Mau Menikah? Inilah 5 Motif Batik Klasik Pernikahan Adat Jawa Yang Digunakan Keempat Orang Tua Mempelai

Hai..hai kalian yang segera akan menggelar resepsi pernikahan, menggunakan adat Jawa, dan masih bingung batik apa yang harus dipakai orang tua. Nah, hari ini kita mau sharing 5 motif batik klasik pernikahan adat Jawa yang dipakai oleh keempat orang tua mempelai. Kalau yang buat pengantin juga sudah ada disini kok.

Buat para jomblo menepi dulu ya sambil nungguin jodoh yang tak kunjung datang, sabar aja nanti juga dateng. Tapi boleh juga baca ini buat referensi sama gebetan kalian, siapa tahu nanti langsung acc ke KUA. Aamiin.

Dalam pernikahan adat Jawa, penggunaan busana batik hampir menjadi sebuah kewajiban, disamping memang sudah turun temurun, filosofi yang terkandung di dalam batik ini mampu membeikan sentuhan psikologis kepada para pengantin untuk nantinya menempuh hidup berbahagia.

Jarang bukan kita dengar kalau para pengantin yang menggunakan adat Jawa cerai, berpisah, iyaa mungkin ada tetapi tidak banyak. Dah, gosipnya berenti dulu, 5 motif batik klasik tersebut adalah sebagai berikut.

Truntum Simping Mas

Salah satu batik klasik yang langka dan jarang dibuat kembali, kesulitan pada motif yang merupakan geometri lereng yang dihiasi dengan motif burung, ditambah dengan latar truntum yang begitu kecil dan detail mampu membius para tamu undangan ketika melihat orang tua kalian di pelaminan.

Sempurna untuk sebuah lambang kerukunan, kesuburan, dan kesejahteraan dalam berumah tangga. Ditambah dengan filosofi truntum yang terus menerus mengalir kebahagiaan keluarga besar kalian. Mulai menabung karena batik ini sangat jarang ditemukan.

Ukel Kanthil Lung-Lungan

Salah satu motif klasik yang juga sudah langka kita temukan, Ukel Kanthil Lung-Lungan adalah salah satu batik yang membawa filosofi kesederhanaan dan keluhuran budi keempat orang tua dalam membimbing anaknya sampai akhirnya menemukan psangan hidupnya.

Berbentuk bunga Kanthil yang memiliki lereng geometris dengan tangkai dengan latar cecek yang begitu halus membuat kesan yang elegan nan indah untuk keempat orang tua kalian.

Cakar Gurdho Agung

Dengan latar ceplokan dan pasangan garuda yang berhadap-hadapan membuat batik ini seperti sebuah simbol pengharapan dari keempat orang tua untuk keempat mempelai agar nantinya mampu mendapatkan kehidupan yang baik dan langgeng.

Batik ini biasanya dipakai pada prosesi siraman oleh orang tua karena dalam prosesi itulah sebuah momen haru dimana keempat orang tua akan melepaskan anak mereka untuk membina keluarga baru. Batik masih bisa ditemukan meskipun dengan pengembangan motif tertentu.

Truntum Glebak Kanthil

Sudah bisa kita pastikan bahwa latar truntum pada batik ini mengisyaratkan sebuah kasih sayang yang terus menerus turun dari orang tua kepada keempat mempelai. Dengan tambahan filosofi bunga Kanthil yang merupakan simbol agar mereka selalu diberkahi kasih sayang dalam kehidupan berkeluarga.

Motif ini mirip dengan Simping Mas, namun dengan motif lereng 2 banjar bunga kanthil yang membelah latar truntum. Keindahan sogan Jawa klasik menjadi salah satu keindahan tersendiri yang dilukiskan para pencanting dalam motif batik ini.

Sido Luhur Granitan

Batik dengan karakter Surakarta ini membawa sebuah filosofi bahwa keluhuran hidup manusia merupakan cerminan dari kehidupan kita bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Sido luhur membawa pesan untuk keempat mempelai agar mampu menjadi keluarga yang mampu memberikan contoh yang baik untuk kehidupan di sekitarnya.

Motif klasik sido luhur hampir mirip dengan motif Sido Mukti, dengan pewarnaan Surakarta yang khas, menghasilkan batik yang elegan untuk dipakai keempat orang tua di dalam resepsi pernikahan kalian nantinya.

Dan, that’s it, batik-batik pilihan untuk menjadi referensi kalian yang akan menikah. 5 batik itu bukan menjai pakem utama pernikahan dalam adat Jawa, tetapi bisa menjadi contoh betapa batik mampu memberikan kesan yang elegan kepada orang tua kalian yang kalian sayangi.

Jadi, jangan berhenti sayang kepada orang tua kalian, jangan berhenti menghormati mereka. Jadilah mempelai yang mampu memberikan kebanggaan kepada keempat orang tua kalian pada pernikahan kalian.

Terima Kasih

Salam Rahayu, Salam Hangat, Indonesian Batik

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *