Girilayu dan Giriloyo, Dua Desa Batik Berbeda Dengan Pakem dan Motif yang Berbeda

Hai kalian semua, selamat pagi d hari Jum’at yang penuh berkah ini. Semoga kalian semua selalu dalam lindunganNya dan selalu diberikan kesehatan. Nah, kali ini kita mau membahas nih antara Girilayu dan Giriloyo, tahukah kalian kalau dua Desa Batik berbeda dengan pakem dan motif yang berbeda. Padahal dari namanya hampir mirip ya.

Giiloyo adalah sebuah dusun yang terletak di bawah kaki perbukitan Imogiri, Daerah Istimewa Yogyakarta. yang juga menyimpan warisan budaya batik yang luar biasa, batik tulis.

Sedangkan Girilayu adalah sebuah Desa Batik di Karanganyar ang juga mewarisi budaya batik tulis yang turun temurun bahkan sejak sebelum zaman perjuangan.

Persamaan kedua desa batik ini adalah sama-sama berada di sebuah desa yang sunyi dan tenang, lengkap dengan suasana pedesaan yang penuh cuitan burung-burung ketika pagi. Selain itu sama-sama berada di kaki bukit dan cenderung orang jarang mengetahui.

Selain itu, kedua desa batik ini juga merupakan daerah pecahan dari Kerajaan Mataram yang meskipun terpecah, namun wariisan budaya batik masih diteruskan oleh kedua desa ini. Dan juga para pembatik yang masih sangat tradisional dalam membuat berbagai karya batik yang indah dan menawan.

Terpisah dari itu, ada perbedaan yang sedikit mencolok dari kedua Desa Batik tersebut, terlebih dalam motif dan pewarnaan, terutama pakem-pakem tertentu tentang motif yang biasa digunakan kedua Desa ini juga begitu terlihat.

Dari segi pewarnaan, warna-warna Batik Giriloyo yang lebih menjurus kepada krem dan putih kusam/bledak begitu dominan mengingat begitu dekatnya dengan kebudayaan Mataram Yogyakarta yang menjadi kiblat motif-motif batik Giriloyo.

Sedangkan Batik Girilayu meskipun sama-sama pecahan Mataram, namun lebih mengikuti warna sogan solo yang berwarna kecoklatan dan lebih banyak mengadopsi motif-motif Mangkunegaran karena pengaruh dari Keraton Mangkunegaran yang bahkan Raja Mangkunegara I juga dimakamkan di Desa Girilayu ini.

Beralih kepada para pembatik, para pembatik Giriloyo lebih sering “mbatik bareng” daripada di Desa Girilayu yang sebagian besar lebih memilih untuk membatik di rumah mereka masing-masing.

Batik Giriloyo merupakan model pendampingan pemerintah mengenai pengembangan budaya batik yang sudah berhasil, sedangkan Desa Girilayu masih membutuhkan begitu banyak pembenahan di berbagai sektor, meskipun banyak pemuda dan ide kreatif yang ingin coba mereka aplikasikan.

Batik Giriloyo lebih mempertahankan motif-motif klasik seperti motif Wahyu Tumurun dan motif Lung, sedangkan Desa Girilayu lebih banyak mempertahankan motif klasik seperti Motif Sidomukti, Motif Truntum dan Motif Sido Drajad.

Meskipun mungkin berbeda jarak dan berbeda pakem motif yang digunakan kedua Desa ini, namun, kedua Desa  Batik ini sama-sama memiliki tujuan pasti yaitu mempertahankan warisan budaya batik yang turun-temurun diwariskan dan dilestarikan untuk Indonesia.

Dan dai kedua Desa ini kita mampu melihat bagaimana budaya yang coba terus menerus berusaha menunjukkan pesona keindahannya. Melalui tangan-tangan kreatif para pembatik yang begitu lincah melukiskan perasaannya pada setiap motif batik yang dibuat.

Perbedaan itu bukan menjadi sebuah pemisah yang menjauhkan, tetapi lebih menjai sebuah paduan yang sempurna untuk khasanah budaya batik yang harus tetap kita lestarikan untuk bumi budaya Indonesia, dan bumi batik Indonesia.

Semoga perjuangan tanpa kenal lelah para pembatik baik Giriloyo maupun Girilayu, mampu mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia menuju negeri yang berbudaya luhur dan menjadi sebuah pesona keindahan Indonesia di mata dunia.

Sekian, Terima Kasih Sudah Berkunjung dan Membaca.

Salam Hangat, Indonesian Batik

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

One Comment

  1. Pingback: Batik Tulis Desa Girilayu, Falsafah Ngelmu Pring dalam Motif Pring Kuning Sedapur - Indonesian Batik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *