Batik Motif Parang Klithik, Simbol Keanggunan Perempuan Jawa

Hei-hei kalian semua, terima kasih masih setia bertahan dengan ketidakjelasan hubungan kita yang LDR, semoga kalian sehat dan bahagia selalu. Today kita akan membahas batik lagi sih, tentang simbol keanggunan perempuan Jawa yang ditunjukkan oleh batik motif parang klithik. Seperti apa cantik dan anggunnya mereka? let’s go.

Kita bahas dulu perempuan-perempuan Jawa yang terkenal dengan anggun dan lembutnya mereka. bagi sebagian orang mungkin sudah mengetahui bagaimana karakter-karakter perempuan Jawa (terutama lingkungan keraton) yang diharuskan memiliki sikap dan sifat yang menunjukkan bagaimana mereka sebagai perempuan yang istimewa.

Bisa digambarkan kalau perempuan Jawa identik dengan kebaya, sanggul, dan jarit/jarik yang mereka pakai sebagai kemben. Yang secara langsung menjadi simbol karakter mereka sebagai perempuan Jawa yang lemah lembut, anggun, dan mampu membuat para lelaki terkagum hanya dengan lirikan mautnya.

Keanggunan ini sudah pasti dai ajaran yang mereka dapatkan ketika di dalam lingkungan keraton, unggah-ungguh dan tingkah laku menjadi sangat diutamakan. Belum lagi mereka adalah istilahnya public figure bagi lingkungan keraton dan wilayah pemerintahan keraton. Maka sudah pasti perempuan ini akan menjaga nama baik keraton yang menjadi tempat tinggalnya.

Diantara busana yang mereka pakai, salah satunya adalah batik motif parang klithik. Salah satu pecahan motif batik parang ini sepertinya memang dibuat untuk para perempuan yang dahulu terutama adalah para putri raja. Sebagai simbol dari keanggunan dan kebijaksanaan daripada putri raja sekaligus simbol kekusaan keraton yang ditempatinya.

Motif batik parang klithik ini memiliki bentuk geometris yang miring atau melereng dan dengan motif parang yang paling kecil diantara variasi motif parang pada zaman dahulu. Yang menunjukkan simbol kehalusan dan ketelitian para pembuat batik.

Motif parang yang melereng terlihat mudah untuk dibuat, namun terkadang, membutuhkan lebih dari presisi dan ketelitian untuk membatiknya.dan motif geometris akan sangat sulit dibuat ketika konsentrasi kita buyar, maka lereng parang yang dibuat akan menjadi miring dan keluar dari garis geometrisnya.

Terlebih lagi, batik yang dipakai oleh lingkungan keraton diwajibkan memiliki seni, filosofi dan keindahan yang dilukiskan dalam motif batik itu. Terlebih, nantinya batik itu akan dipakai oleh para keluarga kerajaan yang notabene adalah penguasa dalam lingkungan keraton.

Sebuah perpaduan antara keindahan seni budaya yang dipadukan dengan karakter keanggunan menjadikan perempuan-perempuan Jawa dahulu begitu terkenal dan begitu istimewa. Perempuan-perempuan itu mampu menunjukkan bagaimana karakter batik itu berdasarkan tingkah laku mereka, dan sekaligus batik itu sendiri menunjukkan bagaimana keanggunan mereka baik dari fisik maupun sikap dan sifatnya.

Dn bahkan sampai sekarang, fakta bahwa perempuan Jawa masih memiliki simbol itu meskipun semakin memudar dan mungkin nantinya akan punah. Setidaknya, dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia, kita masih memiliki budaya yang begitu lekat di dalam kehidupan masyarakat kita.

Yaitu, budaya Batik Indonesia.

Terima Kasih Sudah Berkunjung dan Membaca

Salam Hangat, Indonesian Batik

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *