Batik Girilayu Sekar Jagad Agung dan Bukti Sebuah Keindahan dari Berbagai Perbedaan

Selamat sore para pemimpi yang mencari jati diri, masih dalam suasana bulan November yang hangat sedikit hujan.  Masih dengan suasana batik tulis di sebuah Desa yang kadang berkabut kagang penuh rindu, Girilayu. Seperti yang terlukis dalam Batik Girilayu Sekar Jagad Agung, sebuah perbedaan yang disatukan dalam keindahan.

Berawal dari sebuah kisah yang tentang perasan, tentang kehdupan, terlahir sebuah batik dengan keindahan, dengan coretan tangan para maestro melengkapi kisahnya, Batik Sekar Jagad Agung. Seperti gulungan awan yang menghiasi langit di Desa Batik di lereng lawu ini.

Nama Sekar Jagad sebenarnya adalah batik pesisir, dengan warna merah yang cerah dan motif yang juga menakjubkan. Namun, disini, batik tersebut sedikit berubah, lebih cenderung dengan kombinasi warna sogan dan warna khas batik pedalaman. Namun lebih kepada Sekar Jagad model kontemporer.

Sebenarnya batik ini hanya penggabungan dari berbagai motif batik, yang diberikan tempat untuk saling mengisi kekosongan. Saling melengkapi diantara ruang yang tidak geometris, tidak sama dan sedikit pengulangan. Di setiap ruangnya terdapat berbagai macam ekspresi kehidupan, dan juga filosofi tentang kemegahan batik tulis.

Kesan motif yang tidak beraturan ini ternyata memberikan sebuah gambaran yang menarik dan memiliki sudut pandang yang berbeda. Warna-warna sogan yang kekuningan menjelaskan karaktenya yang kalem dan lemah lembut semba mencoba mengekspresikan apa saja motf yang ada di dalamnya.

Meskipun dalam setiap jagadnya tidak ada motif klasik (kontemporer) namun tidak mengurangi makna yang ingin disampaikan. Motifnya cenderung motif yang menyampaikan keadaan di Desa Batik Girilayu ini, dengan tema alam, bunga dan dedaunan yang menghiasi.

Motif-motif tersebut benar-benar tidak beraturan, abstrak  dan keluar dari pakem klasik bukan tanpa alasan, pembatik ingin menunjukkan bagaimana keragaman di Desa Girilayu. terlebih, keberagaman di Nusantara Indonesia dengan begitu banyak suku bangsa dan bahasa.

Batik ini hanya satu dari ribuan batik yang juga ingin menyampaikan bahwa kehidupan manusia memang tidak ada yang sama. Sekali waktu perbedaan akan memisahkan, tetapi, memang begitulah kehidupan yang kita harus jalani.

Pembatik ingin menyampaikan bagaimana menerima dengan lapang apa yang sudah diberikan Tuhan Yang Maha Esa lewat batik tradisional mereka. Menerima dan menjalankan apa yang menjadi hakikat kehidupan mereka sebagai manusia.

Semua kesedihan dan kesepian para pembatik, mereka lukiskan lewat karya-karya indah yang berisi suasana hati mereka, suasana yang bersatu dalam hiruk pikuk kehidupan manusia. Dan berharap, perbedaan adalah sesuatu yang bisa dipersatukan.

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *