Keindahan Batik Tulis Bergaya Klasik Tiga Negeri

Sudah banyak kita mendenga bagaimana kehebatan batik tulis dengan motif tiga negeri. Batik yang melewati proses 3 daerah yaitu Solo, Lasem, dan Pekalongan ini memiliki nama yang melegenda. Bagaimana tidak, kekuatan karakter batik yang dalam sekali kita melihatnya akan langsung terpesona, baik dengan motifnya, maupun keindahan warna batiknya. Lalu, bagaimana keindahan batik tulis tradisional bergaya klasik tiga negeri ini?

Nama batik tiga negeri menjadi sebuah sebutan bagaimana kombinasi 3 daerah besarr batik yang dengan ciri khasnya masing-masing mampu berkolaborasi dan menjadi satu kesatuan motif yang indah. Solo dengan warna sogan, Lasem dengan warna cerahnya, dan warna-warna lembut khas Pekalongan yang membuatnya semakin sempuna.

Batik Tiga Negeri secara umum memiliki tata warna merah, biru, dan soga dengan motif utama berupa buketan. Daun dan bunga pada motif batik seringkali dicelup warna merah dan biru. Sementara, latarnya berwarna soga. Batik dengan tata warna demikian di Solo dikenal sebagai batik Gendologiri.

Bahkan, mitosnya, jika pewarnaan kain tidak dilakukan di daerah yang semestinya, misalnya pencelupan warna merah tidak di lakukan di Lasem, maka tidak akan mendapatkan warna merah yang khas Lasem. Begitupun jika tidak melakukan proses celup warna biru di Pekalongan dan cokelat soga di Solo, maka nantinya tidak akan mendapatkan warna yang sesuai.

Batik Tiga Negeri yang dibuat di Lasem tentunya mengandung ragam hias khas Lasem dalam lembaran kainnya. Batik Lasem umumnya diselesaikan dengan warna merah mengkudu dan dasarnya kuning-tipis. Pada dasarnya batik corak Lasem ini adalah suatu corak batik yang mempunyai 3 dasar pengaruh pada motif serta coraknya, yaitu:

Pengaruh budaya Tiongkok, seperti bentuk burung phoenix. Ini mungkin disebabkan karena pengusaha batik adalah keturunan Tiongkok (Tionghoa).

Pengaruh gaya batik Jawa-Tengah (Solo-Yogya) yaitu pusat seni batik yang semula mempunyai nilai filosofis,seperti kawung.

Pengaruh selera pantai Utara Jawa, yaitu pemakaian warna-warna yang cerah seperti warna merah, biru, kuning, dan hijau disamping warna soga coklat.

Batik tiga negeri sudah ada sejak 100 tahun yang lalu, sangat disayangkan apabila generasi penerus baik ini semakin hilang ditelan zaman dan teknologi. Nantinya batik ini akan menjadi sebuah riwayat bahwa begitu beragamnya budaya bangsa Indonesia, tidak akan mengurangi keindahannya ketika semua menjadi satu.

Terima Kasih telah berkunjung dan membaca

Salam hangat, indonesian batik

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *