Batik Carnival, Perkenalkan Keindahan Batik Indonesia

Kali ini kami benar-benar jatuh cinta, bukan kepada manusia, tapi kebudayaan batik. Dari urutan pembuatan batik sampai pemakaian, dijadikan bahan pakaian, semuanya terlihat sangat original. Dari masa ke masa batik telah melalui proses yang sangat lama, sejak zaman kerajaan sampai zaman kepresidenan. Munculnya motif batik kontempores semakin menambah variasi dari kebudayaan batik. Semoga saja kali ini jatuh cinta kami tidak menjadi bertepuk sebelah tangan.

2

Budaya batik sekarang menjadi destinasi wisata yang sangat eksotis, penuh kesabaran dan ketekunan dalam membuat beragam motif batik. Destinasi wisata batik yang berkembang menjadikan batik semakin dikenal dan banyak yang ingin menggunakan motif khas tertentu. Sebagai promosi wisata para pecinta batik melahirkan banyak inovasi dalam mempromosikan batik mereka, salah satunya adalah batik carnival atau karnaval batik.

Dalam batik carnival, mereka memamerkan berbagai bentuk motif batik melalui kostum-kostum yang unik, yang menunjukkan bahwa batik itu adalah sesuatu yang megah dan indah. Kami berkesempatan untuk mengikuti serangkaian karnaval dengan tema batik pada waktu event merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun lalu. Para pemuda Desa Wetankali, Girilayu, Matesih membuat tema batik karnival untuk pawai di Kecamatan Matesih dan Karanganyar. Memang tidak semegah Solo Batik Karnival, atau Batik Carnival di Jember. Namun, apresiasi kepada mereka tetap tinggi kami berikan.
3

Memang karena Desa Girilayu sebenarnya adalah Desa Batik. Oleh karena itu menurut perancang Batik Karnival ini Ibwan Sudarmadji ingin menunjukkan bahwa disini juga merupakan Desa Batik, Batik Tulis Tradisional. Dalam pawai ini beliau membuat 7 buah desain kupu-kupu yang dibalut dengan batik untuk diarak keliling kota selama dua hari. Dalam event tahunan ini beliau melibatkan pemuda dan pemudi desa untuk show off kepada dunia bagaimana batik bisa berinovasi dan berkembang sebagari warisan budaya yang sangat berharga.

Para pembawa replika kupu-kupu raksasa yang bersayapkan batik ini juga memakai batik dan aksesoris yang berhubungan dengan batik. Menariknya lagi sebagian besar yang membawa replika kupu-kupu tersebut adalah gadis-gadis cantik yang menambah aura kecantikan batik itu sendiri. Untuk para lelaki mereka menggunakan pakaian seragam lurik yang khas dan menggunakan ikat kepala batik.

Dalam pawai di Kabupaten Karanganyar, antusiasme masyarakat ternyata melebihi ekspektasi kami, sambutan dan pengunjung yang sangat meriah menjadi buktinya. Usaha keras mereka berhasil dengan sambutan dan tepuk tangan meriah para pengunjung.
4

Sekali lagi para pemuda ini menunjukkan bahwa batik bukan hal yang menurunkan semangat untuk tetap melestarikan batik sebagai warisan budaya yang sudah seharusnya tetap dilestarikan. Meskipun bukan hal yang besar, namun apa yang telah mereka lakukan telah memberikan andil besar untuk kemajuan budaya pariwisata dan khususnya batik. Inovasi dan ide kreatif harus terus menerus dikembangkan, tidak hanya berhenti sampai di sini.

Kami akan menunggu Batik Carnival yang lain suatu saat nanti, dengan berbagai inovasi baru yang menambah wawasan tentang batik dan kebudayaan serta pariwisata di negara tercinta kita Indonesia. Selain itu kami ingin berbagi kepada seluruh masyarakat Indonesia terutama untuk lebih mencintai budaya sendiri, biar kupu-kupu yang sedang terbang ini tidak berhenti untuk terbang, tetap mengudara sampai nanti kepada generasi selanjutnya.

Salam Hangat dari Desa Batik Girilayu.

-prajnaparamita-

Sumber reportase dan wawancara pribadi.

 

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , .

2 Comments

  1. WISANG ADI NUGROHO…. sungguh hebat mas….. terima kasih sobat kau tlah anggkat citra desa girilayu sebagai desa batik. lanjutkan perjuangan mu sobat ku. semangat.

    tunggu kejutan selanjutnya sobatku.

    maju terus mas aan… q siap bantu dalam bentuk apa pun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *