Batik Tulis Indonesia, Sebuah Lentera Peradaban Seni Budaya

Dalam hal batik tulis, bangsa Indonesia menjadi sebuah negara yang begitu beruntung memiliki salah satu hasil budaya ini. Tidak sampai disitu, batik tulis Indonesia sudah diakui dunia, seperti UNESCO. Lalu bagaimana sebuah lentera peradaban seni budaya tersebut berjuang mempertahankan cahayanya agar tidak redup dikekang zaman, adalah sebuah tantangan.

Sejak zaman Kerajaan Mataram, batik tulis sudah menjadi busana utama yang dipakai baik dalam kegiatan sehari-hari ataupun kegiatan resmi, disitulah batik tulis melilit tubuh masyarakat Indonesia. Dengan segala filosofi yang ada di dalamnya, peradaban batik tulis kemudian bertahan dan terus berkembang.

Apapun agama yang ada dan berkembang saat itu, batik tulis tidak pernah mempermasalahkannya, karena nilai sebuah batik tidak pernah melihat perbedaan semacam itu. Karena masyarakat sadar bahwa batik tulis itu adalah identitas mereka, sebuah pernyataan bahwa mereka juga bagian dari peradaban Nusantara.

Peradaban itu karena adanya masyarakat yang mampu dan mau mengakui bahwa identitas tersebut adalah sebuah kebanggaan bagi mereka dan bukan merupakan sebuah hal yang kuno. Masyarakat yang menanamkan nilai bahwa batik tulis adalah sebuah filosofi yang mereka pakai dalam kehidupan sehari-hari.

Sedikit kita coba melihat kenyataan bahwa pada zaman penjajahan, batik masih tetap konsisten dalam peradaban manusia, meskipun ada interaksi dengan bangsa lain yang datang ke Nusantara Indonesia dan memberikan pengaruh budaya peradaban yang baru.

Dan malah memberikan pengaruh kepada kebudayaan bangsa lain meskipun tidak secara langsung.

Hal ini membuktikan bagaimana kuatnya peradaban budaya bangsa ini yang sampai saat ini masih coba untuk kita kembalikan kejayaannya. Karena peradaban ini selalu mengajarkan kita bagaimana hidup menjadi manusia yang benar-benar memiliki simpati dan empati kepada orang lain, kepada kehidupan yang lain.

Peradaban batik tulis memang saat ini masih berjuang di tengah zaman yang canggih, bahkan batik tulis berusaha mengembalikan identitas klasik mereka, identitas bagaimana megahnya filosofi yang mereka unkapkan lewat goresan canting dari malam yang hening.

Dan, suatu saat, ketika batik tulis menghilang dari peradaban, maka di hari itu akan penuh dengan kegelapan karena lentera yang sudah padam. Namun, semoga, nantinya, akan ada lentera baru yang sekaligus mampu menerangi perjalanan sejarah Bangsa Indonesia untuk seribu tahu berikutnya.

Semoga.

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *