

Stay Tuned.

 

Indonesian Batik.

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , .

One Comment

  1. Pingback: Canting, Alat Membatik Tradisional [ Bagian I ] - Indonesian Batik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *