Romantisme Pernikahan Adat Jawa Memakai Kain Batik Sarimbit

Pernikahan adalah ibadah yang begitu penuh berkah, di dalamnya terdapat berbagai filosofi dan pesan kehidupan untuk pasangan yang akan menempuh hidup baru. Rasa haru, bahagia, suka cita, menjadi sebuah fase kehidupan yang menjadi idaman setiap manusia. Begitu juga dengan adat jawa, romantisme pernikahan adat Jawa juga penuh dengan filosofi keindahan itu, apalagi ketika pasangan memakai kain batik sido mukti, sarimbit, atau berpasangan.

Pernikahan adat Jawa, sebagian besar menggunakan batik sebagai busana mereka, yang dipadukan dengan beskap dan kebaya. Motif-motif batik yang digunakan biasanya berpasangan, seperti motif Sido Mukti, Wahyu Tumurun, Truntum Garuda, dan lain sebagainya tergantung kedua mempelai.

Kain batik yang di wiru, tata rias paes, dan berbagai prosesi adat yang semuanya memiliki makna dan artian yang mendalam menjadikan pernikahan adat Jawa menjadi sebuah tradisi masyarakat yang turun temurun, dan memberikan bukti bahwa pernikahan adalah sesuatu yang sakhral yang juga sekaligus merupakan ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam pernikahan menggunakan adat Jawa, prosesi yang melambangkan tentang bagaimana kedua mempelai tersebut akan menjalani kehidupan rumah tangga. Dalam prosesi-prosesi pernikahan tersebut banyak filosofi dan pelajaran sekaligus doa yang baik untuk kedua mempelai.

Salah satu yang paling penting adalah pemakaian batik sarimbit atau kadang sidebut sawit, yang artinya batik tersebut merupakan batik dengan motif yang sama meskipn mungkin apabila menggunakan batik tulis, kedua batik sarimbit tidak akan sama dalam pencantingan maupun pewarnaannya.

Motif-motif batik sarimbit ini memiliki makna yang berbeda-beda tergantung apa yang dicita-citakan kedua mempelai. Simbol-simbol yang menunjukkan sebuah harapan dan makna-makna yang begitu dalam dipahami.

Seperti motif Sido Asih yang melambangan keagungan cinta kasih kedua manusia yang merupakan ungkapan cinta paling tinggi dalam pernikahan seseorang. Atau Truntum Garuda yang menjadi pengharapan akan keberlangsungan pernikahan yang abadi dan tidak terpisahkan. Mungkin motif Sido Mukti yang menjadi lambangĀ  doa untuk kedua mempelai agar bersama diberikan kemuliaan dalam mengarungi bahtera kehidupan rumah tangga mereka. Dan masih banyak lagi batik yang memiliki filosofi-filosofi doa di dalam sebuah pernikahan adat Jawa.

Dan tahukah kalian, ternyata tidak hanya kedua mempelai yang memakai batik sarimbit, tetapi juga kedua orang tua masing-masing mempelai yang juga memakai batik dengan motif yang berbeda. Dengan memakai batik sarimbit juga, menjadi simbol bahwa dua keluarga tersebut telah bersatu untuk menjadi sebuah keluarga besar.

Sebuah keluarga yang nantinya akan hidup bermasyarakat dan melanjutkan sejarah keluarga sampai pada akhirnya nanti. Semoga bagi yang sudah menikah selalu diberkahi kebahagiaan, dan semoga yang belum menikah, segera mampu menikah dan hidup berbahagia.

Salam Rahayu, Salam Hangat, Indonesian Batik

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *