Jalan-Jalan Ke Museum Batik, Tempat Menikmati Keindahan Batik Klasik Indonesia

Liburan selalu menjadi sebuah moment untuk sejenak melepaskan lelahnya pekerjaan atau jenuh dengan aktifitas sehari-hari yang begiru-begitu saja alias flat. Seperti kami Prajnaparamita Indonesian Batik yang memilih untuk jalan-jalan sekaligus mencari artikel untuk ditulis sebagai referensi kalian ketika mencari liburan yang sekaligus bisa belajar untuk menambah ilmu tentang khasanah Batik Indonesia.

danarhadi_pic435

Museum Batik Danarhadi

Sebagai pilihan pertama kami memilih Museum Batik Danarhadi yang berada di jantung kota Solo, salah satu kota besar Batik Indonesia. Keinginan H. Santosa Doellah (pengusaha pribumi) untuk melestarikan batik mendorong didirikannya museum batik di Kota Solo.

Museum ini bernama Museum Batik Danar Hadi. Berlokasi di jalan utama Kota Solo, jalan Slamet Riyadi. Museum yang didirikan sejak tahun 1967 ini menyuguhkan koleksi batik kualitas terbaik dari berbagai daerah seperti batik asli keraton, batik China, batik Jawa Hokokai (batik yang terpengaruh oleh kebudayaan Jepang), batik pesisir (Kudus, Lasem dan Pekalongan), batik Sumatera dan berbagai jenis batik lainnya.

Museum ini memiliki koleksi kain batik mencapai 1000 helai dan sudah diakui MURI (Museum Rekor Indonesia) sebagai museum dengan koleksi batik terbanyak. Pengunjung dapat melihat proses pembuatan batik bahkan bisa mengikuti workshop pembuatan batik secara langsung.

capture-1

Selain mendapat pengalaman membatik, pengunjung juga bisa menikmati arsitektur bangunan khas Jawa di samping museum, yang dikenal dengan nama Ndalem Wuryaningratan. Ndalem Wuryaningratan semula merupakan tempat tinggal Pangeran Wuryaningrat, menantu Susuhan Pakubuwono X.

Dibangun dengan konsep rumah tinggal bangsawan pada masa itu, dengan pakem Jawa dan pengaruh arsitektur gaya Eropa. Pada tahun 1997, H. Santosa Doellah sebagai pemilik Batik Danar Hadi membeli bangunan ini menjadi House of Danar Hadi dengan mempertahankan arsitektur aslinya.

museum-batik-yogyakarta-01-1-1024x1024

Museum Batik Yogyakarta

Sebagai kota yang juga penuh adat dan budaya Batik, Yogyakarta selalu merupakan tujuan wisata yang tidak ingin dilewatkan. Ditambah iringan lagu Kla Project, membuat suasana semakin memikat romantisme para wisatawan.

Museum Batik Yogyakarta adalah museum batik pertama di Yogyakarta didirikan atas prakarsa Hadi Nugroho, pemilik museum. Museum swasta ini terletak di Jalan Dr. Sutomo, Kota Yogyakarta. Bangunan ini dikelola sendiri oleh pasangan suami istri Dewi dan Hadi Nugroho. Pada 12 Mei 1977, museum ini baru diresmikan oleh Kanwil Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Museum ini mendiami area seluas 400 m2 dan sekaligus dijadikan tempat tinggal pemiliknya.

Kini, museum ini menyimpan lebih dari 1.200 koleksi perbatikan yang terdiri dari 500 lembar kain batik tulis, 560 batik cap, 124 canting (alat pembatik), dan 35 wajan serta bahan pewarna, termasuk malam.

Koleksi museum ini terdiri berbagai batik gaya Yogyakarta, Solo, Pekalongan, dan gaya tradisional lainnya dalam bentuk kain panjang, sarung, dan sebagainya. Motifnya kebanyakan berupa motif pesisiran, pinggiran, terang bulan, dan motif esuk-sore.

foody-mobile-mseum-batik-jpg-730-636150798830960467

Beberapa koleksinya yang terkenal antara lain: Kain Panjang Soga Jawa (1950-1960), Kain Panjang Soga Ergan Lama (tahun tidak tercatat), Sarung Isen-isen Antik (1880-1890), Sarung Isen-isen Antik (kelengan) (1880-1890) buatan Nyonya Belanda EV. Zeuylen dari Pekalongan, dan Sarung Panjang Soga Jawa (1920-1930) buatan Nyonya Lie Djing Kiem dari Yogyakarta. Semua koleksi yang ada dalam museum ini diperoleh dari keluarga pendiri Museum Batik Yogyakarta. Koleksi tertuanya adalah batik buatan tahun 1840.

ulen-sentalu-6

Museum Batik Ullen Sentalu

Bagi kalian yang masih asing mendengarnya, Museum ini beralamat di Jl.Boyong Taman Wisata Kaliurang. Jarak museum ini dari kota Yogyakarta sekitar 25 km, yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar 30-45 menit. Sayangnya, museum ini belum banyak dikenal oleh masyarakat. Bahkan, banyak warga Yogyakarta sendiri yang belum pernah mendengar tentang museum ini. Padahal, museum ini sudah diresmikan sejak tahun 1997.

Nama Ullen Sentalu sendiri merupakan kependekan dari “Ulating blencong sejatine tataraning lumaku” yang artinya adalah “Nyala lampu blencong merupakan petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan”. Museum ini menyuguhkan budaya dan kehidupan putri Keraton Yogyakarta beserta dengan beraneka warna koleksi batik. Selain itu juga  memajang raja-raja Yogyakarta lengkap dengan pakaian kebesarannya dan permaisurinya. Didukung dengan bangunan yang baik dan unik menjadikan museum ini layak untuk dijadikan alternatif pilihan wisata budaya dan pendidikan anda dan keluarga.

Museum-Ullen-Sentalu-batik-room1

Selain batik yang dipamerkan terdapat banyak koleksi seni dan budaya yang bisa ditemui bahkan menjadi daya tarik utama museum tersebut. Ketika anda memasuki kawasan ini maka anda akan disambut suasana kraton tempo doeloe.

 Pemandangan tumbuh-tumbuhan besar dengan sulur-sulur yang panjang dilengkapi dengan suasana sejuk kaliurang akan sangat memanjakan anda. Museum Ullen Sentalu terletak di kawasan Taman Kaswargan (orang Jawa menganggap Gunung Merapi sebagai tempat sakral). Taman Kaswargan merupakan salah satu kawasan bersejarah seperti Pesanggrahan Ngeksigondo dan Wisma Kaliurang.

Bagaimana?

Kalian mau jalan-jalan sekaligus menikmati klasiknya tradisi batik yang dipamerkan museum-museum keren tersebut. Liburan tidak melulu ke tempat top selfie, tetapi liburan yang top learning juga banyak dan tidak kalah menarik untuk dikunjungi.

Selain bisa memahami budaya secara lebih dekat, mungkin saja di museum jodoh kalian berada, atau sudah dimuseumkan. Hahaha.

Just bercanda, semoga sedikit artikel ini bisa menjadi sumber informasi kalian ketika akan berkunjung untuk melihat koleksi-koleksi batik dan senit budaya Indonesia yang beraneka ragam.

Terima Kasih Sudah Berkunjung dan Membaca

Salam Hangat, Indonesian Batik

-prajnaparamita-

 

Image : Google Images

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *