Makna Simbolis Batik Indonesia Motif Kawung Secara Khusus

Sebagai motif klasik Batik Indonesia sepertinya membahas motif batik Kawung ini tidak akan ada habisnya. Sampai 4 artikel kita bahas tentang motif kawung saja. Semoga tidak menjadikan kalian bosan. Kami masih berpikir keras tentang inovasi apa yang harus kita buat agar membahas batik tidak menjadi membosankan. Untuk itu tetap stay disini, kita coba berikan buat kalian semua artikel yang bermanfaat tentang Batik Indonesia.

Setelah kita bahas makna simbolis motif batik Kawung secara umum, sekarang kita akan membahasnya lagi dan khusus kepada beberapa motif kawung yang sudah kita bahas disini. Untuk itu langsung saja kita bahas makna simbolis motif Kawung berdasarkan jenisnya yaitu

1. Motif Kawung Sari

Sari dalam bahasa Jawa dapat diartikan sama dengan “pathi” (tepung). Sari memiliki makna simbol tentang inti manusia hidup untuk menjalankan perbuatan yang baik. Perbuatan yang baik berdasarkan dari nasehat orang yang lebih tahu atau orang tua, serta ajakan dan larangan dari orang lain tentang hukum adat yang berlaku, sehingga akan memberi hikma tertentu. Namun tentunya perlu adanya penyaringan tentang hal-hal yang baik dan yang buruk dari ajakan kebaikan bagi setiap manusia, sehingga hidupnya akan selalu mendapatkan hikmah dari inti sari yang selalu baik. Interpretasi motif kawung sari memberi pengertian tentang simbolisme dari duduknya antara abdidalern atau rakyat yang selalu dekat dengan rajanya. Makna simbolisme ini diilhami dari ornamen utama kawung sari yang berbentuk bulatan lonjong. Interpretasinya adalah rakyat menyadari sepenuhnya bahwa mengabdi harus memiliki sifat “kamawula”, artinya bahwa dirinya merupakan bagian dari kekuasaan serta mempunyai kewajiban untuk mengabdi. Sedangkan bentuk garis (sawut) yang berhimpitan lurus dengan warna terang memiliki makna simbolisme tentang sinar yang menerangi, yaitu raja harus selalu menerangi rakyatnya dalam keadaan apapun, sehingga rakyat selalu merasa aman, tentram serta damai dalam menjalankan kewajibannya.

2. Motif Kawung Sekar Ageng

Memiliki pengertian bunga yang besar berbentuk teratai, yaitu memberi makna simbol tentang segala sesuatu yang besar. Interpretasi dari pengertian bunga teratai dimaksudkan bahwa sekar ageng memiliki makna “kewibawaan yang luas”, yaitu sebuah harapan dari yang memakai motif kawung akan mendapatkan kewibawaan yang selalu di hormati serta di segani oleh orang lain dalam bermasyarakat.

3. Motif Kawung Sen

Memiliki makna simbolisme tentang kesatuan kekuatan di dalam mencapai suatu tujuan. Interpretasi Kawung Sen diilhami dari dua buah bentuk titik pada tiap-tiap ornamen utama pada motif Kawung Sen. Pada titik memberi makna sismbol dari rakyat sedang titik yang lain memberi makna simbol dari raja. Maksudnya yaitu kesatuan antara rakyat dan raja yang akan melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan ketentram-an, kemakmuran serta keamanan di dalam lingkup kraton.

4. Kawung Picis

Pecis dapat diartikan sebagai wadah atau tempat yang berasal dari pengertian “cis” yaitu tempat duduk yang letaknya di atas punggung binatang gajah. Binatang gajah dalam ceritera pewayangan digunakan sebagai kendaraan oleh raja, misalnya gajah Dwipangga merupakan kendaraan raja Baladewa. Pengertian di atas apabila dikaitkan dengan motif kawung Picis, terinspirasi dari dua buah titik pada tiap-tiap ornamen utamanya, bahwa makna simbolisme yang terkandung di dalam ornamen memiliki pengertian duduknya antara rakyat dan raja. Pengertian duduk di sini dapat diinterpretasikan sebagai duduk bersama-sama dalam satu wadah atau tempat. Sehingga dapat diuraikan bahwa segala perbuatan manusia akan terwadahi di dalam suatu takaran tertentu tentang baik buruknya amal perbuatan manusia dihadapan Sang Hyang Jagadnata.

5. Motif Kawung Beton

Pengertian Beton berasal dari nama biji buah nangka, buah nangka yang berada di dalam memiliki makna simbol tentang perbuatan yang baik tidak selalu ditampilkan di luar. Juga di dalam mencapai suatu perbuatan baik, manusia sering mendapatkan berbagai cobaan atau rintangan, seperti halnya jika mengupas buah nangka mesti akan terkena getahnya. Artinya bahwa jika manusia mengerjakan sesuatu perbuatan yang baik, tentu akan mendapatkan cobaan-cobaan yang terkadang ringan atau berat.

6. Motif Kawung Semar

Nama Semar merupakan salah satu tokoh punakawan yang selalu mengikuti kesatria yang baik dalam ceritera pewayangan. Semar memberi makna simbol-isme tentang abdi yang selalu memberi nasehat, petuah, petunjuk, serta pengayom kepada kesatria yang diasuhnya. Sehingga motif kawung Semar memberi makna “pamomong, artinya seorang abdi dalem harus selalu setia, mengasuh dan mengingatkan kepada orang yang diasuhnya. Motif kawung Semar juga memberi suatu harapan terhadap si pemakai akan selalu terhindar dari suatu perbuatan yang buruk dan mengerjakan perbuatan yang baik menurut ajaran keyakinan yang dianut, sehingga dapat mengambil intisari dari perbuatannya.

7. Motif Kawung Buntal

Buntal dalam istilah orang Jawa diartikan bunga yang sering digunakan dalam upacara adat sebagai media tolak balak, yaitu memiliki arti untuk mengusir segala sesuatu yang bersifat jahat atau malapetaka yang akan menimpa pada bayi dan anak kecil. Motif Kawung Buntal sering digunakan untuk upacara adat dalam lingkup kepercayaan masyarakat Jawa.

8. Motif Kawung Kembang

Kembang (bunga) memiliki makna simbolis suatu harapan tentang cita-cita luhur atau baik yang selalu berbunga. Maksud di dalam menggunakan motif kawung Kembang memberikan pemahaman tentang suatu cita-cita yang baik, dapat terhindar dari hal-hal yang buruk, sehingga dapat mengharumkan keluarga, juga masyarakat dan kerajaan.

Setiap motif batik kawung memiliki filosofi dan simbolisme berbeda. Dan bukan hanya motif saja yang sangat detail, tetapi hingga filosofi motif tersebut juga sangat detail dan lengkap. Sesuai dengan karakter kehidupan masyarakat Jawa yang adiluhur.

Baru dari motif Kawung saja sudah sangat banyak filosofi yang bisa kita ambil, bagaimana dengan semua motif batik? Tunggu saja.

Sementara pembahasan tentang motif kawung dalam hal makna dan simbolisnya kita berhenti disini, besok kita lanjutkan lagi pembahasan yang lain.

Terima Kasih sudah berkunjung, jangan lupa like dan share fanpage kita di bawah yaa.

Salam Hangat, Indonesian Batik

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

One Comment

  1. Pingback: 10 Batik Tulis yang Berharga dalam Sejarah Kehidupan Ibu Ani Bambang Yudhoyono - Indonesian Batik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *