Arti dan Filosofi Motif Kain Batik Truntum, Cinta Lama Yang Bersemi Kembali

Sehabis hujan setelah mendung Udan Liris gerimis tipis, lalu hujan lebat, kemudian mati listrik. Seketika kami teringat kisah klasik cerita lama yang pernah kami dengar. Tentang salah satu motif kain batik yang paling romantis diantara kain yang lain. Mengapa? Karena motif batik tersebut adalah motif batik yang berhubungan dengan kisah cinta. Kain batik ini biasanya dipakai oleh kedua orang tua mempelai dalam prosesi panggih dan resepsi. Bagaimana admin ngga kelimpungan kalau sudah berhubungan dengan nikah-nikahan, baper maksimal.

Okay, move on. Motif batik Truntum, berasal dari kata tumaruntum yang berarti kesetiaan dan selalu beriringan bersama-sama. Kisah cinta yang kami maksud tadi adalah ketika sekitar tahun 1749–1788 M, seorang permaisuri bernama Ratu Kencono atau Ratu Beruk, merasa diabaikan oleh suami karena kesibukan dan sebab ia harus memerhatikan selir barunya. Ratu Kencono yang merupakan permaisuri Paku Buwono III Surakarta Hadiningrat itu, mendekatkan diri pada Sang Pemberi Hidup pada suatu malam. Hingga datanglah sebuah gagasan. Katakanlah semacam inspirasi. Ia melihat langit yang cerah dan bertabur bintang, dan kerlip bintang itulah yang menemani kesepiannya. Ia pun mencium harum bunga tanjung berjatuhan di kebun persinggahannya sebagai bagian dari ide. Ia terus berupaya mendekatkan diri pada Tuhan sambil mulai membuat karya batiknya demi mengisi kekosongan. Membatik baginya seperti halnya berdzikir.

Motif batik truntum memang terlihat seperti bintang yang bertaburan dan berkilauan, ada juga yang memiliki pola melati. Di antara taburan bintang atau melati itu terdapat motif burung garuda atau gurdho sebagai lambang keabadian juga sebagai pelengkap motif tersebut.

Selang berapa lama kemudian, sang raja menemukan permaisurinya tengah membatik sebuah kain yang indah. Ketelitian dan ketekunan sang permaisuri yang membuatkan batik untuk sang raja menarik perhatian sang raja kembali.  Hari demi hari, sang raja pun memerhatikan kesibukan baru sang permaisuri dan kain indah yang dihasilkan. Teriring juga perasaan kasih sayang yang kembali muncul. Itulah mengapa banyak yang menyebut truntum sebagai simbol cinta raja yang bersemi kembali.

Cieeeee…cieeeee…

Motif Batik Truntum pertama diciptakan di kota Solo, yang masih sangat dekat dengan budaya dan adat Jawa. Sehingga bisa kita temukan ketika ada pernikahan di Solo. Motif Batik Truntum Sarimbit biasanya dipakai oleh kedua orang tua mempelai dengan tujuan memberikan contoh yang baik bagaimana membangun sebuah rumah tangga. Ditambah lagi sebagi bukti kesetiaan dan kasih sayang orang tua kepada kedua mempelai yang akan melangsungkan pernikahan.

Selain itu terkadang motif batik Truntum juga dipakai oleh mempelai perempuan dengan adat jawa ketika acara midodareni. Menunjukkan ketulusan dan kesetiaan kepada sang suami yang nantinya akan menempuh hidup bersama selamanya. Bagaimanapun, adat Jawa selalu memiliki filosofi yang luhur dalam berbagai acara maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Bukan kepada fashion style yang harus update, tetapi bagaimana fashion itu update dengan filosofi di dalamnya. Setidaknya apa yang ingin disampaikan orang tua kepada kita adalah hal yang membawa kita menuju kebaikan.

Seperti halnya motif batik Truntum, siapapun pasangan hidup kita, adalah yang terbaik yang dipilihkan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Tetap sayangi keluarga kita, tetap setia seperti kisah cinta yang kita bahas tadi.

Kalau sudah membahas nikah-nikahan kami ngga bakal bertahan lama, secepatnya harus kabur daripada baper berkepanjangan. Tinggalkan comment membangun di bawah kalau ada yang nikahable. Eh.

Tetaplah bahagia menjadi Orang Jawa, dan tetap berbatik meskipun ke kondangan mantan

Salam Hujan, Indonesian Batik

-prajnaparamita-

Posted in Article, Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

2 Comments

  1. Pingback: Keren, Mewahnya Motif Batik yang Dilukiskan dalam Modifikasi Motor Harley Davidson - Indonesian Batik

  2. Pingback: Batik Tulis Desa Girilayu, Filosofi dari Segala Kebaikan Hidup di Dalam Motif Batik Wirasat - Indonesian Batik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *