Batik Tulis Tradisional, Melihat Sisi Berharganya Seni Budaya Indonesia

Hai..hai..kalian semua, terutama yang sedang sibuk mengerjakan skripsi tentang batik, i love you deh. Sama seperti kalian, dsini kami selalu berusaha memberikan berbagai informasi tentang batik dan segala hal yang berhubungan dengan kebudayaan Indonesia. Dan ternyata memang semakin dalam kita pelajari, berbagai rahasia tentang batik juga mulai satu per satu terurai. Hari ini kita akan meihat sisi berharganya seni budaya Indonesia, judul yang berat, sama seperti menahan rindu.

Berbicara tentang kegunaan batik tulis menjadi sebuah pertimbangan sendiri antara value dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari, terutama pada zaman milenial seperti sekarang ini.

Mengapa begitu?

Batik tulis memiliki harga yang bisa dibilang sedikit lebih mahal, karena kembali kepada proses dan waktu pembuatan yang diperlukan. Maka dari itu, perbandingan harga yang begitu besar dengan batik printing maupun batik cap menjadi sebuah dilema tersendiri.

Popularitas batik tulis masih berada dalam sebuah bingkai tulisan saja, belum mampu lebih luas menyibak tabir keindahan yang sesungguhnya. Padahal, memang ada keindahan yang sejati dibalik seni batik yang diciptakan oleh para pembatik tradisional.

Benar sekali, filosofi dan makna setiap karya batik tulis yang mencerminkan bagaimana manusia hidup di dunia.dari sisi inilah batik tulis menjadi mahal, menjadi lebih memiliki prestise dalam setiap hasil karyanya.

Sekilas saja kita melihat contohnya, 7 filosofi batik tulis dalam prosesi mitoni, batik-batik pilihan untuk menikah, batik dalam upacara kelahiran, upacara kematian, semua memiliki karakter dan pakem dilosofi yang sudah turun temurun berjuang memberikan sebuah pengharapan yang baik kepada Sang Maha Pencipta.

Dalam berbagai prosesi adat tersebut, sedikit yang menggunakan batik printing ataupun batik cap lebih dikarenakan kepercayaan terhadap sebuah filosofi luhur kehidupan yang disampaikan oleh batik tulis.

Apa buktinya?

Bagi sebagian orang yang lahir pada rentang waktu tahun 70-90an, dekatnya budaya mampu melapisi setiap sisi kehidupan mereka. Misalnya, unggah-ungguh, sopan santun baik dalam berpakaian ataupun bertutur kata menjadi sebuah pakem tersendiri.

Sama seperti bagaimana batik tulis mengajarkan kita untuk lebih memiliki etika dan attitude yang baik, kepada siapapun juga. Terlepas dalam fungsinya yang secara tidak langsung mampu memberikan tuntunan kehidupan yang hbungannya dengan masyarakat.

Berharganya sebuah kisah dan filosofi yang ada dalam batik merupakan sesuatu yang lebih mahal daripada maeri, bagi sebagan oang saat ini. Karena dalam setiap motifnya akan menjadi sebuah cerita sejarah, sebuah kisah klasik yang nantinya akan diteruskan, dan mungkin dilestarikan oleh anak cucunya.

San sejatinya, sudah menjadi kewajiban kita paling tidak mengetahui, dan mengenal budaya kita sendiri lebih jauh, sebagai bukti bahwa kita berada di negeri dengan keindahan budaya yang luar biasa, Indonesia.

Terima Kasih

Salam Hangat, Indonesian Batik

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *