Astana Mengadeg, Girilayu, dan Giribangun, Tujuan Menarik Wisata Ziarah

Hello, long weekend nih yee, liburan kemana kalian para pekerja keras? Admin belum ada yang ngajakin jalan nih, diajak ziarah kemana gitu juga mau. Eh, Berbicara tentang ziarah, di dekat basecamp Prajnaparamita Indonesian Batik, ada tempat ziarah yang menarik untuk dikunjungi.

Wisata kok ziarah sih admin, bagusnya dimana?

Wahhh, pelanggaran, ziarah itu bertujuan untuk bagaimana kita sebagai manusia kembali lebih mengingat Tuhan Yang maha Kuasa. Bukan bagus atau tidaknya, tetapi bagaimana setelah berziarah kita bisa mengambil sebuah moment untuk kita menjadi lebih baik lagi.

Dalam kehidupan tidak ada yang abadi, semua akan kembali kepada sang pencipta, entah pemimpin atau manusia biasa, semua akan kembali ke tempat peristirahatan terakhir. Dan apabila banyak hal baik yang pernah dilakukan, maka hanya dari nama kita sudah tahu cerita seseorang.

Astana Mangadeg, tempat para raja Mangkunegara I, II, dan II. Tempat yang sakral untuk dikunjungi, tempat kita bisa merenungi kehidupan kita yang telah lampau, apa saja yang sudah kita lakukan, bagaimana kita perlu introspeksi diri atas segala kesalahan dan kehidupan kita.

Astana Mengadeg berada tinggi di atas bukit, untuk mengunjunginya kita akan perlu berjalan naik dengan dipayungi berbagai pohon pinus dan pohon-pohon besar lainnya. Ketika kita sampai di atas, untuk memasuki makam harus menggunakan jarik batik seperti dipakai para tamu keraton pada umumnya.

Astana Girilayu, juga merupakan makam dari para Raja-Raja besar dari praja Mangkunegaran. Letaknya juga harus menuju desa di ujung bukit. Ketika kita mulai memasuki astana, kita akan langsung merasa hawa yang sejuk, ditambah lantai dari marmer yang membuat kita serasa diberikan penyejukan sampai ke dasar hati nurani kita.

Bangunan besar dan megah tempat makam tersebut juga seperti mampu langsung membawa kita menuju zaman dimana para Raja ini hidup dan berjuang. Atau kalian ingin tahu bagaimana cerita Legiun Mangkunegaran yang merupakan pasukan khusus dari Praja Mangkunegaran. Dan nantinya akan banyak pertanyaan mengenai sejarah mereka, siapa mereka, dan bagaimana mereka hidup.

Satu lagi melengkapi wisata ziarah kita hari ini, Astana Giribangun, makam Presiden Kedua Bapak Soeharto dan istri yaitu Ibu Tien Soeharto. Ibu Tien sendiri juga merupakan keturunan Mangkunegaran, jadi makam beliau dekat dengan Astana Mangadeg.

Dibalik semua kontroversi yang mungkin muncul dari Pak Harto, kami tidak akan membahas kesalahan, kekurangan, atau hal buruk yang mungkin beliau sudah lakukan. Karena kita disini hanya untuk berbagi kebaikan. Selama 32 tahun memimpin Indonesia, bukan waktu yang sebentar untuk tugas berat sebagai seorang presiden.

Daripada kita membahas kekurangan dan kesalahan, alangkah baiknya kita mampu menjadi warga negara Indonesia yang baik yang bermanfaat bagi kemajuan bangsa kita tercinta Indonesia. Meskipun hanya satu kebaikan untuk bangsa, berarti satu kali nama kita diingat sebagai seorang yang bisa menjadi inspirasi untuk orang lain berbuat dan berbagi kebaikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Sudahkah kalian berbuat baik hari ini?”

Datang kesini, kita ngopi dan ngobrol bareng tentang bagaimana membuat Indonesia lebih baik, atau sekedar menikmati udara sejuk pedesaan, datanglah kemari. Melepas penat dan panas perkotaan, sembari mengarungi samudera sejarah yang kita tidak pernah mengalaminya.

Terima Kasih Sudah Berkunjung dan Membaca

Salam Hangat, Indonesian Batik

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , .

One Comment

  1. Pingback: Indahnya Oleh-Oleh Batik Tulis Khas dari Desa Batik Girilayu, Karanganyar - Indonesian Batik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *