Mempertahankan Kemerdekaan sekaligus Mempertahankan Kelestarian Batik Tulis

Hei, duh, kemarin bolos kan, jadi lupa bikin artikel, mohon dimaafkan karena admin juga jomblo, masih kurang kasih sayang, eh. Dan terkadang isinya hanya berkutat batik dan berbagai macam isi kepala admin, soalnya kalau copas nanti dikira ngga’ kreatif. Masih edisi menuju HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-73, nanti 17 Agustus, bagaimana kita mempertahankan kemerdekaan sekaligus mempertahankan kelestarian batik tulis.

Kami tidak tahu di kota besar bagaimana merayakan kemerdekaan, karena kami yakin siapa saja akan ikut dengan senang hati memeriahkan Kemerdekaan. Nah, sambil menuju ke usia yang ke-73, apa yang sudah kita lakukan untuk bangsa Indonesia?

Tanpa kita sadari banyak orang yang “bodo amat” dengan Indonesia, seolah-olah kita hidup untuk diri sendiri. Okay, cuma coba lihat bagaimana orang luar negeri, wisatawan asing, banyak yang jatuh cinta dengan Indonesia.

Apa yang mereka suka?

Budaya, keberagaman, kerukunan, tempat-tempat yang menakjubkan, kuliner, dan berbagai macam hal yang ada di Indonesia.

Dan budaya adalah salah satu yang kita miliki sejak dahulu kala, kita juga telah mempertahankan budaya tersebut berpuluh bahkan beribu tahun untuk sampai sekarang ini. Misalnya saja batik tulis, sudah sejak zaman kerajaan di Nusantara.

Batik juga tidak lepas dari perkembangan budaya busana yang terus menerus mengalami modernisasi, berkembang dan terus berkembang. Berbagai motif juga dikembangkan dan dilestarikan. Tujuannya apa, yaitu untuk meneruskan jati diri bangsa Indonesia yang sudah turun-temurun memiliki kebudayaan yang bahkan orang luar negeri tertarik dengan budaya itu.

Sama seperti kami, memang benar berjualan batik tidak semudah berjualan kacang goreng, namun idealisme kami lebih tinggi dari itu, kami lebih memiliki pemikiran bagaimana ikut mengembangkan budaya Indonesia agar semakin menjadi daya tarik bagi masyarakat negara lain.

Menjual batik hanyalah sebagai bonus karena kami ingin lebih memiliki kebanggaan batik tulis ini bisa sampai ke seluruh penjuru dunia dan terutama membanggakan Indonesia. Dan warisan ini tentu saja harus tetap kita perjuangkan, harus tetap kita lestarikan.

Karena sebagai salah satu cara untuk meningkatkan rasa cinta tanah air adalah dengan mencintai budaya asli dari negeri kita rendiri, bumi tempat kita berpijak, Indonesia.

Mungkin begitulah cara kami berjuang agar lebih memiliki perhatian kepada Nusantara Indonesia, bukti bahwa kami masih, dan akan terus mencintai tanah air kami tanpa perlu memiliki banyak alasan untuk itu.

Dari sini kami masih berjuang untuk memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia, dari sini dari sebuah desa yang berjuang untuk melestarikan batik tulis.

Apa yang sudah kalian lakukan untuk Indonesia?

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *