Mengapa Banyak Orang Yang Menikah di Bulan Besar dalam Penanggalan Jawa?

Beberapa hari ini admin sibuk sekali dengan urusan “pernjagongan” dan “pernyumbangan”. Dan ternyata dalam bulan yang menurut penanggalan Jawa adalah “Bulan Besar” memang banyak sekali orang atau keluarga yang memiliki acara hajatan, terutama menikah. Nah, Mengapa Banyak Orang Yang Menikah di Bulan Besar dalam Penanggalan Jawa?

Dua hari lalu tetangga bilang kalau sudah mengumpulkan 10 undangan pernikahan yang harus di datangi. Sepertinya itu juga sebuah kode dan ada pertanyaan rahasia yang mencoba dialamatkan lewat lirikan maut “kamu kapan nyusul?”.

Menurut wikipedia, Kalender Jawa atau Penanggalan Jawa adalah sistem penanggalan yang digunakan oleh Kesultanan Mataram dan berbagai kerajaan pecahannya serta yang mendapat pengaruhnya. Penanggalan ini memiliki keistimewaan karena memadukan sistem penanggalan Islam, sistem Penanggalan Hindu, dan sedikit penanggalan Julian yang merupakan bagian budaya Barat.

Sistem kalender Jawa memakai dua siklus hari: siklus mingguan yang terdiri dari tujuh hari (Ahad sampai Sabtu) dan siklus pekan pancawara yang terdiri dari lima hari pasaran. Pada tahun 1625 Masehi (1547 Saka), Sultan Agung dari Mataram berusaha keras menanamkan agama Islam di Jawa.

Salah satu upayanya adalah mengeluarkan dekret yang mengganti penanggalan Saka yang berbasis perputaran matahari dengan sistem kalender kamariah atau lunar (berbasis perputaran bulan).

Uniknya, angka tahun Saka tetap dipakai dan diteruskan, tidak menggunakan perhitungan dari tahun Hijriyah (saat itu 1035 H). Hal ini dilakukan demi asas kesinambungan, sehingga tahun saat itu yang adalah tahun 1547 Saka diteruskan menjadi tahun 1547 Jawa.

Dan memang benar, dalam penanggalan Jawa ada 12 bulan yang memiliki makna dan arti yang secara tidak langsung telah menjadi panutan untuk menentukan hari baik menikah. Terutama oleh sesepuh dan orang tua yang memiliki hubungan erat dengan budaya leluhur.

Secara singkat ini filosofi yang ada dan bisa dipertimbangkan untuk menentukan bulan pernikahan. Bulan yang baik untuk hajatan nikah diantaranya Besar yang mengandung arti akan kaya dan mendapat kebahagiaan. Bulan Ruwah mengandung maksud Selamat dan selalu damai. Rejeb berarti Selamat serta banyak anak . Jumadilakhir artinya kaya akan harta benda. Bulan-bulan diatas sangat disarankan untuk punya gawe.

Sedangkan bulan yang boleh dilanggar karena sesuatu hal diantaranya adalah bulan Sapar walau akan kekurangan dan banyak hutang. Bulan Rabiul Akhir walau sering digunjingkan dan di caci maki. Bulan Jumadilawal walau sering tertipu , kehilangan dan banyak musuh. Selain itu bulan Sawal meski kekurangan dan banyak hutang.

Adapun bulan-bulan pantangan yang tidak disarankan untuk orang punya gawe diantaranya bulan Suro . Di bulan Suro ini kalau dilanggar akan mendapat kesukaran dan selalu bertengkar.  Bulan Rabiul awal juga pantangan karena salah satu akan meninggal . Bulan puasa atau Ramadhan juga pantangan karena akan berakibat akan mendapatkan kecelakaan. Terakhir bulan pantangan adalah Dzul Qo’dah kalau dijalankan akan berakibat sering sakit dan bertengkar dengan teman.

Nah, itulah alasan mengapa ketika kita menentukan tanggal pernikahan melewati mbah atau eyang kita yang mengerti dan mendalami penanggalan Jawa, pasti akan menentukan diantara bulan baik tersebut.

Meskipun begitu, ini bukanlah sebuah pakem yang harus dipercayai oleh semua orang. Kembali kepada pribadi masing-masing untuk menentukan tanggal maupun bulan pernikahan yang menurut kalian baik. Artikel ini hanya ingin sharing dan berbagi bagaimana kita berada dalam kebudayaan Jawa yang adiluhung.

Karena semua itu kembali kepada Tuhan Yang Maha Esa, kita hanya titah sewantah yang menjalani kehidupan di dunia untuk menjadi manusia yang mengabdi kepada Tuhan.  Dan tinggal bagaimana kita berusaha untuk membangun mahligai rumah tangga yang baik melalui pernikahan, bukan hanya tergantung tanggal dan bulan yang baik saja.

Sekian dulu pembahasan mengenai menikah, karena serius, kalau membahas menikah bawaannya baper, hahaha. Terima kasih telah berkunjung dan membaca, dan selamat menikah.

Salam Hangat, Indonesian Batik

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *