Membangun Kembali Dinasti Batik di Desa Girilayu seperti lakon “Semar Mbangun Khayangan”

Indonesia adalah negara yang luar biasa. Penuh dengan adat dan budaya luhur yang telah diwariskan kepada kita sebagai generasi selanjutnya. Pilihan ada kita ingin melanjutkan kerajaan budaya Indonesia tersebut atau tidak.

Karena sebagian besar anak muda lebih memilih budaya yang bukan tradisi leluhur kita dan bukan tradisi orang ketimuran. Walaupun sebenarnya tidak ada hukum dan aturan tertulis untuk wajib memakai budaya leluhur yang adiluhung. Keputusan berada pada kita untuk harus melanjutkan, mengembangkan, dan melestarikan budaya ketimuran Bangsa Indonesia, apapun rintangannya.

Seperti wayang kulit yang sarat akan petuah dan pelajaran berharga mengenai kehidupan. Sebut saja lakon “Semar Mbangun Khayangan” yang penuh falsafah kehidupan untuk menjadi orang yang benar-benar memahami tujuan kehidupan. Membangun sebuah kehidupan yang bermanfaat, menjadi manusia yang punya rasa.

1

Dan diantara kebudayaan itu yang menjadi perhatian adalah Batik Indonesia. Mengapa batik harus kembali berjuang bangkit berhadapan dengan budaya modern yang menginginkan sebuah hal yang baru dan unik dari batik.

Desa Girilayu, salah satu desa yang merupakan bagian dari Kecamatan Matesih, dan Kabupaten Karanganyar. Desa yang merupakan warisan perjuangan Raden Mas Said atau Mangkunegara I atau Pangeran Sambernyawa. Mencoba bangkit melestarikan salah satu budaya luhur Batik Indonesia.

Berbagai vendor batik muncul untuk menjadikan batik di Desa Girilayu menuju kerajaan yang baru, sebut saja Batik Wahyu Sari, Batik Tresno Dharma, atau vendor kita sendiri Prajnaparamita. Dengan tujuan yang sama, kembali mempopulerkan Batik, sekaligus mengembangkan Desa Girilayu.

Bukan untuk saling bersaing menurunkan harga demi mendapatkan keuntungan, atau bersaing menjatuhkan vendor yang lain, tetapi bagaimana kita bersaing untuk bersatu padu membangun khayangan batik Desa Girilayu. Tempat dimana surga Batik tersembunyi yang belum banyak dikenal.

Meskipun pemerintah telah banyak memberikan bantuan baik materi maupun berbagai pelatihan, namun beberapa dari vendor berusaha mandiri. Bukan dengan maksud untuk meremehkan pemerintah, tetapi kami, Prajnaparamita, berusaha untuk menyelami lebih dalam tentang kehidupan batik di Desa Girilayu. Bukan hanya keuntungan materi yang kami yakin itu hanya fatamorgana.

826534_6157e208-063a-46e1-b99a-f1b6fe3754de

Namun dengan alasan yang bagaimanapun, kami tetap mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah atas perhatian kepada dunia batik. Kami membuka kesempatan untuk siapa saja yang ingin berbagi ide kreatif tidak hanya tentang batik, terutama di Desa Girilayu. Sekali lagi, tujuan kami bukan semata-mata materi, meskipun jujur kita membutuhkannya, tetapi banyak dari kita yang lebih membutuhkan.

Jadilah Inspirasi Di Desa Sendiri

“Bali Ndeso, Mbangun Deso, Jateng Gayeng Jayamahe”

Salam Hangat, Indonesian Batik

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *