Batik Tulis Desa Girilayu, Falsafah Ngelmu Pring dalam Motif Pring Kuning Sedapur

Selamat sore pengunjung Prajnaparamita Indonesian Batik, salam rindu dan salam hangat dari kami paa pejuang batik yang masih berjuang keras melestarikan batik tulis tradisional. Menjelang weekend kami siapkan nih batik tulis dengan motif-motif terbaik dari Desa Batik Girilayu. Kali ini ada Motif Pring Kuning Sedapur, sebagai sebuah simbol kerukunan hidup manusia.

Dalam batik tulis tidak ada motif yang jelek, semua motif pasti memiliki karakter dan filosofi yang sudah tertanam dari awal pertama kali dibuat. Dan begitulah cara batik menyampaikan kepada kita semua bagaimana menjalani kehidupan, meskipun hanya lewat cermin kehidupan kita sendiri yang bisa mengungkapkannya.

Di sini, di Desa Batik Girilayu, terkadang dari candrawuni di sore yang indah bisa menceritakan bagaimana kisah kehidupan,karakter manusia dan bagaimana kita menyikapinya. Seperti yang tergambar dalam motif yag bernama Pring Kuning Sedapur ini, salah satu perwujudan kehidupan yang mampu menjadi inspirasi sekaligus motivasi kita dalam kehidupan.

Salah satu motif batik kontemporer yang sebenarnya merupakan pengembangan dai motif bambu yang ada di Blora, yang dahulu diperkenalkan oleh Pak Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah yang saat ini menjabat.

Meskipun begitu, perbedaan pasti ada dan karakter pun pasti memiliki perbedaan. Karakter sogan Solo yang ada di Desa Batik Girilayu masih melekat kuat pada batik-batk kontemporer Desa Girilayu. Sementara di Blora mungkn lebih terkena pengaruh batik pesisiran yang memberikan warna-warna cerah yang juga begitu indah.

Motif Pring Kuning Sedapur ini merupakan motif yang terinspirasi dari sebuah rumpun bambu kuning yang kalau dalam bahasa Jawa disebut “sedapur”. Sedangkan bambu kuning sendiri memiliki nilai yang lebih dari bambu-bambu lainnya karena warnanya yang kuning cerah, dan semakin langka kita temukan.

Batik ini hanya menggunakan kombinasi sogan kuning dan warna hitam sebagai latarnya, khas batik kontemporer Desa Girilayu. diatasnya terdapat daun-daun bambu yang digambarkan jatuh berada di latar hitam. Dibawah rumpun bambu ada sedikit gambaran motif Sekar Jagad sebagai simbolisme dari akar-akar rumpun bambu tersebut.

Motif non geometris ini akan terlihat indah apabila menjadi dress ataupun ok panjang, bisa juga dijadikan sebagai gamis yang berkelas sekaligus menunjukkan bagaimana karakter mewah dan elegannya batik tulis tradisional, mengingat harganya yang tidak bisa dibilang murah.

Beralih menuju filosofi yang ada di dalamnya.

Bambu Kuning dalam bahasa jawa disebut “pring kuning” di dalam masyarakat Jawa terkenal dengan “ngelmu pring”. Dalam pembahasan mengenai pring kuning, ada sebuah falsafah yaitu

 “Pring Kuning, urip iku eling wajib podo eling marang sing peparing..”

Dalam kalimat di atas kita sebagai manusia diingatkan untuk selalu mengingat kepada siapa saja yang telah berbuat bak kepada kita apapun bentuknya, disamping itu, Tuhan yang telah memberikan kita berbagai sarana kehidupan juga menjadi satu-satunya yang selalu kita harus mengingatnya, dengan cara beribadah sesuai agama masing-masing dan tetap berbuat baik kepada sesama manusia.

Selain itu dalam Ngelmu Pring, kita diajarkan bagaimana hendaknya kita selalu ingat akan mati sebagaimana pada bait

“Menungsa podo eling yen tekan titi wancine bakal digotong anggo pring, bali neng ngisor lemah podo ngisor oyot pring…”.

Hal tersebut memiliki arti yang sangat mendalam, apabila manusia sudah sampai waktunya (dalam hal ini mati) juga akan diusung dengan keranda dari bambu menuju ke tempat peristirahatan terakhir, sebagaimana hal ini dapat kita temui dalam upacara kematian masyarakat pedesaan Jawa. Setelah diusung dak dimakamkan, maka sang manusia tersebut kembali kepada bumi beriringan dengan akar-akar bambu.

Nah, makna yang merupakan sebuah falsafah kehidupan kita sebagai manusia tergambar jelas dalam kehidupan kita sehari-hari, tidak salah bagaimana masyarakat Jawa selalu berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik dalam setiap langkahnya.

Seperti itu pula yang tergambar dalam motif batik Pring Kuning Sedapur ini yang berusaha untuk menyampaikan bahwa dalam kehidupan kita bisa mengambil makna dalam setiap apa yang kita lihat, dengar dan rasakan.

Sedikit dari kami tentang falsafah kehidupan dari salah satu motif batik yang kita bahas kali ini, semoga bermanfaat dan tetap support batik tulis tradisional Indonesia.

Terima Kasih Sudah Berkunjung

Salam Hangat, Indonesian Batik

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *