Budaya Batik Tuban, Kombinasi Tenun dan Batik Tradisional Khas Pesisiran

Setelah membahas kota Rembang dan Batik Lasem, sedikit bergerak menuju ke kota pesisir selanjutnya yaitu, Tuban. Kota tua yang dikelilingi oleh hutan jati dan pegunungan kapur yang bergua-gua di utara. Dan kita akan memcoba mendalami budaya batik Tuban, yang memiliki keunikan tersendiri dalam pembuatannya.

Sebagai kota pesisir pantai, sudah dapat dipastikan adanya peradaban pelabuhan yang sudah lebih dulu maju karena kedekatannya dengan perdagangan internasional. Peninggalan arkeologis di perairan laut Tuban adalah bukti bahwa kota tersebut adalah sebuah kota bandar yang ramai dikunjungi dan berperan penting dalam perdagangan di masa lampau.

Dalam hubungannya dengan baik, ternyata Tuban juga memiliki kebudayaan yang unik dan menarik. Terlebih adanya tenun asli yang berkombinasi dengan batik menjadi sebuah khasanah budaya tersendiri di kota Tuban.

Kain yang digunakan untuk membatik adalah hasil tenunan asli masyarakat Tuban, yang sering dinamakan “gedog”. Dengan menggunakan alat tenun tradisional dan juga teknik tradisional, menjadikan kain tersebut memiliki nilai yang berbeda dengan kain-kain batik yang umum dipakai.

Batik gedogan Tuban tersebut memiliki motif-motif yang juga unik, sebagian berisi tentang cerita rakyat seperti cerita Panji Jawa Timur, ada juga yang beisi motif-motif alam dan tumbuh-tumbuhan. Ditambah lagi beberapa motif yang menunjukkan kekayaan lautan kota Tuban sebagai salah satu kota pesisir.

Bandar pelabuhan Tuban yang sejak dahulu sudah ada pada zaman Majapahit dan masuknya Kubilai Khan pada abad ke – 14, memberikan pengaruh Jawa Kuno pada motif batiknya. Baru Kerajaan Demak menyebarkan agama Islam dan Tuban menjadi kota banda pertama yang menerima ajaran Islam sebagai kota bandar.

Kembali kepada ragam batiknya, rumpun warna yang masyarakat para pengrajin Tuban gunakan ternyata sedikit berbeda dengan karakter-karakter batik pesisiran yang sudah ada. Warna batik pesisiran yang biasanya cerah menjadi pilihan para pengrajin batik pesisiran seperti Pekalongan dan Rembang, kota terdeka dengan Tuban.

Namun, ternyata masyarakat Tuban punya cara tersendiri bagaimana mereka mewanai batiknya, meskipun juga menggunakan warna, tetapi karakter warna batik Tuban cenderung gelap, lebih gelap dari batik-batik pesisiran biasanya, namun tidak segelap batik pedalaman.

Selain itu kain tenunan Tuban yang khas membeikan sentuhan yang berbeda dalam batiknya. Kain Gegog yang sedikit kasar ini memberikan ciri khas keaslian dari batik gedogan Tuban ini. kain tersebut sudah sangat langka dan bahkan menjadi incaran para desainer yang ingin mengembangkan kain tenunan Tuban yang klasik tersebut.

Pesona khas batik Tuban, menjadi salah satu inspirasi bahwa banyak sekali ragam batik yang bisa kita temukan di Indonesia, dan dengan berbagai ragam batik tersebut, membuat khasanah budaya batik tulis menjadi semakin banyak dan beragam dengan keindahan mereka sendiri.

Terima Kasih

Salam Hangat, Indonesian Batik

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *