Batik, Klasik dalam Dunia Modern

Selamat pagi siang sore malem petang yang masih jomblo sendirian pacaran tunangan menikah, umat manusia maupun jin yang mainan smartphone dan seluruh penduduk bumi yang masih bernafas. Semoga selalu sehat dan bahagia dalam kehidupan sehari-harinya. Amin
Sebelumnya, kami adalah sekelompok orang yang mengatas namakan keadilan, eh, pencinta kebudayaan tanah air kita tercinta Indonesia. Sedangkan budaya Indonesia sendiri sudah seabrek membuat bingung. Karena itu kita mau fokus satu kerajinan tangan asli Indonesia sejak jaman dahulu kala, yang sekarang juga sudah merupakan warisan budaya Internasional, yaitu, Batik.
Pembahasan kali ini tentang esensi batik di dunia modern, kuno atau malah menjadi sebuah trendsetter bagi kemajuan zaman? Biar tidak kelihatan jomblo sendirian, kami ajak pakar batik yang masih jomblo sampai sekarang, Raden Mas Paijo. Beliau yang akan menemani kita membahas batik di dunia modern sekarang ini.

“Perkenalkan saya Paijo, usia 29 tahun belum menikah, punya rumah di planet Mars..”
“Mas..mas..ngga usah promosi mas…ngga ada yang nanya itu..”

Langsung saja kita lupakan makhluk membelah diri baru saja. Manusia adalah makhluk yang memiliki kebutuhan sandang, pangan, dan papan kalau orang Jawa bilang. Atau bias disebut pakaian, makanan, dan tempat tinggal.

“Mengapa pakaian penting dalam kehidupan manusia Pak Paijo?”
“Kalo ndak pake baju nanti dikira wong miring mas, miring ke kanan dan ke kiri”

Sejak zaman dahulu kala manusia sudah mengembangkan berbagai bentuk pakaian yang menurut model pada zamannya. Mulai dari karung goni sampai daun pisang pernah bersatatus sebagai sarana menghindari diberikan status orang gila. Termasuk Batik yang dalam sejarahnya kalian bisa baca di Sejarah Batik dan perkembangannya, sudah mengalami berbagai zaman modernisasi dalam hal pola warna dan modifikasi pemakaiannya. Namun corak batik klasik masih selalu terbawa dan menjadi ikon tertentu dalam dunia fashion modern.

Emma Watson

Seperti mbak Emma Watson kalau memakai batik juga ndak kelihatan kuno, malahan kelihatan anggun dan cantik. Jadi tidak perlu kebarat-baratan saja sebenarnya, ya sedikit ke barat-baratan juga tidak apa. Atau mas Tom Cruise, keliatan gagah dan keren juga memakai batik. Kapan lagi bisa memakai batik, tidak perlu menunggu hari batik nasional atau menunggu diklaim bangsa lain bukan?
Bagaimana dunia modern menerima Batik sebagai produk fashion unik klasik dan indah? Apakah itu kuno?
Mungkin bagi anak muda zaman sekarang Batik hanya menjadi sejarah klasik dunia fashion, karena sekarang lebih terkenal model jeans, dress, gaun, dan segala macam pernak perniknya. Namun, yang klasik tidak selalu kuno, batik modern menjelma menjadi primadona baru dunia fashion. Para innovator berusaha membangkitkan kejayaan Batik sekali lagi dengan berbagai ide dan kreativitas masing-masing.

“Mas, ini saya disuruh ngapain sih, katanya pembicara, tapi masnya mulu yang ngomong”
“Walah, lupa kalo ada makhluk astral barusan, maaf mas, Cuma keliatan giginya tadi”
“Saya pulang aja kalo gitu mas..”
“Halah ngambek, nesuuu, nanti nga jadi dapet doorprize loh mas”
“Wogh, gajadi pulang nek gitu…”

Masih wajar menurut kami sebagian besar anak zaman now tidak melirik batik sebagai sesuatu yang klasik dan unik, sesuatu yang memberikan status sosial yang mewah bagi anak zaman old seperti mas Paijo ini. Because now, the anak muda memiliki kebiasaan hidup yang hedonis, yang ke barat-baratan. Tidak salah, karena pengaruh modernisasi tidak akan bisa dihindari sekalipun kita menjadi suku pedalaman sekalipun.
Kami pun tidak akan mengganggu kemerdekaan anak muda zaman sekarang yang lebih merasa gaul dan merasa harus berpenampilan modern, meskipun kadang itu malah terlihat sedikit “ndeso”.

Dari awal niat kami ingin mempopulerkan batik di kalangan anak muda. Meskipun terlihat belum seberapa, anak muda zaman sekarang sudah sedikit lebih banyak menghargai budaya kita termasuk Batik.
Selanjutnya kami ingin merangkul seluruh anak muda kreatif di seluruh Indonesia umumnya dan daerah Solo dan sekitarnya untuk bersama-sama mempopulerkan Batik sejajar beriringan dengan kemajuan zaman. Jangan sampai budaya kita di klaim oleh bangsa lain karena kita sendiri tidak pernah memberikan perhatian yang lebih bagi budaya bangsa sendiri.

Tom Cruise

“Begitu kan mas Paijo?”
“Exactly mas, bagi saya kemajuan zaman adalah titik tolak bagi bangsa kita untuk lebih maju berpikir memajukan budaya bangsa sendiri. Dah ah mas, mau nemenin Tom Cruise nyinom..”
“Okay mas, sampai bertemu lagi”

 

Terima Kasih Sudah Meluangkan Waktu Membaca

Tetap Support Batik Indonesia sebagai Warisan Budaya yang Luar Biasa

Salam

Indonesian Batik

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *