Menggembalikan Kejayaan Pewarnaan Alam Batik Tulis Tradisional Desa Girilayu

Seperti yang kita tahu, ragam batik sekarang begitu beragam menurut perkembangan zaman dan teknologi sekarang ini. Salah satunya adalah teknik pewarnaan batik, ada yang menggunakan bahan kimia dan juga tinta batik printing. Namun, batik tidak hanya terkenal dengan motifnya, namun juga teknik pewarnaannya, teknik pewarnaan alam yang menggunakan bahan-bahan tradisional yang mulai punah, untuk itu kami berusaha untuk mengembalikan kejayaan pewarnaan alam batik tulis tradisional di Desa Girilayu.

Pewarna alam yang menggunakan bahan-bahan yang bisa kita dapakan dari alam yang menyediakan segala kebutuhan kita. Dai bahan-bahan alam tersebut kita mampu mendapakan batik tulis tradisional yang begitu berkualitas, dan bahkan memiliki warna yang awet sampai puluhan bahkan ratusan tahun.

Dibandingkan dengan menggunakan pewarna kimia, batik yang memakai teknik pewarnaan alam lebih memiliki aura dan kedalaman warna yang lebih indah, selain itu warna yang tidak akan rusak selama puluhan bahkan ratusan tahun semakin memberikan kekuatan tersendiri bagi batik tulis tradisional.

Bahan-bahan dari alam seperti daun dan pohon indigo, batang pohon mahoni, daun mangga, dan lain sebagainya masih begitu mudah kita dapatkan di sekitar kita. Terlebih kita sudah diwariskan berbagai macam teknik pewarnaan batik dari leluhur kita yang juga menggunakan bahan-bahan yang kita dapatkan dari alam.

Namun, teknik pewarnaan alam tidak semudah yang kita bayangkan, karena membutuhkan resep dan kombinasi yang tepat dalam setiap pewarnaan batik tulis tradisional. Dan itu tidak bisa langsung kita dapatkan, karena melalui pengalaman, ketekunan, dan ketelitian seorang pewarna batik yang akan menghasilkan warna yang begitu indah seperti  yang diinginkan.

Dibandingkan menggunakan pewarna kimia yang secara garis besar lebih mudah ditemukan penakaran dan dan resepnya, pewarnaan alam lebih mengedepankan detail dan kualitas pada batik yang akan diberikan warna.

Salah satu pengrajin warna yang sudah puluhan tahun bergelut dengan batik dan warna, Mas Pur, mengatakan bahwa, “ terkadang sayang kalau batik dengan cantingan yang bagus dan motif yang indah diberikan warna kimia, batik lebih indah dari itu ketika diberikan pewarnaan alam. Disamping rentang harganya yang tidak jauh berbeda, namun kualitasnya yang begitu jauh berbeda.” tutupnya.

batik dengan pewarna alam dan kimia itu jelas berbeda, namun terkadang kita melihatnya sebagai sesuatu yang sama.

Sebagai penutup, kami akan membeikan sedikit rahasia, batik yang menggunakan pewarna alam akan terlihat warna biru tua, warna indigo khas batik yang anda bisa lihat sendiri di dalam motifnya. Warna biu tua ini bukan kesalahan wana, namun menjadi bukti bahwa warna alami yang muncul dari proses traisional yang menggunakan warna indigo sebagai warna dasar, oleh karena itu disebut “mbironi” dan hasilnya adalah “kelengan”. Batik tradisional tidak menggunakan warna hitam, tetapi warna biru tua tersebu.

Sekian, kurang lebihnya kami mohon maaf, semoga bisa menambah wawasan kalian tentang batik. Terima Kasih telah bekunjung dan membaca.

Salam hangat, Indonesian Batik

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *