Gila, Batik Tulis Langka Motif Sido Asih Tahun 1960 Ini Dihargai Sampai 50 Juta

Batik tulis memang terkenal dengan harganya yang mahal, karena keindahan dan kerumitan pembuatannya. Apalagi, motif-motif langka yang sudah jarang ditemukan. Karena itulah ada beberapa motif batik tulis langka yang bisa dihargai sampai puluhan juta rupiah hanya untuk satu kain batik. seperti batik tulis motif Sido Asih yang dibuat tahun 1960 ini.

Sebagian besar masyarakat Desa Girilayu yang merupakan tempat para pengrajin batik ini dapat dipastikan memiliki lebih dari satu kain batik di rumahnya. Dan beberapa ada yang merupakan warisan dari orang tua mereka dahulu. Yang berarti batik sudah lama berkembang di Desa Ini.

Seperti batik langka miliki Ibu Subini ini, sebenarnya beliau tidak ingin menjual batiknya, tetapi, apabila ada yang ingin meneruskan tradisi batiknya ini, beliau memberikan harga yang tidak main-main, 50 juta rupiah. Sadis.

Menurut beliau, apabila ada yang sanggup membeli, sebagian hasil penjualan batik tersebut akan digunakan untuk berbagai kegiatan sosial di Desa Girilayu. karena menurut beliau, sudah semakin sedikit yang sadar akan filosofi batik sendiri.

Kebanyakan hanya akan mementingkan diri sendiri dan tidak jarang sampai melakukan hal apa saja untuk menadapatkan keuntungan yang besar tanpa memikirkan orang lain. Jauh dari filosofi batik yang “satu gubug satu rembug satu urug”

Menurut beliau, sudah semakin sedikit rasa untuk memahami perasan orang lain, dan cenderung egois terhadap harta dan tahta manusia yang hanya sementara. Sehingga batik yang menjadi imbasnya, dengan kualitas yang seadanya, dengan tanpa filosofi, hanya asal gaco saja untuk mendapatkan keuntungan yang besar.

Oleh karena itu beliau ingin mengembalikan cita rasa batik yang sebenarnya, yang penuh dengan aura kebaikan dan kedamaian dalam hidup manusia. Hidup rukun dan mampu memiliki simpati dan empati kepada kehidupan di sekitar kita.

Satu kata, keren.

Kembali membahas batik Sido Asih, batik yang dibuat pada tahun 1960 ini sudah diincar beberapa kolektor, namun beliau belum mau untuk melepaskannya. Karena menurutnya yang mahal bukanlah batiknya, namun kenangannya, karena batik ini merupakan hadiah dari almarhum suaminya yang memberikannya sebagai kado ulang tahun pernikahan, dahulu.

Sekarang usia beliau sudah hampir 80 tahun, dan batik tersebut adalah saksi bagaimana batik Sido Asih yang juga menyimbolkan kasih sayang suami istri yang hingga akhir hayat masih terus bertahan hingga ujung usia.

Batik ini memiliki warna khas pedalaman dengan sogan jawa yang sudah begitu tua, yang semakin memunculkan aura keindahannya, bahkan bagi orang awam sekalipun, akan tahu bagaimana batik ini memiliki cerita, sejarah, kenangan dan sekaligus seni keindahan yang dikemas dalam satu keindahan batik tulis klasik tradisional.

Beranikah anda membelinya?

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *