Batik Tulis Motif Wahyu Cakraningrat, Sepasang Keindahan Mahakarya Batik Untuk Pernikahan

Seperti yang kita tahu, pernikahan adalah sesuatu yang sakral dan sesuatu yang indah membahagiakan. Dan begitu juga dalam adat penikahan Jawa, pengunaan kain sawit (sarimbit) atau biasa disebut berpasangan merupakan sesuatu yang hampir menjadi sebuah keharusan. Dan kali ini, kita akan menunjukkan bagaimana sepasang keindahan mahakarya batik untuk pernikahan lewat batik tulis motif wahyu cakraningrat.

ETIMOLOGI

Nama besar batik terkadang tertanam dalam kekhasan nama motif batik tesebut, nama yang membawa makna yang begitu mendalam dan penuh arti penting kehidupan. Seperti juga batik ini, apabila kita sering melihat pagelaran wayang kulit, akan ada lakon Wahyu Cakraningrat. Nama itulah ang menjadi pilihan kami sebagai sebuah penghagaan kepada indahnya batik tersebut.

Kata wahyu sendiri berarti anugerah dari Tuhan yang diberikan kepada para manusia aga manusia sadar mereka hanyalah hamba dan pengembara di muka bumi untuk mendapatkan sesuatu, mereka harus berusaha sekuat tenaga dan berdoa kepada Yang Maha Welas Asih agar mendapatkan petunjuk untuk mencari makna hidup yang sesungguhnya.

MOTIF

Batik ini sebenarnya adalah pengembangan dari motif klasik Wahyu Tumurun, hanya saja warna-warna diberikan sentuhan yang berbeda. Oleh karena itu, sedikit banyak, motif Wahyu Tumurun ditanamkan pada batik ini. Mengingat bahwa begitu kuatnya motif klasik ini memberikan pengaruh kepada paa pembatik di Desa Girilayu.

Motif ini berisi ornamen meru klasik dengan unsur sepasang burung yang dihias latar hitam khas batik Solo. Sebagai penyeimbang dan pelengkap, unsur ragam hias daun dan ukel yang tidak begitu rumit untuk semakin memberikan sentuhan keindahan pada batik tersebut.

Motif ini sendiri memiliki banyak variasi isen tergantung pada kreatifitas dan inovasi, serta filosofi yang ingin ditanamkan pada isen batik tulis Wahyu Cakraningrat ini. Batik ini dibuat manual dari awal sampai akhir dari tangan-tangan maestro batik Desa Girilayu.

PEWARNAAN

Memasuki bagian pewarnaan, kami tidak ingin hasil cantingan para pembatik enjadi biasa dengan metode pewarnaan kimia. Oleh karena itu, batik ini kami serahkan kepada yang benar-benar ahli di bidangnya. Dan di tangan beliau, batik ini diberikan sentuhan pewarnaan alam yang apabila semakin lama dimiliki, semakin terlihat indah dilihat.

Dengan latar ireng, batik ini terlihat ingin menonjolkan warna sogan yang menghiasi sebagian besar motifnya. Dengan warna hijau tosca pada unsur meru, kemudian warna merah pada cabang identitas Wahyu Tumurun. Dari sini sudah bisa kita lihat, unsur-unsur utama yang membentuk batik ini terlihat dominan dan terlihat menunjukkan karakter kekuatan batik tersebut.

FILOSOFI

Batik Wahyu Cakraningrat ini merupakan batik sarimbit yang digunakan oleh kedua mempelai pada saat pernikahan adat Jawa. Lebih mirip seperti motif-motif pernikahan seperti Wahyu Tumurun, Truntum Garuda, Sido Mukti dan yang lain sebagainya. Oleh karena itu, filosofi utama dari batik tersebut adalah mempersatukan segala perbedaan yang mungkin ada pada kedua mempelai yang akan menempuh hidup baru.

Seperti terlihat pada unsur sepasang burung yang berada di dalam motifnya. Yang mengibaratkan sepasang manusia yang ingin mendapatkan ridha dan restu dari Tuhan, serta mengharapkan wahyu atau anugerah untuk menempuh hidup bersama sampai akhir hayatnya.

Diperkuat dengan unsur meru yang mengingatkan pasangan yang berbahagia ini untuk tetap mengingat kepada Sang Pencipta dalam menjalani lika-liku kehidupan (ragam hias ukel) dan segala tantangan yang ada di depan mereka nantinya.

Meskipun bukan pilihan utama ketika menikah, namun dilihat dari filosofi yang dibawanya, maka batik ini layak untuk dipertimbangkan ketika akan melangsungkan pernikahan dengan prosesi adat Jawa. Ai Ditambah lagi, sepasang batik ini hanya ada satu di dunia, sebagai lambang kesetiaan kedua pasangan.

Jadi, sudah siapkah kalian menikah memakai batik Wahyu Cakraningrat ini?

Segera dapatkan di official toko kami di Tokopedia atau Shopee untuk mendapatkan mahakarya batik langka tersebut.

Terima Kasih, Selamat Menempuh Hidup Baru.

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

One Comment

  1. Pingback: Arti Motif Batik : Filosofi Batik Wahyu Cakraningrat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *