Benarkah Batik Tulis Tradisional Girilayu Masih Kesulitan Dalam Hal Pemasaran?

Selamat pagi, salam hangat dari kami yang sedang bertapa di lereng merapi, dan dengan senang hati masih terus bersama kalian dengan batik dan berbagai macam kebudayaan Jawa yang kita uri-uri dan kita banggakan. Well, kali ini masih dengan masalah yang kurang lebih sama, benarkah batik tulis tradisional Desa Girilayu masih kesulitan dalam hal pemasaran?

Tentu saja itu tidak sepenuhnya salah, karena batik tulis bukanlah klepon yang siap langsung dimakan, ataupun sepeda motor yang langsung bisa dinaiki. Memang benar sekali bahwa batik tulis masih memiliki kesulitan dalam hal pemasarannya. Tidak dipungkiri, batik tulis lebih mengarah kepada sebagai barang koleksi.

Tetapi, juga tidak sesulit yang orang bayangkan atau pikirkan, karena batik tulis memiliki peminat tersendiri yang meskipun batik tersebut memiliki harga mahal, mereka akan dengan senang hati membelinya. Didukung dengan kualitas dan motif yang bagus, tentu saja.

Karena ketika seseorang sudah jatuh cinta dengan batik, dengan motif batik itu, akan ada rasa bahagia yang begtu mendalam apabila bisa memilikinya.

Analoginya, kalau seseorang sudah jatuh cinta, dan kemudian bisa memiliki, maka rasanya seperti dinosaurus makan strawberry, manis. Hahaha.

Kembali ke topik, untuk hal pemasaran, sebenarnya bukan batiknya yang harus dijadikan alasan, tetapi orang yang berada di balik batik tersebut yang seharusnya introspeksi. Menyalahkan mahalnya harga batik tidak akan menambah penjualan kita, dan memanfaatkan hal yang bukan hak kita juga tidak akan menambah rezeki kita.

Artinya, sebuah konsep bahwa objek dalam hal ini batik, tergantung kepada manusia yang ada dibelakangnya, mahal, murah, bukan patokan sebuah batik tulis. Tetapi bagaimana kita lebih jauh mendalami dan jatuh hati kepada batik tulis, itulah yang harus lebih dalam kita gali.

Kemudian, dengan action pemasaran yang tepat, pemasaran bukan berarti “MENUNGGU PASAR DATANG”, tetapi bagaimana kita mencoba menawarkan dengan cara berbagai event, berbagai kegiaan yang menyangkut semua kalangan yang berhubungan dengan batik sebagai saana promosi untuk lebih mengenalkan bahwa Desa Batik Girilayu itu benar-benar ada dan eksis.

Dan sebenarnya banyak sekali yang bsa kita lakukan untuk mengembangkan dan mempromosikan batik tulis agar mendapatkan feedback yaitu pemasaran yang alami, yang natural dengan usaha kita sendiri. Percaya tidak percaya, peminat dan pecinta batik tulis akan dengan sendirinya datang untuk paling tidak ingin tahu, mengapa batik tulis tradisional Desa Giilayu begtu istimewa, apa yang membuatnya istimewa.

Sementaa, konsep batik tulis itu adalah seebagai adat dan tata krama, sebuah fashion kehidupan bagaimana kita menjadi manusia yang lebih baik dengan mau dan mampu untuk berbagi dengan para pembatik, dan masyarakat yang berharap lebih akan kemajuan dann lestarinya batik tulis tradisional sebagai bagian tak terpisahkan dari Desa Batik Girilayu.

Semoga, jalan yang panjang yang nanar kita tatap adalah sebuah jalan menuju kejayaan dinasti batik tulis tradisional yang lebih mampu membanggakan Indonesia.

Terima Kasih Sudah Berkunjung

Salam Hangat, Indonesian Batik

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *