Motif Batik Babon Angrem, Motif Klasik Yang Tidak Lekang Menerjang Zaman

Tidak ada yang meragukan eksistensi batik tulis baik di negeri kita sendiri ataupun bahkan di luar negeri. Sampai bahkan seorang Nelson Mandela juga begitu jatuh cinta kepada batik. Lalu apa yang menjadi alasan batik begitu mampu bertahan sepanjang zaman dan semakin mempesona? Kita akan melihat salah satu ragam hias motif batik Babon Angrem, motif yang begitu langgeng bersama khasanah budaya batik tulis Indonesia.

ETIMOLOGI

Motif Babon Angrem sendiri berarti “induk yang sedang mengerami” , dalam kehidupan jawa, ayam akan mengerami telurnya dan berusaha sekuat mungkin menjaganya sampai lahir anak-anak ayam dari telurnya. Dan jika kita mendekatinya, mungkin akan ‘dikabruk’ nanti.

Penggambaran ini lebih kepada bagaimana kehidupan tradisional yang penuh kearifan dan sekaligus menggambarkan bagaimana suasana desa pedalaman yang penuh cerita indah dan menarik sehingga mampu menjadi inspirasi dalam sebuah motif batik yang saat ini sudah diakui UNESCO.

MOTIF

Motif Babon Angrem memiliki unsur utama seekor burung, yang lebih tepatnya adalah gambaran dari induk ayam, dan juga beberapa unsur meru sebagai penguat citarasa pakem batik klasik. Penggambaran burung ini seperti seekor merak yang memperlihatkan bulu indahnya (mirip ketika induk ayam sedang mengerami telurnya).

Sedangkan untuk unsur isen-isennya diperlihatkan yang orang Jawa sering bilang sayuran ‘cipir’. Yang menghiasi ruang-ruang diantara unsur meru dan burung dalam motifnya. Unsur-unsur motif Babon Angrem ini sudah memiliki pakem yang turun temurun diwariskan dari generasi ke generasi.

Penggambaran motif dan perpaduan dari unsurnya memberikan sebuah citarasa klasik yang mampu bertahan dan masih mampu memukau banyak orang yang ingin memilikinya. Motif ini termasuk motif pedalaman, dengan tetap mempertahankan baik unsur utama maupun isen-isennya.

PEWARNAAN

Secara kasat mata, warna indigo tidak akan terlihat (terlihat hitam) apabila menggunakan pewarna alam, apabila kita memperhatikannya, warna hitam tersebut akan menjadi kebiru-biruan dengan paduan warna lain dalam motifnya.

Warna pedalaman akan selalu memiliki citarasa sogan yang kental dengan kombinasi hitam dan putih. Namun dengan semakin berkembangnya minat para penikmat batik, warna lain juga semakin menambah eksoisme batik motif Babon Angrem ini dengan tidak mengurangi nilai yang ada di dalamnya.

Perpaduan warna pedalaman dan warna-warna pesisir memberikan sentuhan keajaiban pada setiap ukiran seni budaya yang ada di dalamnya. Pewarnaan yang elegan dan indah semain memberikan citarasa yang ekslusif bagi para pemakainya. Belum lagi semakin klasik batik tersebut, maka semakin indah warna batik tersebut.

FILOSOFI

Sebagaimana induk ayam yang melindungi telurrnya, batik tersebut ingin memperlihatkan bagaimana Ibu Petiwi kita Indonesia yang melindungi kita, memberikan kita apa yang kita butuhkan, meskipun tidak semuanya yang kita inginkan terpenuhi.

Bagi seorang ibu dan induk bagi anak-anaknya, maka sudah pasti apapun akan diberikan untuk kepentingan anak-anaknya. Begitulah motif batik ini berusaha menyampaikan bahwa dari batik ini kita belajar untuk menghargai dan paling tidak kembali memberikan yang terbaik untuk Ibu Pertiwi meskipun hanya dengan sebuah rasa cinta tanah air.

Motif batik yang sudah puluhan tahun bertahan ini masih berusaha meyakinkan kita bahwa kita berada di negeri yang begitu indah, begitu memiliki keanekaragaman dan keindahan alam yang luar biasa. Untuk itu, sebagai tanda terima kasih kepada Ibu Petiwi Indonesia, mari bersama berjuang mengembalikan kejayaan negeri yang indah ini.

Terima Kasih

Salam Hangat, Indonesian Batik

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *