Melihat Karakteristik Warna Batik-Batik Keraton yang Mewah dan Elegan

Sugeng sonten pemirsa, selamat sore, salam hangat dari kami Prajnaparamita Indonesian Batik yang tetap konsisten untuk sharing segala infirmasi yang menarik tentang batik dan budaya Indonesia yang lainnya. Terima kasih juga atas kesediaannya berkunjung ke website kita yang sederhana ini. Hari ini kita akan melihat bagaimana karakteristik warna batik-batik keraton yang terkenal mewah dan elegan.

Dalam batik, warna adalah salah satu kunci keindahan batik tulis, disamping motif yang juga harus memiliki detail dan level seni yang tinggi ditambah dengan filosofi yang juga harus dilukiskan dalam motif batik tulis.

Namun, selain itu warna juga memiliki filosofi tersendiri yang menunjang keindahan dan motif batik. setiap daerah memiliki karakter warna yang berbeda yang tentu saja dengan proses yang berbeda.

Kembali ke pembahasan kita, bagaimana karakter warna kerajaan atau keraton yang terutama karena kami tinggal di wilayah Jawa Tengah, kita akan mencoba mencari warna yang dimiliki pecahan Mataram Islam yaitu Keraton Yogya dan Keraton Solo, ditambah Keraton Mangkunegaran.

Apakan warna elegan yang menjadi trademark warna batik mereka?

Kita mulai dari keraton Yogyakarta, dari berbagai motif kami melihat warna yang jelas terlihat adalah putih, baik itu dalam motif bledak, atau motif biasa yang didominasi warna hitam dan putih, pemakaian warna sogan sangat jarang kita temukan.

Mungkin adanya perbedaan pandangan dengan motif batik saudaranya yaitu Solo atau Surakarta juga berimbas kepada warna batik yang dihasilkan.

Meskipun begitu, warna dominan Yogya memiliki karakteristik warna yang tegas dan jelas, menunjukkan kekuatan yang ada pada Keraton Yogyakarta. Warna hitam dan putih memberi kesan bahwa di dalam intern keraton Yogyakarta sendiri memiliki karakter yang tegas dan memiliki keistimewan tersendiri.

Memang benar adanya bukan, Yogyakarta sebagai kota pariwisata dan juga kota budaya yang sampai sekarang kita masih mampu menikmati setiap sudut keindahannya.

Sekarang kita beralih ke Surakarta, kota yang lebih dikenal dengan nama Solo ini memiliki warna yang bertentangan dengan saudara tuanya. Warna dominan sogan cokelat yang mengarah ke warna cokelat muda kekuningan menjadi salah satu bentuk khas warna batik tulis Solo.

Warna ini menunjukkan karakter yang lebih kalem dan lebih merakyat, karena mudahnya membuat warna sogan dengan bahan alam. Meskipun begitu, sebagai salah satu penerus pecahan Kerajaan Mataram, karakter yang tegas juga dimiliki dibalik warna sogan cokelatnya.

Di dalam intern keraton sendiri banyak dipakai untuk para penari kerajaan dan berbagai acara resmi yang biasa digelar di keraton Surakarta. Sedangkan untuk motifnya kebanyakan hanya merupakan pengembangan dari motif klasik yang sudah ada, terutama warisan Kerajaan Mataram, seperti karya Ki Ageng Henis di Laweyan.

Menuju ke Mangkunegaran, tidak ada kekhususan warna dalam batik Mangkunegaran, mungkin lebih bisa disebut perpaduan dua keraton tersebut. Sebagai generasi paling muda pecahan Kerajaan Mataram, dan lebih dekatnya dengan Keraton Surakarta, maka warna sogan juga menjadi karakter utama batik keraton Mangkunegaran.

Namun sekarang juga banyak yang mengembangkan paduan antara warna hitam, putih dan sogan yang membuat batik semakin beragam. Seperti di daerah Girilayu sekarang ini sebagai salah satu penerus generasi Desa Batik yang mencoba tetap menggabungkan ketiga warna tersebut dalam berbagai batiknya, seolah-olah mencoba menyatukan Kerajaan Mataram yang dahulu sangat berjaya di Jawa.

Terlepas dari itu semua, sekarang kita bisa lebih leluasa untuk memakai batik dengan berbagai motif dan paduan warna yang tidak lagi terikat dengan kebijakan keraton. Namun sekali lagi, budaya tetap harus dijunjung tinggi dan dihargai dengan baik, bukan semerta-merta dipakai untuk sesuatu yang tidak baik.

Semoga kita semua bisa tetap menjaga keragaman dan perbedaaan ini untuk tetap memajukan Nusantara Indonesia, hari ini dan hari esok seterusnya.

Terima Kasih sudah berkunjung dan membaca

Salam Hangat, Salam Budaya Batik Tulis.

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *