Pemakaian Batik Motif Parang pada Tari Karonsih, Romantisme Pandji Asmoro Bangun

Tidak hanya zaman sekarang dimana Dilan dan Milea, atau Rangga dan Cinta yang memiliki kisah romantis. Sejak zaman Majapahit sudah ada cerita romantis seperti itu. Ketika di zaman sekarang kita merayu dengan cokelat, boneka raksasa dan berbagai item mahal lainnya, dulu, kita cuma butuh menari. Iya seperti film india itu.

Salah satu tarian romantis adalah Tari Karonsih, kita flashback sebentar ke zaman dahulu dimana seorang Panji Asmara Bangun mendapatkan tugas rahasia sebagai agen yang menyamar untuk mengetahui kondisi kehidupan rakyatnya, Kerajaan Kediri. Om Panji harus meninggalkan sang istri tercinta Dewi Sekartadji, tanpa pamit.

Ditinggal sang suami, Dewi Sekartaji otomatis kelimpungan, mencari sang suami yang entah dolan kemana. Kemudian memutuskan untuk mencarinya, maunya dicari lewat google search, tetapi baterai IPhone miliknya lagi lowbat. Akhirnya Dewi Sekartaji mencarinya ke hutan belantara.

Karena tidak ketemu, Dewi Sekartaji kemudian menunggu di tengah hutan. Entah karena jodoh, atau memang sudah di setting Yang Maha Kuasa, akhirnya Mas Panji datang. Tetapi datang dengan jual mahal sedikit, yakali cowo.

Sudah jelas karakter seorang perempuan pasti ngambek dan bilang “terserah”. Mengetahui sang istri ngambek, Om Panji kemudian mengambilkan bunga untuk merayu Dewi Sekartaji. Bunga apa tidak tahu, cicilan bunga ringan mungkin.

Ditambah dengan kelihaian Om Panji menari seperti film Kuch-Kuch apa itu lupa. Tarian itu dinamakan Tari Karonsih sampai sekarang. Akhirnya sang dewi luluh dan ceritanya tamat.

Udah, gitu aja. END. Kok Ngga Seru Blas Ya….

Tarian ini biasanya ditampilkan pada pesta perkawinan adat Jawa. Setelah upacara adat bersama sanak keluarga, pengantin bersama kedua orangtua dan pager ayu diiringi penari cucuk lampah menuju pelaminan. Setelah duduk di pelaminan inilah Tari Karonsih ditampilkan. Namun ada juga yang menampilkan penari pria sebagai tokoh Panji Asmara Bangun ikut mengiringi pengantin sebagai penari cucuk lampah.

Kedua penari ini menggunakan kostum seperti wayang orang lengkap dengan segala atributnya. Kebanyakan motif yang dipakai pada tarian ini berbeda-beda sesuai daerahnya. Tetapi kebanyakan menggunakan motif parang.

Keindahan tarian Karonsih ini dituangkan pada motif batik dengan menokohkan pasangan dalam dunia wayang antara lain Rama dan Sinta, Janoko dan Sembrada, Werkudoro dan Arimbi, Gatotkaca dan Pergiwa, Kresna dan Rukmini. Ciri khas batik ini dibuat dengan kotak khawung dengan lata gringsing khas gagrak Yogyakarta.

 

Salam Hangat, Indonesian Batik

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *