Burung Garuda dalam Motif Batik, Sebenarnya Keberadaannya Mitos atau Nyata ?

Hai…haii..haiii kalian semua yang tersayang dan tercinta. Salim sungkem dulu dari kami para penulis artikel yang tidak akan pernah lelah memberikan kalian informasi menarik tentang batik.

Tidak hanya itu, kalau kalian ingin membeli batik untuk koleksi atau bahan pakaian, kalian bisa lihat disini. Keuntungannya sebagian besar akan kami sumbangkan kepada para pembatik tulis tradisional, jadi kalian bisa mendapatkan batik kece sekaligus mendapatkan pahala atas donasi yang bahkan kalian tidak sadar.

Tadi pagi ketika ada tamu yang melihat batik motif truntum garuda, kami langsung bingung ketika ditanyai “ burung garuda itu sebenarnya ada atau tidak?” . Dan kami hanya bisa tertawa kecil sembari melihat jauh ke langit-langit galeri kami dan berharap ada burung garuda lewat.

Kalian juga sering melihat, atau bahkan menemukan ada batik yang memakai motif Garuda atau kalau bahasa Jawanya “Gurdho”. Banyak yang menggunakan burung Garuda sebagai inspirasi dalam motif batik. Seperti motif truntum garuda, cakar gurdho agung, motif semen rama, dan masih banyak lagi.

Burung Garuda yang juga menjadi lambang Pancasila NKRI ini memang ada tetapi tidak ada, haduh, sek sebentar, susah. Ada dua teori yang mendukung kalau burung Garuda ini memang benar-benar ada. Kita expose bareng let’s go.

Burung Garuda adalah Elang Jawa  [Spizaetus bartelsi]

Di Jawa ada burung Elang yang memiliki perawakan yang sangat mirip dengan burung Garuda, yap benar sekali, Elang Jawa. Hewan yang sangat dilindungi ini sudah termasuk dalam cagar alam pada tahun 1992. Karena kelangkaan dan hampir mengalami kepunahan di alam liar.

Elang Jawa berwarna cokelat dan kombinasi hitam ini sangat mirip dengan burung Garuda, perawakan yang gagah dan elegan mungkin bisa membenarkan teori bahwa sebenarnya inilah yang sering kita sebut burung Garuda.

Lalu muncul lagi pertanyaan dalam hati kami, apakah sebenarnya motif batik Garuda atau Gurdho terinspirasi dari burung Elang ini? Tetapi mengapa tidak memakai nama motif Elang Jawa?

Jadi kami rasa bukan Elang Jawa yang menjadi inspirasi motif Garuda pada batik tulis yang berada di Jawa Tengah.

Lalu Garuda yang mana lagi? cus menuju teori kedua…

Burung Garuda adalah Kendaraan Dewa Wisnu

Kembali pada zaman dahulu kala ketika Nusantara masih melakukan perdagangan dengan bangsa luar termasuk Gujarat dan India. Masuknya budaya dan kepercayaan Hindhu. Salah seorang dewa yang termasuk trimurti [manifestasi Tuhan dalam agama Hindu] yaitu Dewa Wisnu, yang secara singkatnya menjadi tunggangan atau kendaraan Dewa Wisnu.

Garuda digambarkan bertubuh emas, berwajah putih, bersayap merah. Paruh dan sayapnya mirip elang, tetapi tubuhnya seperti manusia. Ukurannya besar hingga dapat menghalangi matahari. Kisah sang Garuda tertulis dalam kitab Mahabharata dan Purana yang berasal dari India.

Ketika masuk ke Nusantara, dan muncul cerita pewayangan, burung Garuda juga menjadi bagian dari cerita pewayangan tersebut, sebagai kendaraan Dewa Wisnu. Garuda digambarkan sebagai burung yang perkasa, setia kawan, dan berani. Di Bali ia biasanya digambarkan sebagai makhluk yang memiliki kepala, paruh, sayap, dan cakar elang. Tetapi memiliki tubuh dan lengan seperti manusia.

Nah kan, sekarang bagaimana apabila menjadi motif Batik?

Burung Garuda dalam berbagai Motif Batik

Dalam bahasa Jawa garuda juga disebut sebagai Gurdo. Seperti diketahui, garuda merupakan burung besar. Dalam pandangan masyarakat Jawa, burung garuda mempunyai kedudukan yang sangat penting. Bentuk motif gurda ini terdiri dari dua buah sayap (lar) dan di tengahnya terdapat badan dan ekor. Oleh masyarakat Jawa, garuda selain sebagai simbol kehidupan juga sebagai simbol kejantanan.

Dikarenakan Dewa Wisnu adalah Dewa Matahari, maka Burung Garuda juga dekat hubungannya dan oleh orang Jawa juga disebutkan menjadi lambang Marahari. Dasar pemikirannya adalah, karena Garuda sebagai lambang matahari, maka Garuda dipandang sebagai sumber kehidupan yang utama, sekaligus ia merupakan lambang kejantanan, dan diharapkan agar selalu menerangi kehidupan umat manusia di dunia.

Teori ini yang digunakan orang Jawa untuk membuat motif Garuda dalam batik mereka, yang biasanya dikombinasi dengan motif lain yang memiliki pola dasar geometris dan berulang. Sehingga motif Garuda tampak lebih jelas dan menjadi motif yang terus dikembangkan untuk pembuatan batik tulis sejak zaman dahulu.

Sebenarnya ada juga motif burung yang lain seperti burung merak, ayam babon, dan burung phoenix. Tetapi burung Garuda mendapatkan tempat istimewa karena selain menjadi lambang negara Indonesia, juga menjadi falsafah hidup orang Jawa sejak dulu.

Penggunaan motif burung Garuda ini menjadi inovasi yang sangat menarik dalam dunia batik, selain filosofinya yang mendalam.keindahan motif burung garuda sudah memiliki sudut pandang yang menarik bagi kebanyakan penikmat batik tulis.

Behhh, panjang juga mengetiknya nihh, daripada tidak dibaca, kita skip dulu sampai disini deh ya, agar tidak bosan dan berpaling seperti mantan admin [curhat].

Terima Kasih Sudah Berkunjung dan Membaca

Salam Hangat, Indonesian Batik

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *