Penting, 7 Manfaat Kearifan Lokal Menggendong Bayi Menggunakan Jarik Batik

Memiliki seorang momongan tentunya sebuah kebahagiaan tersendiri bagi sebuah pasangan. Tingkah bayi yang lucu adalah sebuah anugerah yang begitu berharga. Dan tentunya menjadi pengalaman berharga bagi sang ibu. Dan sekarang kita akan mengulas 7 manfaat kearifan lokal menggendong bayi menggunakan jarik batik.

Penasaran? Intro dulu dongs.

Untuk para bayi juga mohon diperhatikan, jangan nangis melulu.

Diantara para ibu-ibu zaman now yang sudah memiliki momongan, menggendong bayi kecil mungil ini sudah menjadi sebuah kewajiban apabila tidak ingin anaknya rewel atau bahkan menangis. Ada juga yang harus bayi atau anak kecil yang harus minta digendong agar bisa terlelap tidur.

Dan sejak zaman dahulu, menggendong bayi menggunakan jarik (kain) batik sudah menjadi sebuah tradisi dan kearifan lokal tersendiri. Entah siapa yang pertama kali menemukannya, kalau kata eyang putri, sudah sejak zaman mbahnya mbah yang punya mbah lagi diatas mbah. Nah loh.

Lalu apa yang unik dari menggendong bayi menggunakan jarik batik ini, malahan mungkin terlihat “ndeso” kampungan bukan?

Woghh, jangan salah, sudah berpuluh kali kami sampaikan, bahwa kearifan lokal budaya Jawa pasti memiliki filosofi dan makna tersendiri. Biar lebih jelas kita bahas manfaat menggendong bayi atau anak kecil menggunakan jarik batik.

Lebih dekat dengan sang Ibunda

Sudah jelas bukan, seorang anak pasti ingin berada dekat dengan sang ibu. Dekat dalam artian, tidak terpisah jarak. Ketika digendong ayahnya menangis, tetapi giliran digendong ibunya, langsung dicancel nangisnya si anak kecil. Entah pake trik apa seorang ibu bisa membuat anaknya merasa lebih tenang dan ceria ketika dalam gendongan ibu.

Belum lagi misalnya yang gendong baby sitter melulu, itu anak siapa coba?

Tidak salah memakai jasa baby sitter, tetapi kita diberikan anugerah bayi itu untuk kita yang jaga, bukan malah lempar tanggung jawab kepada baby sitter. Hayoloh.

Mungkin beberapa kalian masih ada yang ingat ketika digendong ibu pada waktu masih kecil?

Efisien dan Simple

Okelah, dibandingkan dengan itu apa namanya alat seperti tas yang untuk menggendong bayi itu, menggunakan jarik batik terlihat ribet dan rumit. Sepertinya tidak begitu realitanya. Nyatanya menggunakan jarik batik juga masih banyak digunakan sampai sekarang, dan kami belum pernah mendengar ribetnya memakai jarik batik untuk menggendong seorang bayi imut-imut.

Kecuali bayi dinosaurus yang kalian gendong, mungkin sedikit ribet.

 Untuk para ibu yang belum berpengalaman memiliki bayi mungkin saja itu menjadi sebuah kerumitan tersendiri, karena zaman sekarang yang dicari hanya yang terlihat “tidak kampungan” meskipun tidak semuanya “yang kampungan” itu jelek.

Melatih Naluri Seorang Ibu

Ketika bayi atau anak kecil menangis, bukan berarti mereka lapar terus dibuatkan susu. Mungkin mereka butuh kuota untuk main instagram. Atau, mungkin saja bocah kecil ini hanya ingin dekat dengan sang ibu. Dimanjakan oleh sang ibu dengan kasih sayang yang hanya bisa didapatkan dari seorang ibu.

Menjadi ibu itu harus memiliki naluri tersendiri, oh ini waktunya minum susu, waktunya tidur, waktunya jalan-jalan sore, waktunya mengajari mobil lejen.

Anything can happen mom, just use your feeling to understand that little kid. Ceileehh..

Mengajarkan Filosofi Budaya Jawa

“tak lelo, lelo lelo ledung, anakku sing bagus/ayu dewe”

Kalian pernah diberikan kidung jawa seperti di atas, pernah dinyanyikan seperti itu ketika kalian menangis waktu bayi pas digendong?

Beruntunglah kalian, sudah hilang kalau zaman sekarang mau mencari kidung-kidung mesra yang memberikan sebuah alunan yang bisa membuat kita terlelap tidur dalam gendongan sang ibu. Sudah tidak ada apabila kita mau mencari sekarang, masih ada juga milik eyang putri atau sesepuh yang sangat hapal tentang kidung Jawa yang berisi doa dan pujian kepada sang buah hati ini.

Kalau zaman sekarang dengernya pasti kidungnya Maroon 5 atau Justin Bieber.

Arti sebuah Motif Batik Yang Digunakan

Nahh, ini yang penting hubungannya dengan kain batik yang dipakai. Bayi yang digendong dengan misalnya kain batik yang bermotif cuwiri, atau truntum garuda, memberikan sebuah pelajaran yang berharga.

Dari motif batik Cuwiri, yang melambangkan sebuah kelahiran, kesehatan dan ketentraman kepada kehidupan terutama anak yang nantinya akan menjadi generasi penerus kita nantinya.

Atau motif truntum garuda, yang memberikan pengharapan agar nantinya sang anak akan memiliki cita-cita yang tinggi dan mampu menggapainya seperti burung Garuda.

Dan masih banyak lagi motif yang memberikan berbagai mengharapan dan arti filosofis yang bisa kita ajarkan kepada anak kita.

Come on mum, budaya Jawa tidak pernah memberikan pengaruh buruk, semua yang diajarkan kepada kita agar menjadi orang yang berguna bagi dunia nyata suatu saat nanti.

Lebih Mudah Ketika Ingin Memberikan ASI

Well, tidak perlu dipanjang lebarkan, karena setiap bayi memiliki kebutuhan makan juga, dan tidak mungkin kalian ketika lahir langsung makan onde-onde atau marneng bukan. Lewat ASI, bayi juga akan menjadi pintar dan tercukupi kebutuhan gizinya.

Nah tugas jarik batik adalah mampu menyembunyikan moment ketika sang ibu menyusui.

Tidak mungkin bapak yang menyusui keles.

Yang terakhir.

Membuat Ikatan Batin dengan Batik

Kalian setelah lahir juga tidak akan langsung jadi gede dan bisa update status bukan?

Kita semua sudah pasti pernah menjadi seorang bayi tersebut, yang diajarkan untuk sayang dan menghormati kepada sang ibu tercinta, tidak ada yang mengajarkan untuk demo ketika ASI yang diberikan ibunda terasa pahit.

Dengan kain batik itu juga kita berusaha, istilahnya membuat sebuah ikatan motif dengan ibunda untuk menjadi sebuah kain batik, seorang yang memiliki keluhuran dan keindahan budi kepada semua orang. Juga memberikan sense dan image penting bahwa kita sangat menyayangi ibunda kita.

Bagaimana rumitnya menggendong dengan jarik batik, bagaimanapun beratnya, tidak bakal kalian dengan sengaja dijatuhkan dari gendongan mereka. Yang ada kita akan dipeluk cium dan begitu banyak diberikan cinta kasih yang nyata dan alami, tidak ada yang perlu mengajarkan, tidak perlu sekolah bayi, tidak perlu baby sitter,

“Karena dari gendongan jarik ibunda, kita sudah sangat mengerti bagaimana rasanya disayangi.”

So, mau mencoba menggendong bayi dengan kain batik?

Kalian bisa share di comment facebook fanpage Official Prajnaparamita Indonesian Batik, mungkin saja bisa menjadi inspirasi bagi para calon ibu-ibu gemar arisan suatu saat nanti.

Thank You Terima Kasih Sudah Membaca

Salam Hangat, Indonesian batik

-prajnaparamita-

 

IMG Source : Google Images.

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *