Pengaruh Warna-Warna Batik Pesisiran pada Ragam Hias Batik Klasik di Desa Girilayu

Seperti yang sudah kita tahu, batik memiliki ragam warna yang beragam. Dari mulai warna-warna yang dasar seperti bledhak dan sogan (klasik pedalaman), dan juga warna-warna cerah (kontemporer pesisir)yang sekarang banyak ditemukan di dalam motif-motif batik kontemporer. Bagi desa yang mendapatkan pengaruh batik peedalaman, Desa Girilayu ternyata juga mendapatkan pengaruh batik pesisiran pada warnanya. Jadi untuk itu kali ini kita akan membahas bagaimana warna-warna batik pesisiran pada ragam hias batik klasik khas Desa Girilayu.

Pada batik pedalaman, warna-warna gelap yang sering digunakan adalah cokelat, hitam dan putih yang lebih dominan untuk menegaskan kesan klasik dan etniknya. Sedangkan pada batik pesisir seperti Lasem dan Pekalongan lebih berusaha memunculkan warna-warna yang cerah dan terang untuk menunjukkan keindahan motif yang dibuat.

Sementara itu, pada batik tulis tradisional di Desa Girilayu sudah lebih dulu mendapatkan pengaruh dari batik pedalaman khas Kerajaan Mataram. Keberadaan Keraton Mangkunegaran yang juga merupakan pecahan kerajaan Mataram memberikan sentuhan batik dengan warna sogan atau bledhak. Dominasi warna-warna klasik itu bahkan masih mampu bertahan sampai saat ini.

Namun, seiring berjalannya waktu, karakter batik klasik tersebut ternyata mampu menerima percampuran warna-warna baru yang semakin menambah ragam hias batik tulis di desa Girilayu. Meskipun para pencanting tetap menggunakan sebagian motif-motif klasik yang sudah turun temurun diwariskan.

Ditambah lagi keberadaan motif-motif kontemporer yang ikut meramaikan khasanah seni dan budaya tradisional batik. Karena pada dasarnya tidak ada peraturan warna khusus pada batik-batik kontemporer. Oleh karena itu batik-batik di Desa Girilayu mampu memberikan sentuhan warna baru namun tetap menggunakan motif klasik sebagai pakem motif dasarnya.

Warna-warna batik pesisiran seperti merah, hijau, kuning, dan biru memberikan pengaruh baru kepada batik pedalaman Desa Girilayu. Seperti yang bisa kita lihat pada koleksi kami yang terbaru, banyak batik-batik klasik yang mendapatkan sentuhan warna baru pada motifnya.

Meskipun tidak menjadi warna dominan, karena pengaruh warna klasik masih tetap dipertahankan agar tidak mengurangi kesakralan dan filosofi yang ada pada motifnya. Warna pedalaman seperti sogan dan hitam secara romantis berpadu memberikan sentuhan keindahan tersendiri pada sebagian batik-batik Desa Girilayu.

Ragam warna tersebut menjadi lebih istimewa dengan menggunakan bahan-bahan dari alam, dan dikerjakan oleh seorang ahli pewarnaan alam yang puluhan tahun bergelut di dunia batik. Dengan pewarnaan alam, warna-warna yang cerah terlihat sejuk dan nyaman untuk dilihat dan menjadi semakin indah dengan paduan motif-motif istimewa dari Desa Girilayu.

Tentu saja pengaruh warna-warna pesisir ini tidak menghilangkan berbagai keindahan filosofi kehidupan yang ada pada motif batik pedalaman, justru semakin menegaskan bahwa ragam hias batik semakin memiliki generasi baru sebagai bukti bahwa di Desa Batik Girilayu ini para pembatik masih berjuang untuk mempertahankan dan melestarikan seni budaya batik untuk generasi selanjutnya.

Jadi, tertarik memiliki koleksi batik dari Desa Girilayu?

Terima Kasih

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *