Budaya Batik Lasem dan Simbol Kekuatan Warna dari Salah Satu Batik Tiga Negeri

Masih tentang batik pesisiran dengan segala keunikan dan keindahan yang tersimpan di dalamnya. Kekuatan karakter batik pesisiran memang memberikan sebuah image bahwa batik begitu kreatif, begitu unik. Begitu juga dengan salah satu daerah pesisir yang juga menjadi seimbol kekuatan warna dari Batik Tiga Negeri, Budaya Batik Lasem.

Lasem, sebuah kota yang terletak di Kabupaten Rembang, ujung timur provinsi Jawa Tengah berbatasan dengan Teluk rembang di Utara dan kabupaten Tuban di timur. Menjadi salah satu kota pesisir yang memiliki sejarah panjang sebuah kota pelabuhan.

Lokasinya yang strategis menjadikan pelabuhan Rembang sebagai pelabuhan yang ramai dikunjungi para pedagang mancanegara di masa silam. Dan Lasem adalah slah satu daerah yang mendapatkan pengaruh budaya pesisiran kota pelabuhan tersebut.

Lasem dikenal juga sebagai “Tiongkok kecil” karena merupakan kota awal pendaratan orang Tionghoa di tanah Jawa dan terdapat perkampungan tionghoa yang sangat banyak tersebar di kota Lasem. Di Lasem juga terdapat patung Buddha Terbaring yang berlapis emas.

 Batik Lasem sangat terkenal karena cirinya sebagai batik pesisir yang indah dengan pewarnaan yang berani. Dalam beberapa literatur tentang batik juga yang terdapat di museum batik nasional, batik Lasem disebutkan sebagai salah satu varian klasik atau biasa disebut pakem dangan pola dan corak yang punya kekhasan tersendiri, yaitu paduan warna yang berani dan mencolok dengan motif-motif yang beraneka macam dan khas tetapi tetap indah serta elegan.

Batik tersebut populer dengan sebutan batik tulis kendoro kendiri atau batik Pesisiran Laseman, di mana batik ini berbeda dengan batik Jogja atau Solo yang sangat baku pada pakem keraton yang motifnya eksklusif dan khusus bagi golongan ningrat saja. Batik Laseman sangat liat bercirikan egalitarian, yang mana batik ini lebih terbuka atau umum penggunaannya bagi segala kalangan atau lapisan masyarakat berikut macam etnisnya.

Konon perkembangan Batik Laseman ini dipengaruhi oleh unsur-unsur seni dan budaya negeri seberang, yaitu Tiongkok dan Campa. Banyaknya orang-orang China dan Campa yang menetap di Lasem dan membaur dengan penduduk lokal lambat laun melahirkan akulturasi kebudayaan yang positif dan kaya, salah satunya adalah seni batik itu sendiri.

Batik Laseman sendiri pernah mengalami kejayaan dalam produksi dan pemasarannya. Kini Batik Laseman bisa kita temukan di sudut-sudut kota Lasem bahkan di daerah sekitar Lasem. Warna unik batik Lasem ini menghasilkan jenis batik unik, yaitu Batik Tiga Negeri, sebuah rancangan batik tulis yang mengusung tiga warna khas dari tiga pusat budaya batik di indonesia. Warna merah darah Lasem, biru Pekalongan, dan soga Solo.

Keunikan dan pesona Batik Lasem ini memberikan tambahan pilihan warna yang sekaligus menambah khasanah budaya batik tulis di Indonesia. Dan semoga, seiing berjalannya waktu, batik lasem tetap menjadi salah satu pilihan menarik untuk para pencinta budaya batik.

Terima Kasih

Salam Hangat, Indonesian Batik

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *