Edisi Ramadhan, Ketika Batik Menjadi Sarana Mendekatkan Diri Kepada Yang Maha Esa

Sepertinya senja ramadhan tahun lalu masih samar teringat di detik-detik menjelang berbuka seperti saat ini. Dan sebuah kebahagiaan yang begitu besar apabila kita masih dapat kembali bertemu dalam buku cerita yang selalu kita tuliskan untuk masa depan. Karena ini adalah Edisi Ramadhan, jadi sebisa mungkin kita track and tell everything about batik selama sebulan ini.

Tetapi sebelum itu, kami segenap crew Prajnaparamita Indonesian Batik dan manusia-manusia yang tak kasat mata disini dari lubuk hati yang paling dalam, dan dengan segala kerendahan hati, Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1440 Hijriah, semoga segala ibadah kita mendapatkan ridha dari Allah SWT, aamiin ya Rabb aamiin.

Bulan Ramadhan menjadi bulan yang ditunggu umat Islam, karena dalam bulan tersebut merupakan bulan yang penuh berkah dan bulan yang penuh ampunan. Selain itu, momentum untuk saling berbagi kebaikan menjadi jawaban betapa Ramadhan adalah bulamn yang begitu dirindukan.

Lalu apa yang akan dibahas tentang batik?

Bagi kami, dan sebagian besar masyarakat yang mendapatkan pengaruh batik pedalaman, dengan motif klasik dan warna-warna sogan, sudah pasti pakaian kehormatan kami adalah batik. Meskipun itu entah tulis, cap ataupun bahkan printing.

Batik memiliki nilai yang eksklusif dalam tatanan masyarakat pedalaman, di berbagai acara resmi, bahkan sebagian masih banyak yang menggunakan sebagai pakaian sehari-hari. Motif-motif geometris dan motif klasik menjadi sebuah pakaian kebesaran bagi masyarakat terutama di desa seperti Desa Girilayu tempat kami tinggal ini.

Begitu juga di bulan suci Ramadhan, batik masih melekat erat ketika mereka beribadah, menghadap sebagai hamba yang berserah diri kepada gusti Allah. ketika sholat tarawih, ketika sholat berjamaah, ketika pengajian, mendengarkan tausiah, dan lain sebagainya. Meskipun mungkin memang baju koko, yang menjadi pilihan yang lebih baik bagi sebagai identitas untuk beribadah kepada gusti Allah.

Namun, bagi sebagian masyarakat, batik sudah lebih dahulu melekat dalam kehidupan mereka, dan batik juga sudah menjadi sebuah pakaian yang indah, pakaian yang mewah, yang terbaik yang mereka miliki untuk berusaha menjadi hamba yang mau lebih memiliki rasa syukur sudah diperikan kehidupan yang serba indah.

Bagi mereka, batik sudah merupakan pakaian kebesaran yang indah, yang digunakan untuk menghadap ke masjid, rumah Allah, dan yang lebih penting adalah keberadaan hati kita sebagai manusia. Karena, tidak semua pakaian mampu menunjukkan bagaimana dalamnya hati seseorang, yang ada kita hanya mencoba memberikan yang terbaik, beribadah yang terbaik pada bulan Ramadhan tahun ini.

Semoga, semua ibadah kita di bulan Ramadhan ini diterima oleh Gusti Allah, dan semoga, segala khilaf dan salah kita diberikan ampunan olehNya. Aamiin

Terima Kasih Sudah Berkunjung dan Membaca

“mungkin apabila ada khilaf dan salah, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya”

Salam Hangat, Indonesian Batik

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *