Edisi Bulan Ramadhan, Kembali Fitri Dengan 4 Motif Batik Pedalaman Pilihan

Bulan Ramadhan, bulan yang penuh hidayah dan ampunan bagi sebagian besar umat Islam di seluuh dunia. Begitu pula di pelosok-pelosok negeri kita tercinta, Indonesia, dengan segala ragam masyarakat dan keindahan budayanya. Sebagaimana batik, turut serta menghiasi khasanah budaya luhur yang menjadi identitas negeri ini.

Batik masih menjadi pilihan ketika kita berusaha memantaskan diri untuk beribadah kepada Allah S.W.T dengan pakaian yang baik pula. Seperti halnya ketika kita bertamu, memakai pakaian yang sopan nan elegan sudah menjadi tradisi masyarakat pedalaman, apalagi ketika beribadah kepada Tuhan, sudah barang tentu memakai pakaian yang baik dan bersih adalah sebuah kewajiban.

Oleh karena itu, kita akan membahas beberapa motif batik yang bisa kita pakai untuk semakin memperkuat iman kita dan menjalankan segala ibadah di bulan Ramadhan dengan lebih baik. Jadi, langsung saja, 4 motif batik pilihan Bulan Ramadhan.

Motif Wahyu Tumurun

Bagi masyarakat pedalaman, motif batik ini sudah begitu dalam melekat dalam kehidupan sehari-hari. Motif yang melambangkan bahwa kita hanyalah manusia yang senantiasa mengharapkan berkah dan rahmat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Sebagaimana filosofi yang tertanam di dalam motifnya.

Seperti namanya, wahyu tumurun berarti, turunnya anugerah yang senantiasa diharapkan setiap manusia untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik di dunia maupun di akhirat. Sebuah pengharapan besar bagi setiap manusia untuk semakin menjadi pribadi yang penuh dengan kesabaran dan selalu ingat kepada Sang Pencipta.

Motif Cakar Gurdho

Motif dengan kekhasan pedalaman ini begitu mampu menggambarkan bagaimana filososfi kehidupan masyarakat yang memiliki sifat dan sikap yang berbudi luhur. Saling mengasihi satu sama lain, dan mampu memberikan suasana yang sejuk dalam kehidupan sehari-hari.

Di bulan ramadhan, motif ii menjadi lambang bahwa kita selalu berusaha memperbaiki diri, memperbaiki kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Menjadi pribadi yang mampu asih, asah, dan asuh kepada manusia atau bahkan makhluk hidup yang lainnya.

Gurdho, yang berarti garuda, memiliki filosofi setiap manusia memiliki cita-cita yang tinggi dan selalu berusaha menggapai apa yang diinginkannya. Dengan motif ini, diharapkan sang pemakai akan lebih mampu memiliki hati yang suci dan bersih untuk selanjutnya beribadah dengan lebih khusyuk untuk berupaya menggapai ridha Allah.

Motif Sido Luhur

 

Adalah satu dari trilogi dari motif batik keluarga Sido, Sido Asih sudah barang tentu menjadi pilihan ketika filosofi batik ini mengharapkan pemilik atau pemakainya selalu menjunjung tinggi keluhuran dalam segala ucapan maupun tingkah laku. Dengan keluhuran hati, maka siafat-sifat keras hati, curang, serakah, dan sifat buruk lainnya akan secara perlahan menghilang dari diri kita. Dan selanjutnya, menjadi manusia yang lebih bijaksana dalam kehidupan sehari-hari.

Di bulan Ramadhan, batik ini merupakan lambang bahwa sebagai manusia kita selalu harus mampu mengendalikan hawa nafsu, mengendalikan sifat dan sikap egois kita sehingga mampu berbagi, mampu saling memberikan bantuan kepada sesama manusia.

Ragam Motif Ceplokan

Sebagai yang terakhir, motif ceplokan ini merupakan motif yang memiliki pola geometris yang berulang, dengan empat sudut arah mata angin. Yang menjadi filosofi bahwa manusia harus selalu mampu mengulang perbuatan-perbuatan yang baik dan bermanfaat bagi semua penjuru arah mata angin.

Dengan begini, setiap amal perbuatan kita di bulan yang suci ini akan senantiasa mendapatkan ganti, dan mendapatkan ganjaran yang lebih banyak dari Allah. Karena bisa dipastikan, apabila kita berbuat baik, maka kebaikan pula yang akan datang kepada kita dari arah yang tidak kita duga sebelumnya.

Begitulah, 4 ragam hias batik pedalaman yang selalu berusaha mengingatkan kita untuk berusaha menjadi pribadi yang lebih baik, terutama ketika saat ini, bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah, bulan yang penuh ampunan. Setidaknya apabila kita sudah berusaha menjadi pribadi yang lebih baik, maka kedamaian dan ketentraman akan selalu diberikan kepada kita.

Semoga.

Terima Kasih Sudah Berkunjung dan Membaca, Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Bagi yang Melaksanakan. Semoga segala amal ibadah kita di bulan yang suci ini, diterima di hadapan Allah.

Aamiin.

Salam Hangat, Indonesian Batik

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *